GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 40. CEMBURU _ GDK


__ADS_3

Bimo Hanya berdiam diri di depan mobil miliknya. Menunggu Almaira selesai berbicara dengan kedua sahabatnya. "Maaf aku harus segera pulang, karena pekerjaanku sudah menanti disana." ucapnya sambil mengembangkan senyumnya menatap Stefani dan Ricardo dengan Tatapan yang sulit diartikan.


Almaira masuk ke dalam mobil milik Bimo yang masih setia menunggu dirinya di sana. Sementara Stefani dan Ricardo memilih untuk menikmati makanan ringan di kantin. Bimo melajukan mobil miliknya ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Setiawan.


Di sepanjang perjalanan, Almaira masih diam membisu menatap lurus ke depan tanpa ada niatan untuk berbicara kepada Bimo. "Bagaimana Apa kamu berhasil mendapatkan tanda tangan dari dosen? tanya Bimo untuk mencairkan suasana.


Almaira menganggukkan kepalanya. Ia tidak ingin mengeluarkan suara sedikitpun. Bimo menghela nafas panjang


"Apa kau masih marah kepadaku?


"Maafkan aku. Aku sudah melakukan hal yang tidak pantas kepadamu. Itu semua di luar kendaliku." ucapnya dengan nada memohon.


sejujurnya tidak hanya merasa dilecehkan oleh Bimo yang membuat hati Almaira menjadi merasa kesal kepada Bimo.


Tetapi karena Bimo pergi ke sebuah klub malam, yang tidak tahu mengapa dirinya menyebut-nyebut nama Almaira yang membuat dirinya harus minuman haram itu.


"Kau pasti sudah lapar. Karena kau sebelumnya belum sarapan di rumah sebelum pergi ke kampus. lebih baik kita makan dulu." ucap Bimo sambil langsung menepikan mobilnya ke sebuah restoran ternama yang ada di kota ini.


Bimo keluar dari mobil miliknya memutari mobil itu, membuka pintu mobil agar Almaira dapat keluar dengan leluasa. Tetapi sebelum Bimo membuka mobil itu, Almaira sudah terlebih dahulu membukanya.


"Ada apa? Untuk apa kamu menghampiriku?. aku bisa buka sendiri dan turun Sendiri. ucap Almaira dengan nada Ketus. Jangan membuatku layaknya seperti ratu, karena kamu melakukan kesalahan kepadaku. Aku tidak akan pernah menjadi ratu. Aku hanya seorang Upik abu yang hanya dapat direndahkan oleh orang-orang."ucap Almaira sambil melangkahkan kakinya keluar dari dalam mobil itu.


Bimo hanya diam saja, dan berusaha untuk tersenyum kepada Almaira walaupun Almaira sudah menyindirnya. Bimo berjalan menggandeng tangan Almaira. Almaira berusaha melepaskan genggaman tangan Bimo. Tetapi ia gagal karena tenaga Almaira kalah kuat dari Bimo.

__ADS_1


Terlihat dua orang pelayan yang melihat kehadiran Bimo disana, membungkukan badannya membuka kedua sisi pintu restoran mempersilahkan Bimo dan Almaira masuk ke sana. Salah satu pelayan menuntun Bimo dan Almaira duduk di ruang VIP yang tersedia di restoran itu.


"Silakan Tuan." ucap pelayan itu mempersilahkan Bimo dan Almaira duduk di sana. Terlihat Almaira menelisik seisi ruangan. Seumur-umur Almaira belum pernah makan di restoran bintang 5 seperti saat ini. "Pasti makanannya mahal di sini." gumamnya dalam hati.


Tetapi ia sama sekali tidak berniat untuk berkomentar. Pelayan itu pun memberikan daftar menu kepada Bimo dan juga Almaira. "Aku memesan makanan spesial yang termahal di restoran ini." ucap Almaira untuk meluapkan amarahnya.


Bimo mengembangkan senyumnya menatap Almaira dengan tatapan penuh cinta." Aku akan menghabiskan uangmu di restoran ini makanan di sini pasti mahal-mahal." Ketus Almaira yang mampu membuat Bimo tertawa cengengesan.


"Pesan sesukamu. Itu tidak masalah bagiku, uangku tidak akan habis Jika kamu memesan semua makanan yang ada di sini. Bahkan seluruh tempat ini juga bisa aku beli tanpa menghabiskan uangku." ucap Bimo Sambil tertawa cengengesan.


Niat hati membuat Bimo menjadi kesal, justru dirinya sendiri yang kesal membuat Almaira langsung terdiam. "Aneh hanya dia laki-laki yang tidak kesal melihatku bersikap seperti ini. Dia pasti akan jenuh nanti dan membiarkanku kembali ke panti." gumamnya dalam hati.


Setelah menunggu beberapa menit kemudian, menu makanan pesanan mereka pun tiba. Dua orang pelayan datang menghampiri meja yang mereka tempati membawa beberapa menu makanan yang ada di restoran itu. Terlihat pelayan Itu menghidangkan menu makanan yang cukup banyak.


"Tidak, aku tidak membuatmu akan mati kekenyangan, Aku ingin kau mencicipi makanan ini semua yang mana yang lebih enak. Itulah yang kamu pilih untuk kamu santap.


"Tapi makanan ini mubajir jika kita tidak menghabiskan makanannya. Banyak orang-orang di luar sana yang tidak dapat menikmati makanan. Mengapa kamu membuang-buang uangmu hanya untuk makanan seperti ini? yang harganya juga sangat fantastis." gerutu Almaira yang tidak suka melihat sikap Bimo membuang-buang makanan.


Kalau begitu pilih makanan yang kamu suka, nanti selebihnya kita bungkus lalu kita berikan kepada orang yang membutuhkan." ucap Bimo dibalas anggukan dari Almaira lalu ia pun memakan menu makanan yang membuat Almaira menelan silvanya.


Beberapa menit kemudian setelah Almaira menyantap menu makanan yang ia pilih, akhirnya Almaira pun sudah merasa kenyang setelah dirinya tidak menyantap sarapan pagi di rumah.


" Apa kau masih marah kepadaku?" tanya Bimo penuh selidik

__ADS_1


"Aku ingin bertanya kepada Tuan Bimo Setiawan yang terhormat. "mengapa anda melakukan itu semua?


"Melakukan apa?


"Anda pergi ke klub malam mabuk-mabukan, apa anda tidak menyayangi Devan? dan untuk apa anda meminum minuman haram itu?" ucap Almaira meminta kepada Bimo untuk menjawabnya dengan jujur.


Bimo terdiam. Ia enggan mengungkapkan Mengapa dirinya pergi ke klub malam untuk menghibur diri. Karena dirinya merasa cemburu melihat Almaira makan bersama di salah satu restoran bersama dosennya. Di samping itu, ia juga pergi ke rumah seseorang yang sama sekali ia tidak tahu siapa.


Yang pasti Almaira pergi bersama seorang lelaki ke sebuah minimarket lalu kembali ke kampus. Bimo curiga, Almaira sudah memiliki kekasih dan akan meninggalkan rumah utama keluarga Setiawan. Padahal dirinya sudah sangat mencintai Almira. Ia baru menyadari kalau dirinya mencintai Almaira, saat dirinya melihat sosok Almaira pergi bersama lelaki lain dan menerima sebuah sambungan telepon seluler dari lelaki lain.


"Kenapa diam Tuhn Bimo Setiawan yang terhormat? Aku membutuhkan penjelasan dari anda. tanya Almaira kepada Bimo.


Bimo menatap Almaira dengan Tatapan yang sulit diartikan. Ia benar-benar sulit menjelaskan dan bingung bagaimana caranya menjelaskan kepada Almaira.


Saat Almaira menunggu jawaban dari Bimo, deringan ponsel Almaira kembali berdering hingga mengalihkan perhatiannya. Ia melihat nomor ponsel Nyonya Anita yang menghubungi dirinya.


Almaira langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Nyonya Anita. Tetapi bukan Nyonya Anita yang berbicara kepadanya, melainkan Devan bocah kecil yang selalu menantikan kehadiran Almaira di rumah utama keluarga Setiawan. Meminta kepada Almaira untuk segera kembali ke rumah utama. Karena dirinya sangat merindukan Almaira dan ingin bermain bersama di sana.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


__ADS_2