GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 26. PERMINTAAN DEVAN_GDK


__ADS_3

Siang harinya, setelah Almaira sudah pulang dari kampus, terlihat Devan sudah menyambut kepulangan Almaira


"Mami....." teriak Devan sambil berlari memeluk Almaira.


"Sayang hati hati, nanti kamu jatuh." teriak Almaira, ketika melihat Devan berlari untuk menyambut dan memeluknya.


"Mom, Devan mau jalan jalan sama Mai dan papi." rengek Devan membuat Almaira menatap Nyonya Anita yang setia duduk di kursi rodanya. Sesekali Almaira membantu Nyonya Anita belajar jalan, jika Almaira memiliki waktu.


"Sudah bawa saja ke kantor, temui Papinya Devan di kantor. supaya kalian langsung pergi membawa Devan sesekali main-main ke mall."ucap Nyonya Anita kepada Almaira.


"Tapi mom Almaira tidak mengetahui Di mana kantor emas Bimo." ucap Almaira kepada Nyonya Anita.


"Ada sopir yang menghantarkan kalian ke sana kamu jangan khawatir."sahut Nyonya Anita meminta kepada Almaira agar menuruti permintaan cucunya.


"Ayo dong mom." mohon Devan dengan nada memelas membuat Almaira tidak tega menatap wajah Putra yang sangat ia sayangi.


"Ya sudah kalau begitu kita siap-siap yuk supaya kita pergi ke kantor pabrik ucap Almaira kepada Devan membuat Devan bersorak kegirangan.


"Hore..... Devan mau ke kantor Papi sudah lama Devan tidak ke sana ucapnya bersorak ke gerangan sambil meloncat-loncat."

__ADS_1


Melihat cucunya yang sangat bahagia, Nyonya Anita pun merasa bahagia. Ia bersyukur dengan kehadiran Almaira di rumah utama keluarga Setiawan, suasana rumah keluarga Setiawan semakin menghangat. Apalagi Devan sangat dekat kepada Almaira.


beberapa menit kemudian setelah Devan dan Almaira sudah terlihat rapi Mereka pun menghampiri sopir pribadi yang selama ini setia bekerja kepada keluarga Setiawan semenjak Tuan Setiawan masih hidup.


"Tolong antarkan kami ke kantor Papinya Devan ucap Almaira kepada sopir pribadi yang bekerja di rumah keluarga Setiawan.


"Silakan Nona Almira, ucap sang sopir mempersilahkan Almaira dan Devan masuk ke dalam mobil."


"Mom Devan bahagia sekali. Akhirnya Mami, Devan, dan Papi akan bisa jalan-jalan bersama di mall, seperti orang-orang ucap Devan yang mampu membuat Almaira terhenyak. Di usia Devan Yang sebentar lagi menginjak tiga tahun sudah dapat merasakan kasih sayang yang tulus dari Almaira yang sebelumnya ia tidak dapatkan.


Devan benar-benar membutuhkan figur seorang ibu. Hingga ketika dirinya bertemu dengan Almaira rasanya depan sudah sangat dekat. sayang yang tulus yang diberikan Almaira kepada Devan membuat Devan bahagia Iya benar-benar dapat merasakannya.


"Iya mom di atas sana, ruang kerja Papi ucap Devan sambil menunjuk ke lantai 10. Pak Bapak langsung pulang saja nanti kami pulangnya bersama tapinya Devan ucap Almaira meminta sopir pribadi itu agar kembali ke rumah utama keluarga Setiawan.


Almaira perlahan berjalan memasuki gedung pencakar langit itu. Sang resepsionis yang mengenali sosok Devan langsung datang menghampirinya. "Tuan muda Devan, Apa yang kamu lakukan di sini tuan?"


"Devan mau bertemu sama papi. Apa papi ada di ruang kerjanya? tanya Devan dengan kas suara anak kecil yang masih kurang jelas cara bicaranya. Membuat sang resepsionis sedikit kebingungan Apa arti yang diucapkan oleh Devan kepada dirinya. Karena sang resepsionis belum mengerti bahasa yang dilontarkan oleh Devan.


"Begini Mbak, Devan ingin bertemu dengan Mas Bimo apa Mas Bimo ada di ruang kerjanya?

__ADS_1


"Mas? sang resepsionis menatap Halmahera dari ujung kaki hingga ujung rambut ia menatapnya dengan kebingungan karena Almaira memanggil Bimo dengan panggilan mas.


"Mbak apa Mas Bimo ada di ruang kerjanya? Almaira kembali bertanya kepada sang resepsionis karena sang resepsionis masih tetap bengong sampai Almaira melambaikan tangannya ke wajah wanita berparas cantik itu.


"Oh maaf, Tuan Bimo ada di ruang kerjanya mari saya antar." tawar sang resepsionis untuk segera menghantarkan Almaira dan Devan ke ruang kerja kerja Bimo. Almaira dan Devan mengikuti sang resepsionis masuk ke dalam lift.


Di dalam lift, sang resepsionis masih memperhatikan penampilan Almaira yang sederhana. "Tidak ada tanda-tanda kalau Almaira itu merupakan calon istri Tuan Bimo. Tetapi Mengapa wanita ini memanggilnya dengan panggilan Mas. Dan sepertinya wanita ini cukup dekat dengan Tuan muda Devan. Sebenarnya siapa wanita ini?" sang resepsionis membatin sembari memperhatikan Almaira dan Devan secara bergantian.


Beberapa menit kemudian Almaira, Devan dan sang resepsionis tiba di lantai sepuluh. Devan langsung berlari menuju ruang kerja Bimo. Ia memang sudah mengetahui ruang kerja Bimo. Karena Bimo sering sekali membawa Devan ke kantor. Saat Almaira belum tinggal di rumah utama keluarga Setiawan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


sambil menunggu karya ini up, yuk mampir ke karya baru emak. "Gadis Pecal Lele Jatuh Cinta"


Aku menemukan buku yang bagus banget di NovelToon, yuk baca bareng! Gadis Pecal Lele Jatuh Cinta, author: Morata

__ADS_1


https://noveltoon.mobi/id/gadis-pecal-lele-jatuh-cinta?content\_id\=2605273


__ADS_2