
Bimo meyakinkan Almaira kalau anak buahnya akan berhasil menemukan siapa yang menghubungi Almaira. Yang mengatakan kalau dirinya juga mengetahui siapa sosok jati diri Almaira.
Almaira mencoba untuk tenang. tubuhnya gemetaran seolah tidak percaya kalau seseorang itu mengetahui siapa sosok kedua orang tua Almaira. "Apakah masih ada kemungkinan kalau kedua orang tuaku masih hidup Mas. tanya Almaira kepada Bimo.
lebih baik kita berdoa, mudah-mudahan kabar tentang kedua orang tua kamu benar adanya. Aku tidak akan mengampuni jika orang itu mempermainkanmu. Kita lihat saja nanti anak buahku sudah mencari tahu tentang Siapa wanita yang menghubungimu."ucap Bimo kepada Almaira.
Hati Almira sedikit lega, ketika Bimo mengatakan kalau anak buahnya sudah mencari tahu siapa sosok wanita paruh baya yang menghubungi dirinya. Nyonya Anita ada seseorang yang menghubungi Almaira, datang menghampiri Almaira dan juga Bimo.
"Jangan khawatir, Jika Allah berkehendak kau bertemu dengan kedua orang tuamu. itu pasti akan terjadi. Minta dan berdoalah kepada Allah ujar Nyonya Anita sambil mengelus pundak Almaira. Almaira menatap Nyonya Anita dengan Tatapan yang sulit diartikan. lalu ia memeluk Nyonya Anita dan menangis sesungguhkan di pundak Nyonya Anita.
Almaira sudah menganggap Nyonya Anita seperti ibu kandungnya sendiri. Sama seperti Ibu Fatimah yang selama ini membesarkan dan merawatnya saat berada di Panti asuhan. "Ya Allah aku masih bersyukur banyak orang orang yang menyayangiku walaupun tidak ada ikatan darah dengan mereka." tangis Almaira sembari mengeratkan pelukannya kepada Nyonya Anita.
Perlahan Almaira melepaskan pelukannya. ketika suara seseorang masuk ke rumah utama keluarga Setiawan. "Apa kau sudah menemukannya? tanya Bimo kepada anak buahnya yang baru tiba di sana.
__ADS_1
"Sudah Tuan, sekarang Wanita itu sudah berada di satu tempat yang aman. Jika Tuan berkenan kita bisa langsung ke sana."ucap Delon ketika ia sudah tiba di rumah utama keluarga Setiawan. Bimo langsung beranjak dari tempat duduknya. "Aku ikut Mas! seru Almaira berharap Bimo mengizinkannya untuk bertemu dengan wanita yang mengaku mengetahui siapa sosok kedua orang tua Almaira.
"Jangan sayang. Nanti kalau sudah mendapat keterangan dari orang itu, mas akan menjemputmu menemui dirinya. Bila penting mas akan membawa wanita itu langsung ke hadapan kamu.Takutnya Devan mencari mu nanti." ucap Bimo dibalas anggukan dari Almaira.
Bimo berlalu meninggalkan Almaira dan nyonya Anita di sana. sebelum Bimo pergi, iya mengatakan kepada Almaira untuk tidak keluar rumah sementara waktu. sampai bingung kembali."Mami Bimo pamit."ucap Bimo sambil memberi salam kepada nyonya Anita. Almaira menghampiri Bimo, bawa kabar baik untukku mas."ucap Almaira sambil berusaha mengembangkan senyumnya menatap depan dengan tatapan penuh arti.
Di sepanjang perjalanan Bimo bertanya kepada anak buahnya mengenai sosok wanita paruh baya yang mengaku mengetahui siapa kedua orang tua Almaira. "apa Wanita itu sudah memberitahu kepadamu? tanya Bimo kepada anak buahnya.
"Maksud kamu?
"Aku curiga di masa kecil, Nona Almaira diculik olehnya. lalu dibuang di Panti asuhan. kemungkinan besar Dia memiliki dendam tersendiri kepada kedua orang tua Almira. Itu hanya praduga saya."ucap anak buah Bimo membuat Bimo mengerutkan keningnya.
"Aku pastikan wanita itu akan buka mulut. Aku tidak mau membuat istriku sedih dan menderita terus mencari siapa jati dirinya yang sebenarnya. Jika memang wanita itu yang membuat dirinya terpisah dengan kedua orang tua Almaira, Aku tidak akan mengampuni wanita itu." ucap Bimo kepada anak buahnya dibalas anggukan dari anak buahnya.
__ADS_1
Bimo meminta kepada anak buahnya, untuk lebih mempercepat laju mobilnya. "Aku ingin segera tiba di lokasi itu. Percepat kecepatan mobilnya, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan wanita itu." ujar Bimo sambil menatap anak buahnya dengan tatapan tajam.
Sang asisten langsung menginjak pedal gas melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit akhirnya mereka tiba dimana tempat wanita itu disekap oleh anak buah Bimo.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain
" Hasrat Tuan Muda Arogant"
__ADS_1