GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 41. KEMBALI SEMANGAT _GDK


__ADS_3

Maaf tuan saat ini kita harus segera kembali ke rumah. Devan membutuhkanku disana. Almaira sudah memanggil Bimo tidak dengan panggilan Mas lagi. Hubungan Bimo dengan Almaira kini semakin menjauh. Akibat apa yang sudah dilakukan Bimo kepada Almaira.


Lihat hati untuk semakin dekat kepada Almaira kini Almaira semakin menjauh akibat kesalahan fatal yang dilakukan Bimo terhadap Almaira. Almaira tidak menganggap Bimo lebih dari atasannya, sekarang Almira hanya menganggap Bimo sebagai majikan.


Almaira bangkit dari tempat duduknya. berniat ingin segera kembali ke rumah utama keluarga Setiawan. Setelah mendapat sambungan telepon seluler dari Devan yang menginginkannya untuk segera tiba di sana. sesuai dengan janji Almaira kepada Devan sebelumnya.


Bimo tidak bisa membantah,ia memilih untuk mengikuti Almaira keluar dari restoran itu tentunya setelah memberikan pembayaran menu makanan yang mereka santap. di sepanjang perjalanan Almaira tidak berbicara sepatah kata pun.


Bima berusaha untuk menghidupkan suasana. "Kapan kamu akan wisuda? Almaira memilih untuk tidak menjawab Dia hanya diam saja. Pandangannya beralih ke kaca nako samping mobil. Memilih untuk melihat apa saja yang mereka melewati. Tanpa ada niatan untuk menanggapi pertanyaan Bimo.


Tiba-tiba Almaira teringat dengan ibu Fatimah dan adik-adik panti lainnya. Almaira berniat untuk mengajak Devan bertemu dengan adik-adik Panti yang kurang beruntung di sana. Kini Almaira dan Bimo Sudah tiba di rumah utama keluarga Setiawan. mereka sudah disambut dengan senyuman Manis dari Devan yang sangat merindukan Almaira.


Nyonya Anita yang masih setia duduk di kursi rodanya pun mengembangkan senyumnya. "Bagaimana apa urusan skripsimu Sudah kelar? tanya Nyonya Anita yang ingin sekali mendengar keberhasilan Almaira. Walaupun Almaira gadis mungil yang dibesarkan di Panti asuhan tetapi Nyonya Anita begitu menyayanginya.


"Alhamdulillah semua sesuai dengan apa yang diinginkan Almaira Nyonya.


Nyonya Anita mengembangkan senyumnya mendengar gadis kecil yang sudah ia anggap seperti putrinya sendiri akhirnya sebentar lagi meraih gelar sarjana. Mami salut melihat kamu sayang, Mami yakin dan percaya kamu pasti memiliki IP yang bagus.


"Amin ya robbal alamin." Almaira meraih tubuh Devan. Almaira begitu kemas melihat Devan yang bergelantungan di jenjang lehernya. "mom kita main yuk? Devan ingin sekali bermain di taman belakang bersama Almaira. Taman yang menjadi tempat bermain Devan dengan Almaira selama ini milik mereka bermain petak umpet.

__ADS_1


Sabar ya Sayang Mami akan simpan tas dan buku mandi dulu ke kamar habis itu kita pasti main petak umpet Tapi janji siapa yang kalah akan mendapat hukuman."


"Siapa takut, sahut Devan percaya diri. membuat Almaira semakin gemas melihat tingkah Devan, bocah kecil yang masih belum genap 3 tahun itu.


Almaira berlalu masuk ke dalam kamar. tidak menunggu lama Almaira kembali menghampiri Devan udah nanya Anita di sana. Sementara Bimo yang masih duduk sambil mengotak-atik tablet miliknya, memperhatikan interaksi Almaira dengan Devan.


Almaira mendorong tubuh Nyonya Anita dengan menggunakan kursi roda yang selama ini digunakan oleh Nyonya Anita. Ia ingin Nyonya Anita menikmati indahnya taman belakang Setelah sekian lama Nyonya Anita tidak dapat bergerak dengan leluasa.


Bahkan terkadang Almaira membantu Nyonya Anita mencoba untuk berjalan tanpa menggunakan kursi roda. Semenjak keberadaan Almaira di rumah utama keluarga Setiawan, terlihat kondisi kesehatan Nyonya Anita berangsur-angsur membaik.


Tangan dan kaki yang dulunya sama sekali tidak bisa digerakkan, kini mulai bisa ia gerakkan setelah obat yang dioles dan dipijat oleh Almaira berpengaruh positif kepada kesehatan Nyonya Anita.


Obat ramuan yang diracik oleh Ibu Fatimah sepertinya memiliki khasiat yang cukup bagus untuk kesehatan Nyonya Anita. Nyonya Anita berusaha untuk turun sendiri dari kursi rodanya mengambil tempat duduk yang ada di taman belakang.


Sebelum Nyonya Anita mengalami stroke, Nyonya Anita yang merawat taman itu. tetapi untuk saat ini nyonya Anita tidak lagi dapat melakukannya. hingga Bima pun meminta salah satu pelayan untuk merawat tanaman itu. Agar tanaman itu tetap terawat dan tumbuh subur.


Terlihat Devan sangat bahagia bermain di taman belakang bersama Almaira. sesekali canda dan tawa mereka terdengar jelas di telinga Bimo. Bimo bangkit dari tempat duduknya mendengar suara tawa lepas depan yang begitu membuat hati Bimo merasa bahagia.


Ia tahu kalau saat ini Devan benar-benar bahagia berada di samping Almaira. Tapi entah sampai kapan Almaira akan mendiamkannya Bimo sama sekali tidak mengetahuinya. "sayang suatu saat nanti kamu mau nggak Mami aja bertemu dengan adik-adik Mami yang ada di Panti?

__ADS_1


Serius mami? Mami mau ajak Devan bertemu dengan mereka? Almaira menganggukkan kepalanya. "Horeeee.. Devan bersorak kegirangan setelah Almaira menawarkan membawa Devan bertemu dengan adik-adik.


"Kapan kita pergi ke sana mom?


"Besok kita akan berkunjung ke sana, jadi untuk saat ini bermainnya cukup dulu dan pergi mandi bersama Mbak sus. Mami ingin bersama Oma dulu okey bujuk Almaira.


Salah satu baby sitter yang selama ini membantu Bimo menjaga Devan datang menghampiri Devan dan membawa depan untuk segera membersihkan diri. Kini tinggal Nyonya Anita dan juga Almaira yang masih berada di taman belakang.


Almaira mendekati tubuh Nyonya Anita lalu, menuntun Nyonya Anita untuk berjalan-jalan di taman itu di rerumputan Jepang yang terlihat indah dan terasa sejuk jika dipijat tanpa menggunakan alas kaki.


"ayu nyonya nyonya pasti bisa ucap Almaira berusaha untuk menyemangati Nyonya Anita. Dari awal saya sudah katakan jangan panggil aku dengan panggilan Nyonya Panggil dengan panggilan Mami sama halnya seperti dirimu memanggilku apa.


Almaira tidak menanggapi apa-apa Ia hanya tersenyum menatap Nyonya Anita yang tampak antusias ingin dapat berjalan kembali. jiwa semangat 45 Nyonya Anita kini bangkit setelah kehadiran Almaira di sana. Selangkah dua langkah, kini Nyonya Anita sudah bisa berjalan sendiri walaupun dirinya harus dijaga oleh Almaira setidaknya untuk melangkahkan kakinya satu langkah dua langkah dia sudah bisa.


Melihat perkembangan kesehatan Nyonya Anita yang membuat hati Almaira semakin yakin kalau Nyonya Anita pasti akan bisa berjalan kembali. Bimo yang memperhatikan itu semua merasa bahagia dan langsung datang menghampiri Nyonya Anita dan Almaira di taman belakang.


"Mami sudah bisa berjalan."gumamnya dalam hati sambil memperhatikan Almaira dengan telaten membantu Nyonya Anita untuk tetap bisa berjalan. Hati Bimo benar-benar senang melihat Nyonya Anita kembali memiliki semangat untuk sembuh. Yang dulunya ia sudah pesimis kalau Nyonya Anita tidak akan bisa dapat berjalan kembali.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2