GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 33. MERASA TERGANGGU _GDK


__ADS_3

Bimo memperhatikan interaksi Nyonya Anita, Devan dan juga Almaira yang begitu dekat.


"Seru banget disuapin mami." ucap Devan sembari memeluk Almaira. Almaira mengembangkan senyumnya menatap Devan dengan tatapan penuh kasih sayang.


"Wah Putra Mami jago, itu berarti Putra Mami akan cepat besar, Karena makannya kuat." Puji Almaira yang mampu membuat Devan merasa bahagia mendapat pujian dari Almaira. "iya dong mam kan ada mami yang menyuapi Devan." sahut Devan dengan begitu semangat.


Drama sarapan pagi Telah usai. Bimo berniat untuk segera berangkat ke kantor. " Mom, Bimo berangkat ke kantor dulu. Soalnya ada Meeting pagi ini di kantor."ucap Bimo sambil langsung memberi salam kepada Anita.


Nyonya Anita mengelus rambut putranya ketika Bimo memberi salam kepadanya. sementara Almaira dan Devan memberi salam kepada Bimo, sebelum Bimo berangkat ke kantor. Terlihat Almaira dan Devan menghantarkan Bimo sampai pintu Utama.


"Mas pamit ke kantor dulu, titip Devan dan juga Mami." ucap Bimo kepada Almaira dibalas anggukan dari Almaira. Devan melambaikan tangannya kepada Bimo saat Bimo Sudah masuk ke dalam mobil miliknya. sementara sang sopir pribadi yang selalu setia menghantarkan Bimo ke mana saja, langsung melajukan mobil mewah milik Bimo keluar dari gerbang rumah utama keluarga Setiawan.


Almaira menatap kepergian Bimo. Sampai mobil yang ditumpangi Bimo hilang dari pandangannya. ketika mobil Bimo sudah tidak terlihat lagi Almaira dan Devan masuk ke rumah. Almaira dan Devan bermain robot-robotan, terlihat Devan begitu antusias bermain bersama Almaira. Senyum sumeringah terlihat jelas di wajah Devan. pemandangan yang sulit sekali dilihat orang-orang yang ada di rumah utama keluarga Setiawan.


Tiba-tiba Devan meraih mainan Lego yang ada di sana. Ia mencoba untuk memainkannya, tetapi ketika ia berusaha mencoba ia belum bisa memainkan Lego dengan benar. Devan mengadu kepada Almaira meminta diajari untuk memainkan Lego itu, Almaira mengembangkan senyumnya menatap bocah kecil yang ingin mengetahui bagaimana caranya memainkan Lego itu.


Almaira meraih Lego itu dari taman depan, lalu ia pun perlahan mengajari Devan membuat Devan pun merasa bahagia akhirnya dirinya berhasil memainkan Lego dengan sempurna. Entah karena faktor kelelahan depan sudah terlihat menguap. Almaira pun meminta Devan untuk istirahat.


"Sayang mainnya nanti kita lanjutkan. Kita istirahat dulu yuk Mami juga sudah sedikit lelah."ucapnya tentunya berbohong karena ia ingin sekali putranya istirahat. karena Almaira melihat mata sayu milik depan sudah terlihat ngantuk. Almaira menggendong tubuh depan masuk ke dalam kamar, Almaira memberikan tubuhnya di atas tempat tidur lalu membacakan dongeng untuk Devan.


Tidak Berapa lama Devan Langsung tertidur pulas. Almaira marah lucu lalu meninggalkan Devan yang lagi tertidur pulas. Sementara Nyonya Anita masih menonton televisi yang ada di ruang tamu. Sambil membereskan mainan depan Almaira mengobrol dengan Nyonya Anita. Yang ternyata Nyonya Anita memiliki keinginan yang tinggi untuk dapat berjalan kembali.

__ADS_1


Almaira begitu bahagia mendengarnya. Kalau Mami benar-benar ingin sekali dapat berjalan lagi, Aku akan membantu mami untuk terapi setiap pagi dan sore. Itupun kalau Mami bersedia ucap Almaira dibalas anggukan dari Nyonya Anita.


Almaira sudah siap membereskan mainan milik Devan. Almaira meraih obat yang dibawanya dari Panti racikan dari ibu Fatimah. dengan telaten Almaira mengoles obat itu, ke kaki dan tangan Nyonya Anita yang tidak bisa digerakkan.


Perlahan demi perlahan Almaira memijit kaki dan tangan Nyonya Anita Begitu juga dengan badannya. Membuat Nyonya Anita sedikit merasa baikan Karena rasa pegal yang dituduhnya berkurang. Almaira rutin melakukannya setiap pagi dan sore, iya juga membantu Nyonya Anita untuk melatih berjalan di taman belakang. Jika sore hari telah tiba.


Sementara di tempat lain. Terlihat Siska menghampiri Bimo untuk memberitahu agenda kerja Bimo. Saat jam meeting telah tiba, Bimo bangkit dari tempat duduknya menuju ruang meeting. Terlihat pejabat tinggi perusahaan dari berbagai divisi sudah menunggu kehadiran Bimo di sana.


Bimo duduk di kursi yang disediakan khusus untuk CEO. Terlihat para petinggi perusahaan berdiri menyambut kehadiran Bimo di sana. Bimo mengangguk lalu meminta kepada asistennya untuk segera mempresentasikan apa yang mereka kerjakan selama ini.


Satu persatu dari berbagai divisi memberikan pendapat mereka masing-masing. tentunya setelah melakukan riset pasar, Bimo mengembangkan senyumnya mendengar salah satu pendapat dari petinggi perusahaan itu ia sepertinya tertarik dengan salah satu karyawan yang begitu teladan bekerja di perusahaan Setiawan group.


"Sepertinya aku menyukai idenya. lakukan kembali riset pasar, jika memang memadai kita mengambil proyek itu ucapnya sambil mengembangkan senyumnya. Tampak para karyawan dan petinggi perusahaan bertepuk tangan akan keputusan yang dilakukan oleh Bimo. Karena mereka mengetahui, permintaan pasar saat ini mengarah ke produk yang mereka akan luncurkan.


Bima sekolah tidak mendengar aja kan Siska, dan memilih masuk ke ruang kerjanya tanpa disadari oleh Bimo ternyata Almaira ada di sana. "Almaira!"


"iya Mas,


"Apa kamu sudah lama?


"Tidak, baru sekitar 5 menit aku tiba di sini.

__ADS_1


"Ada apa hingga kamu sampai nyamperin aku ke kantor?"tanya Bimo kepada Almaira sementara Siska masih setia berdiri di belakang Bimo.


"Sesuai dengan janji Almaira, Almaira akan memasak makan siang untuk masuk dan sekarang Almira datang untuk menghantarkannya. Aku harap Mas belum makan siang sekarang ucapnya sambil menyodorkan kotak makanan yang sudah ia bawa sebelumnya.


Tampak Bimo mengembangkan senyumnya ia begitu bahagia menerima kotak makanan yang diberikan Almaira kepadanya.


"Siska Ngapain kamu berdiri di situ? silakan pergi istirahat. Almaira sudah membawa makan siang untukku. Jadi aku tidak perlu makan di luar." ucap Bimo yang mampu membuat Siska sangat kesal. karena kesempatan makan berdua dengan sang Big boss gagal total.


Almaira langsung membalikan badannya keluar dari ruang kerja Bimo tatapannya tajam ke arah Almaira. Karena ia benar-benar sangat kesal melihat kedatangan Almaira ia merasa terganggu dengan datangnya Almaira.


Mas dimakan Semoga Mas suka masakannya ucap Almaira kepada Bimo.


"iya pasti dimakan dong tidak mungkin tidak dimakan. Bimo langsung membuka kotak bekal yang dibawa Almaira, kemudian Ia pun meraih intercom yang ada di meja kerjanya.


"Tolong antarkan piring dan sendok ke ruang kerjaku."perintah kepada salah satu OB yang bekerja di kantor miliknya.


Beberapa menit kemudian salah satu OB langsung menghantarkan piring dan sendok ke meja kerja Bimo."maaf tuan Bimo ini piring dan sendoknya.


Bimo meraih piring dan sendok Almaira meraih kotak makanan itu dan menghidangkan makanan untuk Bimo. Mas Almaira bantu." ucapnya sambil meraih piring dan kotak makanan itu kembali lalu memberikannya kepada Bimo setelah Almaira menyendok dari kotak bekal itu memasukkannya ke dalam piring.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2