
Sementara Nyonya Sarah tertawa di atas penderitaan yang dialami oleh Nyonya Anjani. Karena ia tidak mampu membiayai kehidupan Sesil. Sehingga dirinya pun membawa sesil ke panti asuhan dan meletakkannya begitu saja.
Hingga akhirnya Ibu Fatimah menemukan Sesil di panti asuhan kasih bunda yang dinamai saat ini Almaira.
Sekarang Aku sudah memberitahu kepada kalian yang sebenarnya. Siapa sosok Almaira." ucap Ibu Sarah kepada Bimo dan juga beberapa anak buah Bimo yang berjaga disana.
"Sekarang giliran kalian untuk menepati janji. Dimana uang yang kalian janjikan kepadaku."
"Aku akan memberikannya kepadamu, Tapi tidak sekarang. Jika kau ketahuan berbohong Aku akan membunuhmu." teriak Bimo kepada Nyonya Sarah yang masih terikat di kursi di ruangan yang gelap gulita hanya disinari dengan lampu putih.
"Kau bawa aku ke Tuan Anggara dan nyonya Anjani. Dan akui segala kesalahan yang kamu lakukan aku akan pastikan, kau tidak akan mendekam di penjara. Bahkan kau akan mendapatkan uang sebesar 500 juta." ucap Bimo kepada wanita itu membuat wanita paruh baya itu senyum sumringah.
"Aku setuju, tapi sebelumnya kau lepaskan ikatanku. Bagaimana bisa aku membawamu ke rumah milik Tuan anggaran dan nyonya Anjani, jika kau masih mengikat ku. ucap Ibu Sarah kepada Bimo. Bimo memberikan kode kepada anak buahnya agar segera melepaskan Ibu Sarah. dan ibu Sarah membawa mereka ke rumah yang selama ini ditempati oleh Tuan Anggara dan juga Nyonya Anjani.
Anak buah Bimo membawa Ibu Sarah masuk ke dalam mobil. "Cepat kasih tahu di mana tempat tinggal Tuan Anggara dan nyonya Anjani." teriak anak buah Bimo sambil menodongkan pistolnya di bagian kepala ibu Sarah.
Ibu Sarah sama sekali tidak berkutik, selain dirinya menuruti keinginan Bimo dan anak buahnya. Saat ini Bimo benar-benar tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan bertemu dengan orang tua kandung Almaira.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam menelusuri jalanan ibukota. Akhirnya mereka tiba di sebuah rumah mewah bercat serba putih, berlantai 3 model Mediterania. Membuat Bimo menatap area rumah dimana saat ini mereka berada.
"Dimana rumahnya?" teriak anak buah Bimo.
"Ini rumahnya." ucap Ibu Sarah sambil bergetar ketakutan karena melihat pistol yang ditodongkan ke bagian kepalanya. Salah satu anak buah Bimo turun dan bertanya kepada petugas keamanan yang berjaga di pintu gerbang.
"Maaf Apa benar ini rumah tuan Anggara?" dan nyonya Anjani? tanya salah satu anak buah Bimo kepada petugas keamanan yang berjaga di sana.
__ADS_1
"Iya benar.
" Anda siapa ya? tanya petugas keamanan itu sambil melihat anak buah Bimo dari ujung kaki hingga ujung rambut.
"Bos ku ingin bertemu dengan Tuan Anggara dan nyonya Anjani apa tidak ada?
"Iya,dia ada. Tapi saya harus bertanya lebih dahulu.
"Katakan ini sangat penting." ujar anak buah Bimo meminta kepada petugas keamanan itu menyampaikan pesan darinya.
Beberapa menit kemudian, petugas keamanan itu kembali ke pos. Silakan masuk Tuan. Tuan anggaran sudah menunggu di sana." ucap petugas keamanan itu sambil membuka pintu gerbang yang menjulang tinggi.
Mobil yang ditumpangi oleh Bimo dan beberapa anak buahnya beserta ibu Sarah pun, masuk ke area rumah. Lalu petugas keamanan itu kembali menutup pintu gerbang.
Bimo turun dari mobil miliknya, Setelah anak buahnya membuka pintu untuknya. Dengan langkah elegan, Bimo melangkahkan kaki masuk dari pintu utama setelah petugas keamanan itu mempersilahkan.
Ketika Bimo Sudah masuk, ia sudah disambut oleh pria paruh baya yang sedang duduk di ruang tamu. Tuan Anggara langsung berdiri karena ia mengenali sosok Bimo. Wajah Bimo yang sering sekali menghiasi layar kaca. Membuat dirinya terhenyak seorang pengusaha sukses seperti Bimo datang menghampirinya ke rumah yang selama ini ia tempati.
"Selamat malam Tuan Anggara." sapa Bimo sambil menjulurkan tangannya memberi salam kepada tuan Anggara.
"Iya Selamat malam Tuan Bimo, satu kehormatan bagi saya seorang pengusaha sukses menyempatkan diri datang ke rumah kami ini." ucap Tuan anggaran sambil mempersilahkan Bimo duduk di di ruang tamu bersama Tuan Anggara.
Salah satu asisten rumah tangga sudah bersiap untuk menyuguhkan minuman kepada Bimo, ia belum mengetahui maksud dan tujuan Bimo datang ke rumah majikannya.
"Ada gerangan apa Tuan Bimo datang ke rumah kami?
__ADS_1
"Mungkin Jika saya memberitahu anda, anda tidak percaya.
"Ada apa Tuan jangan berbelit-belit seperti ini membuat saya bingung.
"Sekitar 20 tahun yang lalu Apakah anda pernah kehilangan bayi? tanya Bimo kepada tuan Anggara. Membuat Tuan antara terhenyak
"Mengapa anda mengetahui itu? kami sudah sangat lama mencari keberadaan putri kami, tetapi kami tak kunjung menemukannya. Entah dimana dia sekarang. Apa masih hidup atau tidak." ucap Tuan anggaran sambil air bening memenuhi kelopak matanya.
"Saya hampir bangkrut dan istri saya hampir kehilangan kewarasannya, ketika mengetahui Putri Kami menghilang. Apalagi dulu kami sudah sangat lama menantikannya. Membuat jiwa istri saya terguncang. saya pun tidak konsentrasi mengelola bisnis yang selama itu saya kelola." ucap Tuan Anggara kepada Bimo
"Dia masih hidup, dan sehat anda tenang saja. Saya membawa kejutan kepada anda." ucapnya sambil bertepuk tiga kali, memberikan kode kepada anak buahnya membawa Ibu Sarah masuk ke dalam rumah milik Tuan Anggara dan nyonya Anjani.
Nyonya Anjani yang baru keluar dari kamarnya menghampiri Tuan Anggara, ketika dirinya mendengar ada lawan bicara suaminya di ruang tamu.
"Ada tamu Mas! ucap Nyonya Anjani sambil mengembangkan senyumnya kepada Bimo
"saya Bimo Setiawan." ucap Bimo sambil memberi salam kepada Nyonya Anjani.
"iya saya mengenal Tuan ,dari layar kaca karena Tuan sering sekali menghiasi layar kaca." ucap Nyonya Anjani sambil kembali mempersilahkan Bimo duduk di tempat duduknya semula.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya teman emak