
Tiga minggu kemudian acara pernikahan yang sudah dipersiapkan oleh Bimo Setiawan dan nyonya Anita. Begitu juga dengan kedua orang tua Almira. Kini Almaira sudah terlihat cantik dan mempesona. Duduk di kamar yang selama ini ditempati oleh Almaira setelah tinggal di rumah orang tua kandungnya Tuan Anggara dan nyonya Anjani.
"Sayang Kamu terlihat cantik sekali. Puji nyonya Anjani sambil meraih tubuh putrinya yang sudah lama ia cari-cari selama ini. setelah dua orang MUA yang dipersiapkan untuk merias Almaira selesai melakukan tugas mereka.
"Apa memang benar ma?jangan terlalu memuji Almaira. Nanti Almira besar kepala.
"Tidak sayang, kau memang benar-benar cantik."sahut Nyonya Anjani yang terpesona melihat kecantikan putrinya. Tiba-tiba Tuan Anggara datang menghampiri kedua wanita berbeda generasi itu.
"Putri Papa sangat cantik sekali. Apakah kamu sudah siap menikah dengan nak Bimo? karena anak Bimo dan keluarganya Begitu juga dengan penghulu sudah tiba di rumah.
Almaira sedikit terhenyak ia mulai keringat dingin. "Kau kenapa sayang? tanya Nyonya Anjani yang melihat putrinya sedikit asin sebelum Tuan Anggara memberitahu kedatangan Bimo bersama keluarganya.
"Tidak ada apa-apa ma, hanya saja Almaira sedikit nervous, maklum baru pertama sekali." ucap Almaira sembari menggenggam erat gaun sampingnya.
"Tenang saja, tidak apa-apa. Mama juga pernah mengalami hal yang sama. Kau tidak perlu khawatir. Karena Mama yakin nak Bimo sangat mencintaimu." Nyonya Anjani berusaha untuk menenangkan Almaira.
Tuan Anggara dan nyonya Anjani membawa putrinya keluar dari kamar itu. Terlihat Bimo Setiawan begitu terpana melihat kecantikan yang dimiliki Almaira. Apalagi setelah dirias oleh beberapa orang MUA. Membuat Bimo sampai tidak berkedip menatap calon istrinya itu.
"Bagaimana apa akad nikah ini sudah bisa kita mulai? soalnya masih ada pasangan yang akan saya nikahkan lagi. ucapan penghulu kepada kedua orang tua Almaira dan juga Nyonya Anita. "Sepertinya sudah bisa dimulai Pak penghulu ucap Nyonya Anita bersamaan dengan nyonya Anjani.
" Saudara Bimo Setiawan bin Setiawan, Saya nikahkan dan kawinkan putri saya Sesil Almaira Anggara dengan seperangkat alat salat dan emas murni sebesar 300 gram dibayar tunai.
"Saya terima nikahnya Sesil Almaira Anggara binti Anggara dengan mas kawin tersebut tunai." dengan satu kali tarikan nafas Bimo Setiawan dapat mengucapkan ijab Kabul dengan lancar.
"Bagaimana Para saksi?
"Sah????
"Sah....
__ADS_1
Para tamu undangan yang hadir menghadiri acara akad nikah itu pun, bertepuk tangan mereka telah menyaksikan ijab kabul pernikahan Almaira dan juga Bimo Setiawan.
Bimo memasangkan cincin Di jari Manis Almaira memberikan kecupan hangat di kening Almaira. Sebaliknya Almaira juga melakukan hal yang sama memasangkan cincin Di jari Bimo. Dan memberikan saran kepada Bimo mengecup punggung tangan Bimo. Devan yang tampak kegirangan melihat Almaira dan juga Bimo Setiawan langsung menghampiri keduanya.
"Papi dan mami untuk selamanya bersama Devan kan? ucap Devan sambil menatap Almaira dan juga Bimo. Almaira meraih tubuh Devan kepelukannya. "Kau Putra mami, Putra yang paling Mami sayang." ucap Almaira memeluk Devan. semua orang yang hadir di sana terharu melihat Devan yang terlihat bahagia menyaksikan pernikahan Bimo Setiawan dengan Almaira.
"Hore....., akhirnya Devan punya Mami." ucap Devan sambil bertepuk tangan berlompat-lompat di sana membuat orang yang hadir di sana tertawa ngakak. Ibu Fatimah tidak kalah bahagia dari Devan bersama dengan adik-adik Panti yang hadir di acara akad nikah Almaira saat ini.
Ibu Fatimah menangis terharu akhirnya Putri angkatnya Almaira menemukan sosok jadi dirinya yang sebenarnya. Ia tidak menyangka kalau Almaira merupakan putra dari pengusaha kaya raya yang berasal dari Cimanggis. Ibu Fatimah juga bersyukur Almaira menikah dengan orang yang selama ini membantu mendanai kehidupan mereka di Panti asuhan.
Terlihat Pak penghulu sudah berpamitan kepada keluarga besar Setiawan dan juga anggaran. Setelah selesai acara akad nikah. Kini acara resepsi pernikahan mereka yang sudah diatur oleh Bimo Setiawan, bersama dengan Tuan Anggara di salah satu Hotel ternama yang ada di kota ini.
Kini Almaira dan Bimo Sudah berada di mobil yang didesain khusus untuk kedua mempelai. meninggalkan rumah utama keluarga Anggara. setelahnya acara akad nikah itu selesai dilaksanakan. Diikuti dengan mobil yang ditumpangi oleh keluarga besar Setiawan dan juga anggaran.
Begitu juga dengan keluarga dekat yang hadir di sana, mengikuti mobil yang ditumpangi oleh Almaira dan Bimo memasuki parkiran hotel. Tempat di mana keduanya melaksanakan acara resepsi pernikahan.
Terlihat Almaira begitu takjub melihat pelayanan pihak hotel dan juga lokasi diadakannya resepsi pernikahan mereka cukup megah. Bahkan terlihat beberapa artis ternama juga menghadiri acara pesta resepsi pernikahan mereka, yang diundang khusus oleh Tuan Bimo Setiawan. Untuk menghibur para tamu undangan yang hadir di acara resepsi keduanya.
"Acara pernikahannya mewah sekali ya. Ngak nyangka Almaira berjodoh dengan majikannya sendiri. Tapi ya iyalah, Almaira kan wanita yang baik. Pastilah dia mendapatkan jodoh yang baik juga. Walaupun Tuan Bimo merupakan seorang duda, tapi dia masih terlihat awet muda. Bahkan dia tampan." ucap Stefani memuji ketampanan Bimo di hadapan Ricardo.
Ricardo mengembangkan senyumnya ketika Stefani memuji ketampanan Bimo. "Memangnya aku tidak tampan? ucap Ricardo yang mampu membuat Stefani menatapnya dengan tatapan tajam.
"Tidak, perlu menatapku seperti itu. aku memang sudah tampan dari sononya. walaupun kau tidak mengatakan itu tapi dari tatapanmu Aku tampan, bukan?
"Jangan terlalu percaya diri jadi orang. Hanya orang juling saja yang melihat kamu tampan.
"Kok kamu ngomong begitu? berarti kamu mengetahui kekasihku Larissa itu juling? oh no! kekasihku yang cantik jelita itu tidak juling seperti apa yang kau ucapkan. Karena matanya Masih normal melihat ketampananku sehingga dia bersedia menjadi kekasihku.
Seharusnya kau sadar, Mengapa kau selama ini jomblo. Itu berarti kamu.....
__ADS_1
"Berarti Apa maksudmu?
"Tau ahh...,pikir aja sendiri kenapa kau jomblo."ucap Bernando membuat Stefani kesal. Kedua sahabat itu terlibat perdebatan membuat Almaira dan Bimo melihat mereka seperti ada sesuatu, Almaira sedikit mengerut.
"Mas Kenapa Stefani dan Ricardo seperti berdebat?
"Itu biasa sayang tidak perlu dipikirkan. Tapi jika mereka terus-terus berdebat seperti itu lama-lama mereka akan jodoh.
"Mas ada-ada saja."
"iya sayang, soalnya teman Mas ada juga seperti itu akhirnya mereka jodoh loh. sahut Bimo. Saat mereka sedang asyik mengobrol tentang Stefani dan Ricardo, tiba-tiba Devan datang menghampiri keduanya.
"Ada apa sayang?
"Papi dan Mami nyanyi ya di sana." ujar Devan
"Tapi Papi tidak pintar bernyanyi sayang.
"Devan ingin mendengar tapi dan Mami bernyanyi di sana. Tidak ada istilah penolakan, ucap lalu meninggalkan Almaira dan Bimo disana.
Kini Devan menghampiri Tuan Anggara dan nyonya Anjani.
"Opa..... Oma...., Devan ingin Mami dan Papi bernyanyi di sana." ucap Devan membuat Tuan anggaran dan nyonya Anjani terhenyak.
"Ya sudah kamu tenang saja, opa akan memanggilnya nanti melalui microphone yang dipegang oleh MC." sahut Tuan Anggara sambil mengembangkan senyumnya melihat bocah kecil itu yang terlihat gesit dan menggemaskan
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏