
Almaira terdiam antara percaya atau tidak, Kalau tuan Anggara dan nyonya Anjani merupakan orang tua kandungnya. Tuan Anggara dan nyonya Anjani tidak menyalahkan Almaira. Hingga Mereka pun memutuskan untuk tes DNA keesokan harinya.
"Begini saja Sayang, jika kau masih ragu Kalau Tuan Anggaran dan nyonya Anjani merupakan orang tua kandung kamu kita lakukan tes DNA saja." ujar Bimo kepada Almaira. Almaira masih tetap diam tidak menjawab siapapun. Ia sok mendengarkan kalau kedua orang tuanya merupakan orang terpandang di kota ini.
"Mami yakin kalau kau memang Putri kandung kami. Terlihat dari tanda lahir yang ada di jenjang leher paling belakang itu, dijadikan bukti kalau kau itu putri kami. Tetapi agar kau merasa yakin, kita akan lakukan tes DNA." ucap Nyonya Anjani sambil mengelus wajah cantik putrinya
Sejujurnya Almaira sangat bahagia, ketika mendengar kalau kedua orang tuanya masih hidup. "Kalau memang kalian kedua orang tuaku, Mengapa kalian membiarkanku tinggal di sebuah Panti asuhan, dan hidup menderita disana. Sementara kalian hidup berkelimpangan harta.
"Sudah sangat lama kami cari-cari kamu sayang. Tetapi kami tak kunjung menemukanmu. Kalau boleh jujur, karena mencarimu perusahaan kita hampir saja bangkrut. Bahkan Mami kamu juga sempat mengalami depresi.
Tapi semua ini, karena tindakan wanita yang tidak tahu diuntung itu. Papi akan menuntut pertanggungjawaban dari dia, atas apa yang sudah ia lakukan terhadap keluarga kita." ucap Anggara yang mampu membuat Almaira menjadi semakin bingung.
Maksudnya?
"Iya, Sarah menculikmu saat kau masih kecil. saat Mami dan babysitter kamu yang dulu menjaga kamu lengah ia langsung menculikmu. Hingga kami tidak mengetahui kemana dia membawa kamu saat itu.
Sudah sangat lama, semenjak Papi dan Mami menikah menunggu kehadiranmu. Hingga tiba saatnya Allah mempercayakan Mami kamu untuk mengandung seorang bayi, yaitu kamu yang kami beri nama Sesil. Tetapi niat jahat wanita sialan itu, yang membuat kita terpisah. Papi dan Mami benar-benar sulit untuk menerima saat kau menghilang begitu saja.
__ADS_1
Almaira menatap Tuan Anggara dengan seksama. Ia pun kembali melihat ke arah Nyonya Anjani. Lalu ia pun memeluk keduanya, karena dimata kedua orang tua paruh baya itu, sama sekali tidak menemukan kebohongan disana.
"Maafkan kami, karena kami tidak berhasil mencarimu saat itu. Tetapi Mami dan Papi bersyukur dapat bertemu kamu kembali.
"Untuk Tuan Bimo Setiawan, Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan Tuan mencari jati diri Almaira. Sehingga kami dapat bertemu kembali dengan putri kami yang sudah sangat lama kami cari-cari." ucap Tuan Anggara dan nyonya aja di kompak.
"Sayang bagaimana apa Kau masih meragukannya apa kau masih membutuhkan tes DNA itu? tanya Bimo penuh selidik.
Almaira tidak menjawab. Yang menjawab itu adalah Tuan Anggara. Untuk memperjelas Biarkan saja. Kita melakukan tes DNA. Bukan saya tidak percaya kalau Almaira itu putriku, aku sangat percaya Setelah aku melihat tanda lahir yang ada di jenjang lehernya paling belakang." ucap Tuan Anggara.
Kita melakukan tes DNA, bukan saya tidak percaya kalau Almaira itu putriku. Aku sangat percaya, Setelah aku melihat tanda lahir yang ada di jenjang lehernya paling belakang.
Keesokan harinya tepatnya di kantor Setiawan Group. Terlihat Siska sudah menunggu kehadiran Bimo di kantor. Siska sengaja datang lebih awal agar dirinya dapat melakukan misinya misi untuk menyingkirkan Almaira dari kehidupan Bimo.
Siska yang merupakan sekretaris Bimo, sudah sangat lama mencintai Bimo. Tetapi sepertinya Bimo sama sekali tidak memiliki respon apa-apa terhadapnya.
"Aku tidak akan membiarkan wanita Panti asuhan itu bersanding dengan Bimo.
__ADS_1
Sialan wanita Panti asuhan itu, datang untuk menghancurkan rencanaku. Padahal tinggal selangkah lagi aku akan bisa menjadi menantu keluarga Setiawan. Yang harta kekayaannya tidak habis 7 turunan. Aku tidak akan membiarkanmu anak Panti menikmati kekayaan keluarga Setiawan.
Aku bela-belain menjadi sekretaris, kalau Bimo selama ini, hanya untuk dapat mendekati Bimo. Tapi kau baru saja datang ke kehidupan Bimo, kau sudah membuatnya tergila-gila padamu." gumam Siska yang masih dapat didengar Siapa saja yang kebetulan berpapasan dengannya.
Para karyawan karyawati yang bekerja di perusahaan milik Bimo Setiawan, sudah sangat mengetahui bagaimana Siska selama ini. Mereka juga mengetahui kalau sudah sangat lama mencintai beliau. Sehingga mereka sudah tidak heran lagi mendengar apa yang menjadi ocehan Siska, terhadap Siapa wanita yang dekat dengan Bimo.
Sementara Bimo mempercayakan kantor saat ini kepada salah satu anak buahnya, yang bisa ia percaya. Untuk mempersiapkan rencana pernikahan Bimo dengan Almaira, setelah malam itu, mereka sepakat bersama Tuan Anggara kalau Bimo dan Almaira segera melangsungkan pernikahan.
Bahkan Tuan Anggara sendiri yang ingin mempercepat pernikahan putrinya, ia merasa bahagia Bimo dapat mempertemukannya dengan Putri mereka yang sudah hilang sudah sekitar 20 tahun yang lalu.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya teman emak
__ADS_1