GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 59. ACARA WISUDA _GDK


__ADS_3

Dua Minggu kemudiaan, Acara wisuda Almaira. Almaira yang tampak cantik dan anggun memakai gaun kebaya ya yang melekat di tubuhnya. Memancarkan kecantikan Almaira semakin mempesona. Apalagi dengan riasan Almaira yang natural membuat kecantikannya semakin terpancar.


Ketika Bimo menghampiri Almaira yang sedang berada di kamar yang selama ini ditempati Almaira, Iapun menatap Almaira dengan seksama.


"Wah cantik sekali kamu sayang menggunakan gaun ini, apalagi dilengkapi dengan toga nya ." ucap Bimo memuji kecantikan Almaira


"Mas bisa aja gombalnya."


"Tidak sayang.....mas beneran kok kamu cantik banget, apalagi kamu memakai gaun ini dan make-up yang natural, membuat kecantikanmu semakin membuat Mas semakin jatuh cinta kepadamu sayang." ucap Bimo kepada Almaira membuat membuat Almaira tersipu malu.


"Sudah tidak perlu malu begitu sayang kamu memang cantik." Almaiea pun mendongakkan kepalanya. Ia langsung mengalungkan tangannya di leher jenjang Bimo.


"Kamu juga tampan mas." ucap Almaira sembari langsung mengecup wajah tampan Bimo. membuat Bimo tidak bisa berkutik. Tetapi dirinya menikmati sikap manis Almaira terhadapnya.


Bimo tidak mau kalah, ia pun membalas kecupan dari Almaira, ia tidak mau kalah dengan Almaira. Perlahan Bimo langsung mengecup bibir manis Almaira. Dari kecupan beralih ke ******* membuat mereka dimabuk asmara.


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga mereka membuat mereka sedikit terusik.


"Siapa sih..... ganggu aja." gerutu Bimo dalam hati. Tetapi Almaira yang melihat Bimo mengumpat, langsung cengengesan.


Bimo membalikkan tubuhnya. Ia melihat salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama Setiawan yang mengetuk pintu..


"Ada apa Bi?


"Ini Den!" kan acara wisuda Almaira jam 9 pagi, sementara Sekarang sudah jam 8.30 jadi Bibi Hanya mengingatkan saja. supaya Almaira tidak terlambat nanti. Tiba-tiba saja Devan berlari nyelonong masuk ke kamar yang selama ini ditempati oleh Almaira.


Yang mana Di kamar Almaira saat ini ada Bimo. "mom Devan ikut ya!"ucap Devan dengan nada memohon kepada Almaira. Almaira mengembangkan senyumnya menatap bocah kecil itu yang begitu tulus memohon kepadanya. "kau sudah terlihat tampan itu berarti kamu sudah bersiap-siap ingin menemani Mami ke acara wisuda. tentu Mami tidak memiliki alasan untuk tidak mengizinkan kamu ikut.


Kau Putra mami satu-satunya, jadi kau harus ikut melihat Mami di acara wisuda nanti." ucap Almaira sambil meraih tubuh bocah kecil itu kepelukannya. Almaira sudah mengetahui kalau Devan pasti ingin ikut menyaksikan acara wisudanya. sehingga Almaira sudah mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan Devan saat berada di kampus.


"Sayang Apa tidak sebaiknya Devan menunggu di rumah saja? tanya Bimo karena dia khawatir Devan akan membuat dirinya kerepotan di sana. "tidak, Putraku sangat baik. biarkan dia ikut ada babysitter yang menemani dirinya." ucap Almaira kepada Bimo dibalas anggukan dari Bimo.


Tiba-tiba suara Ibu Fatimah terdengar jelas di telinga Bimo yang baru datang dari Panti untuk menghadiri acara wisuda Almaira Karena sebelumnya Almaira sudah meminta Bu Fatimah dan adik-adik panti untuk menghadiri acara wisuda nya.

__ADS_1


"Sayang sepertinya ada suara Ibu Fatimah tuh di bawah!"


"Oh iya,.... berarti mereka sudah sampai ya Mas?"


"Mas juga kurang tahu, tapi sepertinya Mas mendengar suara ibu Fatimah di bawah.


"Ya sudah kita turunnya Mas, nanti Ibu Fatimah dan adik adik terlalu lama menunggu.


Almaira, Bimo dan juga Devan pun turun ke bawah. Mereka sudah melihat kedatangan Ibu Fatimah dan adik adik Panti lainnya. dengan setengah berlari, Almaira turun ke bawah.


"Sayang hati-hati!" teriak Bimo mengingatkan Almaira agar lebih hati-hati untuk berjalan menghampiri Bu Fatimah


Bimo berusaha untuk mengimbangi langkah Almaira


"Ibu....."teriak Almaira ambil langsung memeluk Bu Fatimah karena Almaira sudah sangat merindukan sosok ibu Fatimah yang iya anggap seperti ibu kandungnya sendiri.


"Hati-hati Almaira Nanti kamu jatuh loh?"


"Iya Bu, maaf soalnya Almaira kangen banget sama ibu. ucap Almaira sembari peluk cium Bu Almaira dan adik-adik Panti lainnya yang begitu sangat ia rindukan. Bimo pun memberi salam kepada Bu Fatimah dengan sopan.


"Tidak perlu nak, kami tadi naik angkutan umum kok, jadi tidak perlu menjemput ke kami langsung diantar kemari." ucap Bu Almaira dan juga Bimo.


"Terima kasih lho Bu, Ibu sudah mau datang menghadiri acara wisuda Almaira ucap Almaira kepada bu Fatimah.


"Sudah sewajarnya toh ibu harus datang menghadiri acara wisuda Putri Ibu, tidak mungkin Ibu tidak menyaksikan keberhasilan Putri Ibu dalam meraih gelar sarjananya. Apalagi Ibu tahu perjuangannya untuk meraih gelar itu tidak mudah." ucap Bu Fatimah sembari meneteskan air matanya.


"kau sudah aku anggap sebagai putriku sendiri. Dan selamanya kau tetap putriku ."ucap Ibu Fatimah sembari meneteskan air bening mengalir di wajah cantiknya.


"Bu Jangan Menangis, Lagi dong sekarang seharusnya kita bergembira karena Almaira bisa meraih gelar sarjananya dengan nilai yang sangat bagus."


"Ibu tidak menangis karena apa, tetapi ibu menangis karena terharu melihat Putri Ibu bisa meraih gelar sarjananya walaupun tanpa bantuan dari ibu.dan mengandalkan beasiswa yang kamu dapatkan.


"Terima kasih Tuan Bimo atas segala yang kamu lakukan kepada kami ucap Ibu Fatimah berterima kasih kepada Bimo. Ibu Fatimah merasakan segala bentuk rasa empati dan kasih sayang Bimo dituangkan ke panti asuhan yang selama ini dikelola oleh Ibu Fatimah.

__ADS_1


"Sudahlah Bu tidak perlu ditangisi. yang penting Sekarang, kita berpikir bagaimana ke depannya supaya lebih baik.


Bu Fatimah menganggukkan kepalanya ia merasa bersyukur memiliki Putri seperti Almaira "Ya Allah terima kasih engkau telah menghadirkan malaikat kecil penghibur hatiku seperti Almaira gumam Ibu Fatimah sembari terus menatap Almaira dan juga Bimo secara bergantian.


Nyonya Anita pun menghampiri Almira dengan melangkahkan kakinya tertatih-tatih dibantu dengan tongkat yang berada di sisi kirinya. "Selamat sayang atas wisudamu hari ini. sejujurnya Mami ingin menyaksikan acara wisuda kamu di kampus. Tetapi seperti yang kamu ketahui Mami tidak bisa, Kamu lihat sendiri kondisi kesehatan mami. Membuat Mami tidak dapat leluasa bepergian ke mana-mana.


Tetapi Mami sangat bersyukur dengan bantuan kamu dan ibu Fatimah, akhirnya Mami dapat berjalan lagi setelah beberapa bulan kemudian. walaupun dengan begini caranya tetapi Mami sangat bersyukur. Kalau tidak ada kamu entah apa yang akan terjadi untuk kesehatanku." ucap Nyonya Anita sambil memeluk Almaira.


"loh.... loh.... loh kok masih disini?sudah jam piro toh?" bukannya acara wisuda nya dimulai jam 9 pagi?"ucap salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman keluarga Setiawan mengingatkan majikannya acara wisuda diadakan pukul jam 9 pagi. Padahal Jam sudah menunjukkan pukul 8.45.


"Oh iya, lebih baik kita sekarang berangkat Nanti kita terlambat. ujar Bimo kepada Almaira dan adik-adik Panti lainnya.


Terlihat Almaira duduk di samping kemudi. Bimo duduk di bangku kemudi, sementara Devan, Ibu Fatimah dan salah satu babysitter Devan duduk di bangku kemudi. sedangkan adik-adik Panti lainnya berada di mobil yang dikendarai oleh supir pribadi keluarga Setiawan.


Di kampus yang selama ini tempat Almaira menimba ilmu dengan para mahasiswa lainnya,ternyata Stefani dan Ricardo sudah mulai gelisah karena melihat Almaira tak kunjung datang.


"Aduh Almaira kamu di mana sih?"gerutu Stefani khawatir karena Almaira tak kunjung datang.


"Ricardo kamu lihat Almaira tidak?


"Tidak!"


"Kok dia belum datang ya?"


"Coba kamu hubungin nomor ponselnya."


"Sudah tapi tidak diangkat."


"Waduh gimana nih Padahal acara wisuda sudah akan dimulai."


Bersambung.....


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


mampir yuk ke karya baru outhor ceritanya seru loh.



__ADS_2