GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 35. PENASARAN _ GDK


__ADS_3

Almaira berpamitan kepada sang dosen. Ia khawatir Bimo menghubungi dirinya, karena membutuhkan bantuan untuk menjaga defan dan juga Nyonya Anita. Terlihat sang dosen sangat kesal, belum lagi menikmati menu makanan yang ada di sana Almaira sudah meninggalkannya.


Almaira belum mengetahui keberadaan Bimo disana sama sekali. Ia berlalu meninggalkan restoran dengan menggunakan ojek online yang ia pesan sebelumnya. Sang dosen berusaha untuk mengejar Almaira. Tetapi Halmahera sudah keburu naik ojek online.


"Ah sial! Siapa sih yang menghubunginya sehingga ia langsung pergi dari sini." pekiknya. Sementara mobil yang dikendarai oleh Bimo melaju dengan kencang mengikuti ojek online yang ditumpangi oleh Almaira.


Almaira meminta kepada driver ojek online untuk menghantarkannya ke rumah yang selama ini ditempati oleh Stefani dan keluarganya. Setelan melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit kemudian, driver ojek online itu menghentikan motornya tepat di pintu gerbang rumah utama keluarga Stefani.


Rumah berlantai 3 dengan nuansa putih dan tanaman yang luas membuat aura rumah utama keluarga Stefani menjadi terlihat sejuk dan asri. Almaira memberikan uang pecahan dua puluh ribu kepada driver ojek online itu.


"Mas terima kasih." ucapnya sambil berlalu masuk setelah petugas keamanan yang berjaga di rumah utama Stefani membuka pintu gerbang.


Dari seberang Bimo melihat Almaira masuk ke dalam rumah berlantai tiga itu. "Ini rumah siapa? dan ngapain dia ke sini? jiwa penasaran Bimo semakin membuatnya gundah gulana."Ada apa denganku Mengapa Sepertinya aku tidak rela ia dekat dengan lelaki. Apa ini rumah dosennya tadi?


"Ah tidak mungkin, sudah jelas-jelas dia tadi pergi meninggalkan dosennya sendiri di cafe dekat kampusnya. Bimo bermonolog sendiri, hanya untuk mengikuti Almaira iya meninggalkan kantor begitu saja. Sekitar 20 menit Bimo menunggu di sana, sebuah mobil Vios berwarna merah keluar dari mall rumah berlantai tiga itu.


"Sepertinya di dalam mobil itu ada Almaira."gumam Bimo dalam hati sembari memutar balik mobilnya dan mengikuti mobil berwarna merah itu.


"Kemana dia? rumahnya dalam hati sambil langsung menginjak pedal gas mobil miliknya mengikuti mobil yang dikendarai oleh Stefani.


Bimo mengerutkan keningnya ketika mobil berwarna merah itu berhenti di sebuah minimarket. Yang pasti Bimo belum mengetahui Siapa pemilik mobil itu, seorang pria tampan keluar dari mobil itu. Yang pasti bukan Stefani melainkan Ricardo.


Ricardo masuk ke dalam minimarket terlebih dahulu, diikuti dengan Almaira jalan masuk ke dalam minimarket membuat Bimo semakin penasaran. "Siapa lelaki itu? sepertinya usianya tidak jauh beda dengan Almaira. apa Dia kekasih Almaira? Bimo masih setia mengikuti ke mana saja Almaira pergi saat ini. Beberapa menit kemudian Almaira dan Ricardo keluar dari minimarket dengan membawakan kantong kresek warna putih.


Almaira masuk ke dalam mobil tentunya setelah pintu mobil dibuka oleh Ricardo untuknya. Membuat Bimo semakin curiga kalau lelaki yang bersama Almaira itu merupakan kekasih Almaira sendiri.

__ADS_1


"Berarti selama ini Almaira sudah memiliki kekasih tetapi mengapa dia mengatakan Dia tidak memiliki? gumamnya dalam hati sembari terus memperhatikan interaksi antara Ricardo dan Almaira.


Setelah memastikan Almaira dan Ricardo sudah berada di dalam mobil yang sama. Ricardo melajukan mobil milik Stefani ke arah jalan raya menuju kampus. Kali ini Ricardo sendiri yang menyetir karena kedua wanita itu ingin terlibat ngobrol bersama di bangku kemudi.


Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 sore. Mereka pun tiba di kampus, dengan langkah cepat Almaira Ricardo dan juga Stefani keluar dari mobil. Bimo masih saja setia mengikuti Almaira. Terlihat Almaira langsung menghampiri salah satu dosen yang ada di sana. Bimo masih tetap duduk di mobil miliknya tanpa ada niatan keluar dari dalam mobil tetapi ia masih penasaran dengan Almaira.


"Ada hubungan apa Almaira dengan lelaki itu Mengapa mereka begitu dekat? gumamnya dalam hati sembarang langsung meninggalkan kampus menuju rumah utama keluarga Setiawan. Padahal seharusnya Bimo harus kembali ke kantor karena masih banyak pekerjaan penting yang harus ia kerjakan. Tetapi karena rasa kesal yang ia rasakan membuat dirinya tidak konsentrasi dalam melakukan pekerjaannya dan memilih untuk kembali ke rumah.


Dan meminta kepada sang asisten melalui sambungan telepon seluler untuk menangani kantor selama dirinya tidak ada. jam masih menunjukkan pukul 15.30 WIB tetapi Bimo Sudah tiba di rumah. Membuat Nyonya Anita terhadap melihat putranya hari ini cepat pulang ke rumah.


"Kamu sudah pulang?


"Kok tumben cepat pulangnya?


"Devan di mana mom? tanya Bimo yang belum melihat sosok putranya berada di sana.


"Dia sedang istirahat."sahut Nyonya Anita dibalas anggukan dari Bimo lalu masuk ke dalam kamar yang selama ini ditempati oleh Bimo.


Di dalam kamarnya ia memberikan tubuhnya di atas tempat tidur yang berukuran King size. bayang-bayang Almaira duduk bersama pria lain mengganggu pikirannya. Apalagi setelah Bimo mendengarkan kalau salah satu dosennya mencintai Almira sejak bertemu dengan Almaira. Kini ia dikejutkan dengan seorang pria berparas tampan yang usianya seumuran dengan Almaira begitu dekat dengannya. Membuat Bimo semakin gelisah


"Ada apa denganku Mengapa aku seperti ini?


"Dan siapa pria yang bersama Almaira masuk ke dalam minimarket? sepertinya kali ini Bimo benar-benar tidak bisa mengendalikan diri. Ia menghubungi salah satu temannya,


"Bro aku lagi stress, untuk menghilangkan rasa jenuhku bagaimana kalau kamu temani aku ke club sekarang juga.

__ADS_1


"Gila lo ini masih sore."sahut seseorang dari ujung telepon.


"Aku tidak mau tahu yang pasti tahu harus temui aku di crypton club. ucap Bimo di dalam sambungan telepon selulernya lalu memutuskan sambungan telepon itu


Bimo berlalu meninggalkan kamarnya. padahal jam masih pukul 18.00.


"Kau mau kemana? tanya Nyonya Anita kepada putranya yang terlihat tampak memiliki beban pikiran.


"Bimo ada pekerjaan di luar, titip Devan iya mom.


"Tanpa kamu minta mami pasti akan tetap memperhatikan cucu mami."ucap Nyonya Anita.


Sementara Bimo sudah melangkah keluar pintu utama dan melajukan mobil Lamborghini miliknya ke arah jalan raya menuju salah satu klub ternama di kota ini. terlihat suasana klub masih sepi. Hanya saja ada beberapa waitress dan petugas kebersihan untuk membersihkan lokasi itu.


Bimo duduk depan meja bartender yang ada di klub itu. Meminta beberapa botol minuman yang dapat memabukkan dirinya. Salah satu wetris itu pun langsung menyajikannya untuk Bimo. Perlahan tapi pasti Bimo meneguk alkohol yang dapat memabukkan dirinya. iya sudah terlihat mabuk setelah meminum beberapa botol minuman.


Jam menunjukkan pukul 20.10 WIB, salah satu temannya datang menghampiri Bimo yang sudah di bawah pengaruh alkohol. "Ada apa bro tumben banget kamu mengajakku minum-minum seperti ini? apa kamu lagi ada masalah? tanya Zain kepada Bimo.


"Tidak perlu berkomentar kita nikmati saja hidup ini. ucapan rancu pun keluar dari mulut Bimo karena di bawah pengaruh alkohol.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


__ADS_2