
Acara resepsi pernikahan Almaira dan Bimo akhirnya berjalan dengan lancar. Ada raut kebahagiaan di wajah Bimo saat para tamu undangan sudah mulai bepergian meninggalkan lokasi acara pesta pernikahannya.
"Mas kaki Almira sudah sangat pegal tubuhku terasa capek. Kira-kira kita sudah bisa turun tidak dari sini? tanya Almaira Karena ia merasa tubuhnya sudah terasa lelah, setelah satu harian melakukan aktivitas yang menguras tenaganya.
"Sebentar lagi Sayang, tunggu para tamu undangan dan rekan bisnis yang datang menghadiri pesta pernikahan kita pulang terlebih dahulu." tidak bagus kita meninggalkan mereka di sini." ucap Bimo dibalas anggukan dari Almaira.
Tuan Anggara dan nyonya Anjani Begitu juga dengan Nyonya Anita, datang menghampiri Almaira dan Bimo yang sedang berada di pelaminan."Sepertinya Almaira sudah lelah, Mami tidak ingin dia kenapa-kenapa. Lebih baik kalian pulang atau istirahat saja di hotel. Mami sudah mempersiapkan segalanya." ucap Nyonya Anjani kepada Almaira dan juga Bimo.
"Tidak mom, Almaira dan Mas Bimo hari ini harus pulang ke rumah utama Setiawan. Aku tidak ingin Putraku mencariku. Pasti Putraku merindukanku nanti jika kami tidak pulang ke rumah. Kami tidak perlu menginap di hotel. lebih baik kami pulang dan bisa berkumpul dengan kalian semua." ucap Almaira.
Bimo sama sekali tidak komplain dengan keputusan Almaira. Kalau mereka malam ini akan segera kembali ke rumah utama keluarga Setiawan. Seperti yang ia katakan sebelumnya ia tidak ingin membuat Devan menunggu mereka.
__ADS_1
Almaira dan Bimo berlalu meninggalkan Hotel itu. Masuk ke dalam mobil lalu sopir pribadi yang selalu setia menemani Bimo menghantarkannya kemana saja, melajukan mobil milik Bimo ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Setiawan.
"Tuan Mengapa tidak menginap di hotel saja? tanya Pak Yono penuh selidik.
"istri saya ingin segera kembali kerumah dia tidak ingin menginap di hotel. khawatir kalau Devan mencarinya.
"Kalau Tuan muda deh kan pasti sudah paham. Karena sebelumnya saya dan teman-teman di sana sudah memberitahu kepada Tuan muda Devan Kalau Tuan dan nyonya tidak pulang malam ini.
Bimo hanya tersenyum mendengar jawaban istrinya. Padahal sebenarnya di hati Bimo ingin sekali mereka menghabiskan waktu malam pertama di kamar hotel. yang menurutnya kalau mereka menginap di hotel, Ia merasa nyaman tidur dengan istrinya yang baru beberapa jam yang lalu sah menjadi istrinya.
Sementara Siska, sama sekali tidak diundang di acara pernikahan Bimo dan juga Almaira. karena demo mengetahui. pasti Siska akan melakukan sesuatu yang dapat membuat istrinya celaka. Sesuai dengan sumpahnya sebelumnya.
__ADS_1
Di sebuah kamar terlihat seorang gadis tampak acak-acakan."Kenapa kau lebih memilih wanita sialan itu? sudah sangat lama aku memendam perasaan ini tapi kau tidak pernah meliriknya. Kau jahat Bima, Apa kelebihan wanita itu dibandingkan diriku.
Kau sangat keterlaluan, teriaknya sambil menghempaskan barang-barang yang ada di dalam kamarnya. Ia masih belum terima kalau Almaira dengan Bimo sudah menyatu dalam ikatan pernikahan.
"Kau memang benar-benar wanita sialan. sama seperti apa yang dikatakan Oleh mami dulu kepadaku." gumam Siska dalam hati sembari memutar otak Bagaimana dirinya diri menghancurkan kehidupan rumah tangga Bimo dan Almaira. Agar dirinya yang menjadi pendamping hidup Bimo.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
__ADS_1