GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 30. VIRAL _GDK


__ADS_3

Dikala Almaira masih bingung dengan pemberitaan itu, Nyonya Anita justru mengembangkan senyumnya menatap pemberitaan itu secara bergantian dengan putranya Bimo. "Ngapain kamu meminta asistenmu untuk mencari tahu Siapa pembuat berita itu? toh tidak mempengaruhi bisnis kamu. Bahkan bisnis kamu akan semakin berkembang jika mengetahui kamu sudah melepas masa duda kamu.


"Masalahnya bukan disitu mom?


"Terus masalahnya dimana? dan mengapa kamu terlihat sangat emosi?


"Kalau Bimo tidak masalah mom, yang Bimo pikirkan saat ini, reputasi Almaira. Pasti teman-temannya akan mempertanyakan hal pemberitaan ini nanti di kampus. Almaira nanti malu akan pemberitaan ini mom." ucap Bimo mencemaskan Almaira jika pemberitaan itu diketahui oleh teman-teman Almaira. Begitu juga dengan Ibu Fatimah dan anak-anak Panti lainnya.


Almaira saja tenang-tenang. Tidak seperti kamu panik nya tidak ketulungan. Lagian Apa salahnya jika Almaira menjadi menantuku? ucap Nyonya Anita sambil mengembangkan senyumnya menatap Almaira dan Bimo secara bergantian.


Sontak Almaira membulatkan matanya seolah tidak percaya apa yang ia dengar saat ini. jangan bercanda mom, itu tidak mungkin selera mas Bimo bukan sepertiku, yang hanya anak yatim piatu dan dibesarkan di Panti asuhan.


Pasti Mas Bimo akan mencari yang sepadan dengannya. Mas Bimo juga pasti tidak ini pendamping hidupnya bikin malu jika bertemu dengan rekan bisnisnya, dan memperkenalkan Ibu sambung dari Devan. Almaira hanya pengasuh Devan disini, tidak pantas Almaira berdampingan dengan Tuan Bimo." ucap Almaira dengan pikirannya sendiri.


Bimo hanya terdiam mendengar apa yang diucapkan oleh Almaira. Dia tidak membantah sama sekali. Sementara Nyonya Anita langsung membantah. "Memangnya kenapa jika kamu anak yatim piatu dan dibesarkan di Panti asuhan? Sepertinya itu tidak masalah asalkan Di Antara Kalian tumbuh rasa cinta.


Mami tidak pernah mempermasalahkan hal itu, tetapi yang Mami inginkan wanita yang benar-benar dapat menyayangi cucu mami dengan tulus dan juga berakhlak." ucap Nyonya Anita terus terang di depan Almaira dan Bimo.


Almaira mengerutkan keningnya seolah Almaira belum percaya apa yang diucapkan oleh Nyonya Anita. "Mana mungkin Tuan Bimo menikah denganku itu antara langit dan bumi, ah mikirin apa aku ini sampai kesitu pemikiranku." gumamnya dalam hati sembari langsung berpamitan kepada Nyonya Anita dan juga Bimo, ingin segera membersihkan diri bersama Devan.


Almaira pun langsung menggendong Devan pergi ke kamar mandi membersihkan tubuh di Devan terlebih dahulu. Karena ia tahu Devan sudah sangat mengantuk. "Sayang kita mandi dulu yuk, habis itu langsung tidur istirahat." ujar Almaira menggendong tubuh Devan berlalu meninggalkan Nyonya Anita dan Bimo yang masih duduk di ruang tamu.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Devan sudah terlihat rapi dan bersih, menggunakan piyama yang biasa digunakan oleh Devan saat tidur. Almaira membaringkan tubuh Devan di atas tempat tidur, lalu membacakan dongeng untuknya. Menyanyikan lagu anak untuk tidur membuat hati Devan merasa bahagia.


Ia seolah mendapatkan kasih sayang penuh dari ibu kandungnya sendiri. Setelah membaca dongeng, beberapa lembar yang ada di dalam buku dongeng, akhirnya Devan tertidur pulas. Almaira mengecup kening Devan dengan penuh kasih sayang.


Tanpa ia sadari, Bimo memperhatikan apa saja yang dilakukan oleh Almaira kepada putranya."Dia tulus menyayangi Putraku." gumamnya dalam hati sembari perlahan meninggalkan kamar yang selama ini ditempati oleh Devan.


Sementara Almaira setelah memastikan Devan sudah tertidur pulas, Ia pun berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan. Dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya, Ia pun keluar dari kamar mandi setelah selesai melakukan ritual mandinya.


Kini Almaira sudah berada di kamar tampak Almaira gelisah akan pemberitaan yang ada di layar televisi. "Apa yang harus aku lakukan nanti jika pemberitaan itu diketahui oleh Stefani dan juga Ricardo Dan Rehan gumamnya di dalam hati sembari menggunakan baju tidur yang biasa ia gunakan.


Almaira melirik paper bag yang terletak di atas meja. Ia melihat isi paper bag itu gaun dan juga dress yang ia pegang sebelumnya. "Ternyata gaun yang aku pengang semua dibayar oleh Bimo untuknya. "Astaga semua pakaian yang aku pegang sebelumnya di butik itu dibayar oleh Mas Bimo. Ada-ada saja Mas Bimo, sampai mengeluarkan uang sebesar puluhan juta rupiah untuk memberikan ini padaku." gumamnya dalam hati seolah tidak percaya.


"Hallo assalamualaikum! Sapa Almaira di dalam sambungan telepon selulernya


"Syalom." sahut Stefani dari ujung telepon membuat Almaira langsung terkekeh. Kedua sahabat ini memang berbeda keyakinan Tetapi walaupun berbeda keyakinan, di antara mereka tidak pernah namanya ada pertikaian Bahkan mereka berdua selalu kompak dan saling bahu membahu dan saling mendukung.


"Ada apa kamu menghubungiku malam-malam seperti ini? Kalau kamu untuk menanyakan tugas yang diberikan oleh dosen, Aku tidak mau karena kamu sudah kebiasaan untuk mencontek dariku." ucap Almaira di dalam sambungan telepon selulernya.


"Is..., kamu ini belum lagi Aku berbicara sudah kamu main ngerocos saja. Aku tidak ingin meminta tugas darimu, aku sudah menyelesaikan tugas yang diberikan dosen kepadaku, kamu tenang saja deh. Lagian judul skripsiku sudah di-acc oleh dosen pembimbingku." ucap Stefani di dalam sambungan telepon selulernya.


"Alhamdulillah, kalau begitu berarti kamu tidak akan menjadi bebanku lagi." ucap Almaira sambil terkeket berniat untuk bercanda.

__ADS_1


"Tidak perlu mengalihkan pembicaraan ini. lebih penting dari skripsi kita. Ini ada sesuatu hal yang akan aku tanyakan kepada kamu.


"Apa itu? sepertinya kamu terlihat serius." ucap Almaira pura-pura tidak mengetahuinya.


"Apa kau tahu fotomu beredar di sosial media bahkan di layar televisi, kebersamaan kamu dengan seorang pengusaha kaya raya yang ada di negara ini. Bersama dengan putranya bernama Devan. Tolong jelaskan kepadaku Apa benar itu semua? tanya Stefani di dalam sambungan telepon selulernya yang sudah sangat kepo dengan pemberitaan yang ada saat ini.


"Jangan dipikirkan, itu tidak benar. Aku hanya menjadi Ibu asuh dari majikanku. Itu saja, tetapi jika kamu dipertanyakan siapapun bilang saja kamu tidak tahu apa-apa. Jangan memperkeruh suasana. Jangan kamu memberitahu informasi apapun tentangku, dan tentang majikanku. Karena itu dapat membuat hidup anak-anak Panti menderita nantinya.


Mereka tidak akan mendapatkan santunan lagi dari majikanku, dan juga mendapatkan tempat tinggal di sana." mohon Almaira kepada Stefani agar tidak memberikan informasi apa-apa kepada wartawan, jika suatu saat nanti wartawan bertanya kepadanya tentang hubungan Almaira dengan Bimo saat ini.


Kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan adik-adik Panti tidak mendapatkan santunan dari majikanmu. dan aku juga akan mengatakan kepada sahabat kita Raihan dan Ricardo agar tidak memberitahu kepada siapapun tentangmu." ucap Stefani berjanji kepada Almaira kalau dirinya tidak akan memberitahu kepada siapapun tentang siapa sosok Almaira sebenarnya di kehidupan Bimo Setiawan dan juga Devan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓 sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya teman emak



?

__ADS_1


__ADS_2