GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 74. JATUH PINGSAN _GDK


__ADS_3

Beberapa bulan setelah pesta pernikahan Almaira dan juga Bimo. Bimo memutuskan untuk mengeluarkan Siska dari kantor miliknya. Setelah ia mengetahui kalau Siska memiliki rencana jahat terhadap keluarga kecilnya. Ia tidak ingin Siska menjadi bumerang dalam rumah tangganya dengan Almaira.


Bimo memutuskan untuk memiliki sekretaris seorang pria. Ia tidak ingin terjadi kesalahpahaman antara sekretaris dan juga istrinya.


Nyonya Anjani dan Tuan Anggara di usia mereka yang sudah semakin senja. Meminta kepada Almaira untuk menangani perusahaan milik mereka


Karena harta kekayaan milik Tuan Anggara dan nyonya Anjani akan diwarisi oleh Almaira, selaku Putri kandung dari pasangan Tuan Anggara dan nyonya Anjani.


Tetapi walaupun Almaira yang menangani perusahaan milik Tuan Anggara tidak terlepas dari pantauan Bimo Setiawan. Perusahaan milik Tuan Anggara pun menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan Setiawan group


Hingga kedua perusahaan ini menjadi kokoh dan menjadi perusahaan raksasa yang tidak mampu ditaklukan oleh siapapun.


Perpaduan perusahaan antara keluarga anggara dengan keluarga Setiawan, membuat setiap orang pun merasa khawatir jika memiliki masalah terhadap perusahaan milik Kedua keluarga itu.


Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Membuat tidur wanita berparas cantik itu menjadi terganggu. Karena sinar mentari menyinari netranya yang masuk melalui celah-celah gorden.


Almaira bergeliat Entah mengapa pagi ini dirinya bangun kesiangan. Ia meraba di sampingnya sudah tidak ada lagi Bimo di sana, membuat dirinya pun terhenyak. lalu ia berusaha mengumpulkan kesadarannya, melirik jarum jam yang ada di atas nakas. Jam sudah menunjukkan pukul 07.30.


Tetapi ia baru saja terbangun. loh Mengapa Mas Bimo tidak membangunkanku?" gumamnya dalam hati sembari berniat bangkit dari tempat tidur berlalu ke kamar mandi. Saat dirinya melangkah masuk ke dalam kamar mandi, Entah mengapa tiba-tiba saja Almaira merasa pusing dan semuanya terasa berputar.


Membuat Almaira tidak mampu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi. Ia berusaha meraih dinding agar dirinya tidak terjatuh. "Aduh ada apa denganku, Mengapa tiba-tiba aku merasa pusing dan mual?" gumamnya dalam hati sembari terus berjalan dengan berpegangan ke dinding kamar itu.


Ketika ia ingin melangkahkan ke kamar mandi, tiba-tiba ia terjatuh. Ia berusaha bangkit kembali, tetapi ia tidak mampu melakukannya. Kenapa aku pusing dan semuanya terasa berputar. Tak ada yang tahu kalau saat ini Almaira sedang terlentang di depan pintu kamar mandi.

__ADS_1


Di tempat lain Devan yang berusia menyelesaikan ritual mandinya, meminta kepada babysitter yang selama ini selalu membantunya membersihkan diri jika Almaira tidak memiliki waktu. "Mbak sus, di mana mami?Mengapa belum juga datang menghampiriku? tanya Devan penuh penasaran.


"Mami mungkin masih di kamar Tuan muda, tetapi Papi sudah berangkat ke kantor lebih awal pagi ini. Katanya ada pekerjaan penting yang harus ia urus saat ini. Nyonya Anita juga baru tersadar kalau menantunya belum turun juga hingga jam 08.00 pagi.


Nyonya Anita meminta kepada salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Setiawan, untuk memanggil Almaira. Nyonya Anita khawatir kalau Almaira dan Bimo terlibat masalah.


Sang asisten rumah tangga langsung pergi menghampiri Almira.


Tok ....


Tok ...


Tok ...


Asisten rumah tangga itu pun memberanikan diri membuka pintu kamar majikannya. Saat asisten rumah tangga itu masuk ke dalam kamar, ia tidak menemukan Almaira di sana.


Nyonya.....


nyonya ....


nyonya..... di mana, Panggil asisten rumah tangga itu. Tapi tak kunjung ada jawaban.


Terlihat tempat tidur masih berantakan dan Belum dirapikan sama sekali. Tiba-tiba netra asisten rumah tangga itu beralih ke arah kamar mandi. Alangkah terhenyaknya asisten rumah tangga itu, melihat Almaira sudah tergeletak di atas lantai tepat di depan pintu kamar mandi.

__ADS_1


Saat itu juga, asisten rumah tangga itu langsung berteriak minta tolong kepada orang-orang yang ada di rumah itu. Nyonya Anita yang mendengar suara teriakan dari lantai atas, tepatnya berasal dari kamar yang ditempati oleh Bimo dan Almaira semakin khawatir.


Ia pun meminta kepada petugas keamanan dan asisten rumah tangga lainnya untuk melihat apa yang terjadi di kamar itu. Saat petugas keamanan dan asisten rumah tangga lainnya sudah tiba di sana, mereka juga tidak kalah terkejutnya dengan asisten rumah tangga yang pertama kali melihat Almaira terletak.


Mereka Langsung membopong tubuh Almaira Turun ke bawah, berharap mereka akan segera membawa ke rumah sakit. Karena mereka tidak mengetahui apa yang terjadi kepada Almaira, hingga Almaira tergeletak di depan pintu kamar mandi.


Nyonya Anita yang tidak leluasa dapat berjalan seperti asisten rumah tangga lainnya berusaha mengikuti langkah para asisten rumah tangga itu, dan membawa Almaira masuk ke dalam mobil.


"Nyonya besar, sepertinya Nyonya Almaira harus kita bawa ke rumah sakit. tadi saya menemukannya tidak sadarkan diri di depan kamar mandi." ucap asisten rumah tangga itu, dibalas anggukkan dari Nyonya Anita.


lalu Nyonya Anita dengan tergopoh-gopoh melangkahkan kakinya mengikuti asisten rumah tangga itu masuk ke dalam mobil. Saat sudah berada di dalam mobil, salah satu petugas keamanan itu melajukannya ke arah jalan raya, menuju rumah sakit terdekat yang lokasinya tidak jauh dari rumah utama keluarga Setiawan.


Sementara Devan Sudah menangis dipelukan babysitter yang menjaganya tinggal di rumah. ia menjerit-jerit meminta kepada baby sitter itu, agar baby sitter itu mengizinkannya ikut menghantarkan Almaira ke rumah sakit. Tetapi dengan perintah Nyonya Anita, Baby sitter itu pun berusaha untuk menenangkan Devan, dan meyakinkan Devan kalau Almaira tidak akan kenapa-kenapa.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit, mereka akhirnya tiba di rumah sakit . terlihat salah satu asisten rumah tangga itu keluar,dan berteriak minta tolong kepada dokter dan suster yang bertugas di rumah sakit itu.


Sedangkan Nyonya Anita yang baru berusaha turun dari mobil, walaupun pelan-pelan ia berusaha melakukannya sendiri. Bersyukur saat ini, nyonya Anita sudah tidak menggunakan kursi roda lagi. Mengingat stroke yang ia alami beberapa tahun yang lalu.


Tapi karena Almaira merawat Nyonya Anita dengan telaten, memberikan terapi dan ramuan obat tradisional, yang diramu oleh ibu Fatimah. Akhirnya Nyonya Anita dapat kembali berjalan, walaupun tidak sempurna. setidaknya ia tidak perlu menggunakan kursi roda, dan dia dapat melakukan aktivitasnya sendiri tanpa dengan bantuan orang lain.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2