GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 63. PESAN WHATSAPP _GDK


__ADS_3

Almaira sangat bahagia mendapat kejutan dari Bimo di momen yang sangat bahagia saat Almaira meraih gelar sarjana, Kini ia dilamar oleh seorang pengusaha kaya raya Bimo Setiawan. Nyonya Anita, Devan, Ibu Fatimah dan adik-adik Panti lainnya langsung bertepuk tangan. Saat keduanya saling berpelukan mengungkapkan isi hati mereka masing-masing.


"Mami....papi....! teriak Devan berlari menghampiri Bimo dan Almaira. Bimo dan Almaira langsung menoleh ke arah depan yang berlari menghampiri mereka. Almaira mengembangkan senyumnya lalu berjongkok mengimbangi tinggi badan Devan.


"Putra Mami di sini juga? tanya Almaira sambil meraih tubuh Devan kepemukanya.


"Iya mom, karena kau memang mamiku untuk selamanya. Jangan pernah meninggalkan depan lagi mom." ucap Devan sambil memberikan ucapan hangat di wajah cantik Almaira yang masih menggunakan toganya.


Terlihat Nyonya Anita dan adik-adik Panti lainnya, mengembangkan senyumnya lalu menghampiri keduanya. "Selamat ya atas wisudamu sayang. Mami berharap kalian jangan membuat Mami menunggu lagi. lebih baik pernikahan kalian dipercepat." ujar Nyonya Anita sambil memeluk Almaira. Nyonya Anita sangat bahagia mendengar ketika Almaira menerima lamaran Bimo.


Ia tidak menyangka Almaira juga mencintai putranya yang sudah duda. "Apakah kau memang benar-benar mencintai Bimo? tanya Nyonya Anita kepada Almaira. Almaira tidak langsung menjawab Ia memeluk Nyonya Anita dengan pelukan kasih sayang.


"Kalau Almaira tidak mencintai Mas Bimo, tidak mungkin Almaira menerima lamaran Mas Bimo. Almaira juga sangat mencintai Mas Bimo sama seperti mencintai diri Almaira sendiri." Sahut Almaira sambil menundukkan kepalanya. Merasa sedikit malu mengakui rasa cintanya di hadapan Nyonya Anita.


"Tidak perlu malu seperti itu sayang, justru Mami sangat menyukai kalau kamu berterus terang langsung kepada kami. Tidak ada yang kamu tutup-tutupi. Jujur Mami sangat bahagia kamu telah berkata jujur kepada mami."Nyonya Anita menatap Almaira dengan tatapan arti.


Tiba-tiba Almaira teringat dengan kata-kata Siska yang mengatakan kalau dirinya tidak pantas untuk mendampingi Bimo Setiawan. raut wajah Almira langsung berubah membuat Bimo sedikit heran melihat perubahan wajah Almaira. "Ada apa Sayang? Apa yang kau pikirkan? tanya Bimo penuh.


Almaira menggelengkan kepalanya. lalu meminta Bimo untuk segera membawanya pulang ke rumah. Padahal mereka belum menikmati makanan yang dihidangkan di sana.


"lebih baik kita pulang saja!" ucap Almaira sambil memalingkan wajahnya dari Bimo.


"Bagaimana mungkin kita pulang saya, makanannya belum kita cicipi dan sepertinya adik-adik masih menikmati suasana di sini."sahut Bimo berusaha untuk menahan Almaira di sana.


"Aku tidak ingin lebih lama di sini. Biarkan mereka menikmati makanannya, Aku ingin segera pulang dan istirahat Aku capek."ucap Almaira sambil langsung melangkah keluar dari restoran itu. Padahal restoran itu sudah didesain sedemikian rupa untuk memberikan kejutan kepada Almaira.

__ADS_1


Ting....


Suara notifikasi ponsel Almaira terdengar jelas di telinganya. Almaira meraih ponsel yang ada di tas sandang miliknya.


"kamu tidak pantas mendampingi Bimo, wanita yang dibesarkan di Panti asuhan seperti kamu seharusnya bercermin terlebih dahulu.


Jangan mimpi menjadi pendamping hidup Bimo. Karena kau tidak pantas menjadi pendampingnya. Dia hanya memberikanmu kejutan yang tidak ada artinya. Karena pernikahan kalian tidak akan terjadi."Jangan mimpi." pesan Whatsapp panjang itu dibaca oleh Almaira. yang pasti Almaira sama sekali tidak mengetahui siapa yang mengirimkan pesan Whatsapp itu.


"Ada apa sayang? tanya Bimo ketika melihat cara tatapan Almaira kepada Bimo menatapnya dengan tatapan tajam. Almaira terdiam lalu masuk ke dalam mobil. "Tidak ada apa-apa aku hanya ingin segera pulang dan istirahat. Rasanya tubuhku sangat lelah." sahutnya sambil memalingkan wajahnya dari Bimo.


"Ada apa sayang?


katakan sesuatu kepadaku Jika ada yang mengganjal di hatimu. Tadi kau masih tersenyum bahagia. Tetapi Mengapa tiba-tiba berubah. Apa kesalahan yang aku lakukan? Almaira menggelengkan kepalanya ia masih bingung dengan pesan Whatsapp itu.


"Tidak, Mas tolong biarkan Almaira sendiri.


kring...


kring...


suara Deringan ponsel Almaira terdengar jelas di telinganya. Ia melihat di layar ponselnya nomor yang menghubungi dirinya sama tidak ada di list kontaknya.


Almaira mengerutkan keningnya, siapa yang menghubungiku tanyanya dalam hati sembari melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya.


"Siapa sayang? Bimo kembali bertanya kepada Almaira. Almaira mengerikan bahunya. Ia benar-benar tidak mengetahui siapa yang menghubungi dirinya.

__ADS_1


"Angkat saja sayang, Siapa tahu penting tapi hidupkan speakerphone-nya."ujar Bimo.


Almaira menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada siapa yang menghubungi dirinya.


"Hello.... Assalamualaikum sapa Almaira di dalam sambungan telepon selulernya.


"Aku tahu siapa jati dirimu, kalau aku memberitahu kau itu siapa sebenarnya Bimo tidak akan Sudi menikah dengan. Jadi bersiaplah untuk kehilangan lelaki yang kau cintai."ucap seseorang yang berada di ujung telepon Sambil tertawa ngakak.


Membuat Almaira mengerutkan Keningnya sambil menatap Bimo dengan tatapan tanya.


"Siapa kau? tanya Almaira


"Kau tidak perlu mengetahui siapa aku. yang pasti aku tahu kau siapa, dan mengapa kau berada di Panti asuhan." ucap seorang pria dari ujung telepon lalu,langsung memutuskan sambungan telepon selulernya.


"Katakan siapa kau sebenarnya?


"Mengapa kau mengatakan demikian?! Apakah tahu sebenarnya Siapa orang tuaku? tanya Almaira berharap seseorang yang menghubungi dirinya berterus terang kepadanya. Air bening mulai memenuhi kelopak mata Almaira. Ia berharap Allah masih mengizinkannya bertemu dengan kedua orang tuanya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain "Hasrat Tuan Muda Arogant"

__ADS_1



__ADS_2