
Nyonya Anjani yang baru keluar dari kamarnya menghampiri Tuan Anggara, ketika dirinya mendengar ada lawan bicara suaminya di ruang tamu.
"Ada tamu Mas! ucap Nyonya Anjani sambil mengembangkan senyumnya kepada Bimo
"saya Bimo Setiawan." ucap Bimo sambil memberi salam kepada Nyonya Anjani.
"iya saya mengenal Tuan ,dari layar kaca karena Tuan sering sekali menghiasi layar kaca." ucap Nyonya Anjani sambil kembali mempersilahkan Bimo duduk di tempat duduknya semula.
Tidak menunggu lama anak buah Bimo masuk ke rumah utama keluarga Tuan anggaran, dengan membawa Ibu Sarah sambil menodongkan senjata kepala nyonya Sarah.
"Ada apa ini? tanya Tuan Anggara penuh selidik karena ia terhenyak melihat Ibu Sarah berada di sana dengan ditodongkan senjata oleh anak buah Bimo. Bimo pun memberitahu apa yang dilakukan oleh ibu Sarah 20 tahun yang lalu kepada putri Tuan Anggara yang bernama Sesil di usianya sekitar 6 bulan.
Hal itu membuat Nona Anjani menjerit histeris,dan teringat akan putrinya yang hilang. Ia menangis sesungguhkan lalu memberi tamparan yang cukup hebat di wajah Ibu Sarah yang sudah berusia paruh baya.
"Dasar kurang ajar! kau berani-beraninya melakukan itu kepada putriku, di mana putriku sekarang?"
Plak.....
plak...
__ADS_1
plak...
Nyonya Anjani berulang kali menampar wajah Ibu Sarah. emosi Tuan Anggara pun semakin memuncak ketika melihat wajah wanita yang ada di hadapannya yang tega menculik putrinya.
" Aku tidak menyangka kau sanggup melakukan ini kepadaku Sarah. Kau memang wanita yang tidak tahu di untung. Aku menyesal mengenal kamu." ucap Tuan Anggara sambil menatap Ibu Sarah dengan tatapan tajam.
"Dimana putriku sekarang?" tangis Nyonya Anjani. Membuat Bimo pun menggelengkan kepalanya, ia tidak sanggup melihat suara isak tangis Nyonya Anjani.
" Nyonya tenang saja, Almaira atau Sesil berada bersama saya." ucap Bimo berusaha menenangkan Nyonya Anjani.
Bimo pun perlahan menceritakan pertemuannya dengan Almaira. Saat itu Almaira merindukan sosok orang tuanya, karena dirinya tidak pernah merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Semenjak dia kecil.Bahkan dia dibesarkan di Panti asuhan kasih bunda.
"Nyonya Tenang saja, aku akan menghantarkan Nyonya bertemu dengan Putri nyonya.
Ini sudah lama menjadi penyelidikanku dan akhirnya berhasil. Aku tidak mungkin membiarkan wanita yang aku cintai menangis mencari-cari keberadaan kedua orang tuanya. Hingga aku pun memerintahkan anak buahku untuk mencari tahu tentang jati diri Almaira.
Sesil atau Almaira Putri nyonya dan Tuan, wanita yang baik dan cantik. Dia juga sudah berhasil meraih gelar sarjana 2 hari yang lalu. Bimo sangat mencintainya." ucap Bimo membuat Tuan Anggara terhenyak. Ternyata putrinya dicintai oleh pengusaha karya raya ternama di negara ini.
"Bawa aku bertemu dengan putriku. Aku ingin sekali memeluk dan mengecupnya." mohon Nyonya Anjani kepada Bimo.
__ADS_1
"Nyonya Tenang saja, aku pasti membawa Nyonya kesana.
"Aku tidak mau tahu, jeblos kan wanita ini ke dalam penjara. Karena dia membuatku hidupku hancur berantakan dan putriku tidak merasakan kasih sayang dariku dan dari istri ku." ucap Tuan Anggara dan nyonya Anjani kepada Bimo.
Ibu Sarah mengira umpan yang dikatakan Bimo kepadanya benar adanya. Padahal Bimo hanya membohongi Ibu Sarah agar dirinya benar-benar memberitahu keberadaan kedua orang tua Almira.
"Atur dia, bawa pergi dari sini. Aku tidak ingin melihat wajah wanita iblis itu." teriak Bimo yang dapat dimengerti oleh anak buah Bimo sendiri. Anak buah Bimo langsung membawa Nyonya Sarah keluar dari rumah utama keluarga Tuan Anggara.
Mereka pun sudah merekam semua pembicaraan yang mereka lakukan saat berada di ruang sekap. Terutama pengakuan Nyonya Sarah. Agar ada bukti-bukti untuk menjebloskannya ke dalam penjara. Nyonya Sarah pun dibawa anak buah Bimo ke kantor polisi. Dan saat ini nyonya Sarah sedang mendekam di penjara.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya teman emak
__ADS_1