GAIRAH DUDA KECE

GAIRAH DUDA KECE
BAB 55. KECELAKAAN _ GDK


__ADS_3

Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. setiap insan manusia sudah bangkit dari pemberiannya melakukan aktivitas masing-masing. Begitu juga dengan Bimo Setiawan sudah bersiap ingin berangkat ke kantor Setiawan Group.


Terlihat Almaira sudah mempersiapkan sarapan pagi, pagi itu. lalu ia kembali menghampiri Devan, untuk membantu Devan membersihkan diri walaupun selama ini ada baby sitter yang membantu merawat dan menjaga Devan. Almira selalu ingin langsung turun tangan menjaga dan memandikan Devan.


Terlihat Bimo Sudah duduk menunggu yang lainnya di meja makan." Assalamualaikum dan selamat pagi papi ku yang tampan." sapa Almaira menirukan suara khas anak kecil seperti Devan, sambil mengembangkan senyumnya mendudukkan Devan tepat di samping sisi kiri Bimo. Sementara dirinya duduk di sisi kanan Bimo.


Nyonya Anita yang berada di hadapan Devan, mengembangkan senyumnya. "Astagfirullah ternyata Allah sudah mengirimkan kebahagiaan tersendiri untuk putra dan cucuku, dengan kehadiran Almaira di rumah ini setelah linangan air mata dengan kepergian Norin menantuku 1 tahun yang lalu." gumam Nyonya Anita di dalam hati sembari memperhatikan interaksi ketiganya yang begitu dekat dan akrab.


Dengan telaten, Almaira menyuguhkan menu makanan kepada Nyonya Anita, dan dilanjutkan kepada Bimo dan juga Devan. membuat Nyonya Anita benar-benar sangat bahagia dengan kehadiran Almaira.


"Makanannya enak sekali, pasti kamu yang masakan Sayang." tebak Bimo sambil melirik Almaira. Almaira mengembangkan senyumnya "Mas kok tahi?" tanya Almaira" Mas sudah tau ciri khas Citra rasa menu makanan yang kamu masak itu


mas sudah hafal. " ucap Bimo


Hal itu membuat Almaira langsung mengembangkan senyumnya, ketika ia mendengar kalau Bimo menghafal Citra rasa menu masakannya. Padahal baru beberapa bulan saja Almaira tinggal di rumah utama Setiawan.


Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Bimo terdengar jelas di telinganya. Ia melirik ponselnya yang berada di atas meja.Tetapi Bimo membiarkannya begitu saja. ia tidak mengetahui siapa yang menghubungi dirinya, Karena dilayar ponselnya tidak ada nama tertera di dalamnya. Itu artinya nomor kontak yang menghubungi dirinya, tidak ada di list kontaknya.


Tetapi karena ponsel itu terus menjerit-jerit, dan Bimo pun sudah selesai menyantap menu sarapan paginya, Ia pun langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. penasaran Siapa yang


menghubunginya pagi-pagi seperti ini.

__ADS_1


"Hello selamat pagi dengan Bimo Setiawan di sini sama Bimo di dalam sambungan telepon selulernya


"Selamat pagi Tuan maaf kalau pagi-pagi seperti ini saya menghubungi Tuan." ucap salah satu asisten Bimo di dalam sambungan telepon selulernya.


"Kamu mengapa menghubungiku memakai nomor ponsel orang lain? tanya Bimo penuh selidik. "Maaf Tuan, saya tidak bisa hadir di kantor saat ini,karena saya mengalami kecelakaan. Dan ini saya menggunakan ponsel salah satu yang membantu saya membawa ke rumah sakit." ucap asisten Bimo membuat Bimo terhenyak.


"Baik, kau di rumah sakit mana sekarang?" Aku akan segera kesana menghampirimu." ucap Bimo kepada asistennya. Setelah mendapat informasi kalau asistennya berada di rumah sakit yang lokasinya tidak jauh dari kantor Setiawan Group, Bimo memutuskan sambungan telepon selulernya.


"Siapa Mas? tanya Almaira penuh selidik. karena dirinya melihat raut wajah Bimo sedikit panik, Ketika Bimo menerima sambungan telepon seluler dari seseorang. Salah satu asisten Mas di kantor mengalami kecelakaan. Dia tidak bisa hadir menemani mas meeting di salah satu restoran dengan perusahaan ternama dari Manila." ucap Bimo sedikit panik.


"Mas ingin mempresentasikan yang mas kerjakan saat di apartemen?" tanya Almaira penuh selidik.


"Aku akan menemani Mas ke sana, Mas tenang saja.


"Bagaimana bisa sayang? sudah,mungkin karena tidak adanya aku nanti mas tidak akan gugup dan mas pasti bisa melakukannya." ucap Almaira mengambil mengembangkan senyumnya dengan cepat-cepat Almaira bersiap menggunakan pakaiannya layaknya pergi bekerja di sebuah kantor.


Terlihat penampilan Almaira sudah layak seperti seorang sekretaris. "Sumpah Sayang Kau cantik sekali." ucap Bimo sambil mengembangkan senyumnya menatap penampilan Almaira yang begitu cantik dan mempesona.


"Masih sempat-sempatnya Mas menggombal di situasi seperti ini."ucap Almaira sambil mengembangkan senyumnya menatap Bimo dengan tatapan penuh arti. Setelah memastikan penampilan Almaira terlihat rapi iya meraih tas sandang yang ia letakkan di atas meja.


Mereka berpamitan kepada Nyonya Anita, yang masih duduk di ruang makan. Walaupun Nyonya Anita sudah selesai menyantap menu makanan miliknya. Begitu juga dengan Devan. Asisten rumah tangga langsung membereskan piring bekas makan mereka.

__ADS_1


Sementara Almaira dan Bimo menitipkan Devan kepada Nyonya Anita dan baby sitter yang selama ini menjaga Devan. Setelah memberi salam kepada Nyonya Anita, dan berpamitan kepada Devan membubuhi Devan dengan kecupan hangat yang diberikan Almaira, mereka berlalu dari rumah utama keluarga Setiawan, menuju rumah sakit.


Yang mana salah satu asisten Bimo sedang dirawat di sana karena mengalami kecelakaan. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, kemudian mereka tiba di rumah sakit. Terlihat Bimo dan Almaira berjalan buru-buru mencari ruang rawat inap asistennya.


Bimo juga menghubungi salah satu asisten lainnya untuk segera mengurus biaya pengobatan Aris yang masih berada di rumah sakit. "Bagaimana dengan keadaanmu Apa yang sakit saat ini? tanya Bimo ketika melihat Aris masih berbaring di atas branker yang disediakan oleh pihak rumah sakit. setelah mereka menemukan ruang rawat inap Aris.


Seperti yang Tuan lihat, kaki dan tanganku sedikit terkilir akibat kecelakaan itu. "Apa kau tidak menggunakan mobil sehingga lukamu sampai seperti ini?" tanya Bimo penuh selidik. "Karena saya takut macet, mengejar waktu untuk meeting bersama klien kita, yang dari Manila Aku menggunakan motor. Saat aku melajukan motor matic itu, ada sebuah mobil kencang yang menyerempet Aris dari samping sisi kiri." ucap Aris menerangkan Bagaimana dirinya sampai mengalami kecelakaan.


"Aku sudah meminta kepada salah satu rekanku yang bertugas di dinas kepolisian untuk menyelidiki kasus kecelakaan yang kau alami. Saat ini mereka sedang melakukan penyelidikan tentang kecelakaan yang kau alami, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.


Saya berharap kamu cepat pulih kembali karena hanya kamu satu-satunya asisten yang paling bisa saya andalkan. "Terima kasih Tuan atas doa Dan kepercayaan Tuan terhadap saya. Saya benar-benar merasa bersalah tidak dapat meeting siang ini bersama Tuan." ucap Aris sedikit merasa bersalah kepada Bimo Setiawan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya teman emak


__ADS_1


__ADS_2