GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 79. MERASA BAHAGIA ( TAMAT)_GDK


__ADS_3

Ketika Nyonya Anita sudah selesai berbicara dengan Ibu intan Nyonya Anita memutuskan semua telepon selulernya dan kembali Ingin melihat situasi di dalam ruang bersalin tetapi di medis tidak memperolehkan Nyonya Anita masuk ke ruangan itu.


Sementara Ibu Fatimah langsung memberitahu Abimanyu kabar terbaru tentang Almaira. Kalau saat ini Almaira sudah berada di rumah sakit dan akan melakukan persalinan.


Abimanyu dan juga Ibu Fatimah saat itu juga langsung sholat berjamaah untuk meminta kepada Allah, agar persalinan Almaira saat itu berjalan dengan lancar.


Sementara di ruang bersalin terlihat Almaira sudah berusaha untuk menahan rasa sakit yang ia rasakan. Dokter kembali memeriksa kondisi bayi yang ada di dalam kandungan Almaira.


Almaira tampak merintih kesakitan. Aduh sakit mas, aduh sakit." jerit Almaira membuat hati Bimo, bagai tersayat pisau tajam. Karena dirinya merasa tidak tega melihat dan mendengar suara rintihan tangis istrinya, menahan rasa sakit yang ia rasakan. Tapi ia bingung, tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berharap kalau Almaira dan bayinya sehat dan proses persalinannya lancar tanpa kendala apapun.


Dokter memeriksa posisi bayi Almaira yang Ternyata posisi bayi almara sudah pembukaan sempurna. Itu artinya proses persalinan akan segera berlangsung.


"Wah, pembukaannya sudah sempurna. Kita akan segera lakukan persalinan. Segera persiapkan semua." ucap dokter yang bertugas menangani Almaira kepada suster, lalu dokter meminta persalinan Almaira dan sewaktu ada reaksi bayi ingin keluar.


"Ayo Nyonya Kamu pasti bisa terus satu.....dua.... tiga..... Almaira dipandu oleh dokter untuk mengejan. Tapi belum juga berhasil. Hal itu membuat Almira kekurangan tenaga. "Ayo Sayang Kamu pasti bisa, kamu wanitaku yang paling kuat dan mami untuk Putraku dan putra-putri kita kelak." untuk menyemangati Almaira sambil memberikan kecupan hangat di kening Almaira.


Almaira kembali bersemangat untuk mengejan agar banyak segera lahir satu.....dua.....tiga.... dokter kembali memandu Almaira mengejan. Sampai beberapa kali dokter memandu Almaira mengejan. Tetapi belum juga lahir. Nyonya harus kuat, kepala bayinya sudah kelihatan. Kasihan bayinya terjepit. Jangan setengah-setengah. Mengejan dengan napas panjang." dokter memberitahu trik mengejan agar segera berhasil.


Almaira melakukan instruksi dari dokter dan suster. Dan akhirnya perjuangan Almaira tidak sia-sia.


"Oe.....oe..... oe, tangis bayi wanita terdengar jelas di telinga Bimo. Membuat Bimo sangat bahagia akan kehadiran putrinya, selamat Tuan Bimo bayi anda perempuan." ucap dokter itu memberitahu kalau bayi berjenis kelamin perempuan.


"Terima kasih Dokter, Terima kasih suster. kalian sudah membantu persalinan istri saya." ucap Bimo terima kasih kepada suster dan dokter yang menangani Almaira.

__ADS_1


"Sama-sama Tuan, ini sudah tugas dan tanggung jawab Kami." ucap dokter yang menangani persalinan Almaira. Setelah memberaskan persalinan, saatnya Almaira dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP yang berada di rumah sakit.


"Sayang terima kasih kau sudah memberikan kado terindah buat Mas." ucap Bimo sambil memberikan kecupan hangat di kening Almaira.


"Sama-sama Mas." sahut Almaira sambil berusaha mengembangkan senyumnya


"Oh iya Mas, Mami Kita mana? tanya Almaira kepada suami mencari keberadaan Nyonya Anita.


"Mami dan ibu, ersama Abimanyu ada di depan menunggu kehadiran Putri kita sayang." sahut Bimo kepada Almaira.


"Suruh masuk saja Mas ." ucap Almaira


"Belum bisa sayang, karena ini masih di ruang bersalin. Sebentar lagi kamu dipindahkan ke ruang VVIP. Mereka masih mempersiapkannya." ucap Bimo kepada Almaira.


"iya mom, Terima kasih sudah setia menunggu Almira di sini." sahut Almaira sambil berusaha mengembangkan senyumnya.


"Oh iya, di mana cucu mami sayan" tanya Nyonya Anita dan juga Ibu Fatimah secara bersamaan.


"Masih di ruang bayi, mom bayinya sehat kok." jawab Bimo sambil tersenyum bahagia. lalu Nyonya Anita meminta suster membawa bayi ke ruang rawat inap Almaira untuk sekedar melihat cucunya.


Ketika suster membawa membawa bayi Almira masuk ke ruang rawat inap Almaira, Terlihat Nyonya Anita dan juga Ibu Fatima tampak antusias untuk mengendong eren Larasati Setiawan. Nama itu yang diberikan oleh Bimo kepada putrinya.


Abimanyu mengembangkan senyumnya menatap bayi mungil itu dengan seksama. Terima kasih Kakak cantik, kau telah menghadirkan keponakan yang cantik untuk Abimanyu dan adik-adik Panti lainnya." ucap Abimanyu sambil memberikan salam kepada Almaira.

__ADS_1


Terima kasih Abimanyu, kau sudah menyempatkan waktumu untuk datang ke rumah sakit, melihat kakak. Semoga kau akan bahagia kelak." ucap Almaira kepada Abimanyu dibalas senyuman dari Abimanyu.


****


Beberapa hari kemudian pasca Almaira melahirkan. Almaira dan bayinya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Sementara di kediaman Setiawan tampak nyonya Anita dan beberapa anggota keluarga lainnya sibuk mempersiapkan penyambutan anggota baru keluarga Bimo Setiawan. Mereka sangat antusias menyambut keren Larasati Setiawan.


Tidak terkecuali Devan yang melihat kehadiran adik kecil untuknya merasa sangat bahagia. Ia benar-benar tidak bisa menahan diri langsung mengejar Almaira dan ingin meraih tubuh mungil bayi itu, tapi seluruh anggota keluarga belum mengizinkan devan untuk menggendong tubuh keren Larasati Setiawan.


"Cantik sekali adikku. Aku sangat bahagia saat ini. Aku sudah tidak sendiri lagi, sudah memiliki adik. Hore...... Terima kasih Papi, Mami." ucap Devan sambil memberikan kecupan di wajah cantik Almaira Begitu juga dengan Bimo.


Devan meloncat kegirangan melihat bayi mungil yang berada di dalam keranjang bayi saat ini Karen Larasati Setiawan sedang tertidur pulas di tempat tidur khusus bayi yang sudah disediakan oleh Bimo sebelumnya.


"Apa kau tahu sayang, hari ini Mas sangat bahagia.Kamu sudah kembali ke rumah ini bersama putri kita yang cantik keren Larasati Setiawan. Kini Devan sudah tidak sendiri lagi.


Ada Putri kita yang cantik yang akan menemani dirinya. Dan Mas juga tidak kesepian karena adanya kamu menemani hari-hari Mas. Hingga hari-hari Mas menjadi semakin berwarna.


" Terima kasih kau sudah hadir di kehidupan Mas selama ini." ucap Bimo kepada Almaira merasa sangat bahagia dengan kehadiran Putri mereka keren Larasati Setiawan.


Sedangkan Tuan Anggara dan nyonya Anjani tidak kalah bahagia dengan kehadiran cucu mereka. Tuan Anggara dan Nyonya Anjani langsung kembali ke Indonesia, setelah mengetahui putri mereka melahirkan seorang cucu untuk mereka. Dan Tuan Anggara dan nyonya Anjani sepakat untuk mengalihkan harta kekayaan mereka menjadi atas nama Almaira dan Keren Larasati, sebelum mereka kembali dari kota Istambul.


Tamat....


hai hai redears sampai disini dulu kisah cinta Almaira dengan Bimo Setiawan nanti akan kita lanjutkan kisah cerita Abimayu dengan wanita pujaan hatinya. Jangan lupa ikutin terus karya karya Morata

__ADS_1


__ADS_2