
"Mas akan tetap menunggu janjimu. jadi tolong kamu pikirkan baik-baik, besar harapanku kau menerima cintaku walaupun aku lelaki yang sudah duda. Tetapi percayalah hanya kamu yang mampu memporak-porandakan hati ini. karena mas sangat mencintaimu Almaira." kembali Bimo mengucapkan kata-kata yang sama kepada Almaira.
Almaira menatap Bimo dengan tatapan penuh arti. Entah mengapa Almaira juga merasa nyaman berada di rumah utama keluarga Setiawan. Apalagi Bimo begitu perhatian terhadap Almaira. itu dapat dirasakan oleh Almaira sendiri. Kesalahan yang tidak disengaja memang membuat hati Almira sedikit tergores.
Tetapi setelah Bimo menjelaskan kepada Almaira, itu dipengaruhi karena alkohol yang ia minum terlalu banyak. dan itu terjadi karena rasa cemburunya kepada dosen dan juga Ricardo yang begitu dekat dengan Almaira.
Tiba-tiba suara Devan terdengar jelas di keduanya Memanggil nama Almaira. "Mami.... teriak Devan sambil mencari keberadaan Almaira dan juga Bimo. Hal itu membuat Almaira langsung berlari meninggalkan Bimo menghampiri Devan. Almaira tidak ingin Devan menangis karena mencari dirinya.
"Putra Mami yang tampan sudah bangun? tanya Almaira sambil menghampiri Devan yang masih berada di pintu kamar sambil mengucek matanya.
"Mom, Papi dimana? tanya Devan sambil meneliti seisi ruangan tidak melihat sosok Bimo disana.
"Papi sekarang ada di ruang makan baru selesai makan. Mungkin sebentar lagi dia akan ke sini. Bagaimana tidurmu siang ini apakah kamu mimpi yang indah? Devan mengembangkan senyumnya lalu memeluk Almaira yang masih setia berjongkok mengimbangi tubuh Devan.
__ADS_1
Almaira memberikan kecupan hangat di wajah tampan Devan. Bocah yang sanggup menahan armaira tinggal di rumah utama keluarga Setiawan. "Maaf apa kita jadi pergi ke panti? tanya Devan kepada Almaira karena sebelumnya Almaira sudah berjanji kepada Devan pergi ke panti asuhan kasih bunda di mana Almaira dibesarkan saat masih kecil.
"Tentu dong sayang kita ajak Papi ke sana.
"Mami serius?
"Mami serius sayang mami tidak mungkin berbohong.
"Hore.....! berarti Devan akan bertemu dengan teman-teman di sana." Devan terlihat kegirangan ketika Almaira berjanji kalau mereka akan tetap pergi ke panti asuhan untuk bertemu dengan adik-adik pantinya dan juga Ibu Fatimah.
"Ayo dong Pi, bersiap pergi ke panti Mami sudah janji ingin membawa Devan ke sana. dan bertemu dengan teman-teman Devan di sana ucap Devan tampak antusias ingin segera pergi ke panti asuhan kasih bunda.
Bimo mengembangkan senyumnya lalu masuk ke dalam kamar mengganti pakaiannya yang layak digunakan melihat anak-anak Panti untuk bersekedar bersilaturahmi ke sana. "Sayang sebaiknya kita pesan makanan untuk kita bawa ke sana. tiba-tiba saja Bimo memanggil Almaira dengan panggilan sayang. Membuat Almaira mengerutkan keningnya sedikit bingung Bima memanggil Sayang untuk siapa.
__ADS_1
Almaira mengira panggilan sayang itu untuk Devan sehingga ia tidak menyahuti perkataan Bimo. "Sayang kita pesan makanan di mana untuk kita bawa ke panti? lagi-lagi Bimo memanggil Almaira dengan panggilan sayang.
Almaira menoleh ke arah Bimo. "Mas aku ngomong sama siapa? Devan mana paham memesan makanan dimana. ucap Almaira menatap heran kepada Bimo. "Memangnya siapa yang berbicara kepada Devan sayang, tidak mungkin juga Devan paham akan hal itu. ucap Bimo sambil mengembangkan senyumnya.
Almaira menatap heran Bimo memanggil dirinya panggilan sayang. "Jangan menatapku seperti itu sayang, nanti jantungku berhenti berdetak." ucap Bimo sambil langsung meraih tubuh Almaira kependudukannya. sedangkan Devan yang ada di sana bertepuk tangan melihat Bimo memeluk Almaira seolah dirinya bahagia melihat kedekatan Bimo dan juga Almaira.
Kini Almaira sudah paham kalau panggilan sayang itu untuknya. "Jangan menggombalku, nanti aku bisa besar kepala."ucap Almaira sambil terkekeh." Ayo dong mom, kita pergi ke panti Devan sudah tidak sabar lagi. Mohon Devan kepada Almaira dan juga Bimo.
Bimo langsung menggendong tubuh putranya selalu berjalan keluar dari apartemennya diikuti oleh Almaira. Sementara asisten rumah tangga yang baru tiba di sana terhenyak melihat sosok wanita asing berada di apartemen milik Tuannya. Semenjak sang asisten rumah tangga bekerja di apartemen milik Bimo, belum pernah seorang wanita pun yang masuk ke dalam apartemen itu selain Nyonya Anita.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓