
"Selamat pagi Pak Bimo, Bagaimana kondisi Devan saat ini. Apa sudah baikan? tanya salah satu wanita berparas cantik yang bekerja sebagai sekretaris Bimo selama ini. wanita ini bernama Siska sudah lama menaruh hati kepada Bimo. Sebelum Bimo menikah dengan Alena. Siska merupakan teman atau sahabat dari Alena. Dan Alena sendiri yang merekomendasikan Siska menjadi sekretaris Bimo saat itu.
"Alhamdulillah kondisi Devan saat ini baik-baik saja. "Apa agenda saya hari ini." ucap Bimo dengan tegas. Siska yang tampak gelisah menatap wajah tampan Bimo seolah tidak ingin mengalihkan perhatian dari wajah Tampan itu. "Siska!" saya bertanya sama kamu Apa agenda saya saat ini. tanya Bimo sembari menatap Siska dengan tatapan tajam.
"Maaf Pak, sepertinya siang ini ada meeting di salah satu restoran ternama yang lokasinya tidak jauh dari kantor ini, bersama klien yang berasal dari kota Boston. Bimo menganggukkan kepalanya, Ia baru ingat kalau dirinya memiliki janji kepada salah satu pengusaha yang berasal dari kota Boston.
"Baiklah persiapkan segala materinya. Saya tidak ingin membuat klien saya kecewa kepada saya." ucap Bimo kepada Siska yang sedari tadi hanya memperhatikan wajah tampan Bimo.
"Walaupun duda tapi masih terlihat tampan juga. Aduh gemesnya, Untung saja Alena sudah meninggal jadi aku memiliki kesempatan. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk memiliki kamu Bos Bimo." gumamnya di dalam hati sembari terus memperhatikan wajah tampan Bimo.
Siska berlalu dari ruang kerja untuk mempersiapkan materi yang diinginkan oleh Bimo. Setelah beberapa menit kemudian. Siska kembali menghampiri Bimo di ruang kerjanya. Dengan membawa berkas yang ingin Ia presentasikan kepada pengusaha karya raya berasal dari kota Boston.
"Maaf Pak Bimo, ini materi yang anda inginkan. Kita akan segera pergi ke restoran, dimana Tuan Benhard sudah menunggu di sana." ucap Siska kepada Bimo dibalas tatapan Bimo dengan tajam kepada Siska.
" Kamu stay di kantor saja. Saya yang akan pergi sendiri. Dan tolong katakan kepada Andika agar tetap berjaga disini. Saya tidak ingin karyawan-karyawati saya hanya bermain-main dan tidak mengerjakan apa-apa. Ingat, semua kalian para karyawan-karyawati saya akan saya pantau dari kejauhan.
Jangan kalian kira saya tidak berada di kantor tidak tahu apa yang kalian lakukan di kantor ini." ucap Bimo yang mampu membuat Siska terhenyak. ia bingung apa yang dimaksud oleh Bimo, sehingga Bimo mengatakan kalau dirinya memantau karyawan-karyawati yang selama ini bertugas di kantor miliknya
Padahal awalnya Siska sudah mengira kalau Bimo akan mengajak dirinya meeting bersama-sama. Seperti hal yang dilakukan bos-bos lainnya. Jika bos mengadakan meeting di luar, maka sekretarisnya juga ikut menemani dirinya.
__ADS_1
Tetapi bagi Bimo itu tidak berlaku. ia merasa mampu dapat melakukan apa saja yang menjadi tugas seorang sekretaris, membuat dirinya tidak ingin kalau Siska yang begitu ganjen terhadapnya, ikut bersama dirinya meeting dengan klien penting perusahaan yang ia kelola selama ini.
Bimo meraih interkom yang ada di meja kerjanya." Andika, saya akan meeting keluar. Tolong kamu tangani dulu kantor. saya tidak ingin karyawan-karyawati saya bermain-main dalam bekerja. Karena itu dapat merugikan perusahaan saya." ucap Bimo dengan tegas selalu memutuskan sambungan interkom kepada Andika sebelum Andika menjawab iya
Bimo berlalu dari kantor Setiawan group. menuju restoran dimana saat ini, seorang pengusaha kaya raya yang berasal dari kota Boston menunggu dirinya di sana. Tampak Bimo meminta kepada Pak Yono, untuk segera menghantarkan dirinya dan juga menemaninya meeting bersama klien.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit ,yang dihantarkan oleh pak Yono pun tiba di restoran yang dijanjikan sebelumnya bersama Tuan Benhard. Terlihat Tuan Benhard belum hadir di sana.
Bimo duduk dan meminta kepada pelayan restoran itu untuk menyediakan kopi kesukaannya. Setelah menunggu beberapa menit kemudian, Tuan Benhard pun akhirnya muncul dengan senyuman yang mengulas di wajahnya.
"Hello Tuan Bimo, Maaf sudah membuat Anda menunggu." ucap sambil memberi salam kepada Bimo.
Tampak Tuan Benhard begitu bahagia dapat bertemu dengan Bimo, seorang pengusaha kaya raya yang sukses mengembangkan perusahaan milik keluarganya sampai ke mancanegara.
Sungguh kebanggaan tersendiri bagi saya dapat bekerja sama dengan perusahaan yang anda Pimpin Tuan. ucap Tuan Benhard sembari mengembangkan senyumnya menatap Bimo dengan tatapan penuh arti.
" Saya juga merasa bahagia dapat bekerja sama dengan perusahaan yang Tuan memiliki. Jujur aku tidak menyangka kita akhirnya dapat menjalin hubungan kerjasama. Semoga kerjasama ini membawa keberuntungan yang cukup besar kepada perusahaan kita." ucap Tuan Benhard kepada Bimo dibalas anggukan dari Bimo.
Keduanya pun saling berpelukan, merasa bahagia akhirnya perusahaan yang mereka memiliki sama-sama mendapatkan keuntungan yang besar. Kini Tuan Bernhard dan Bimo menikmati makan siang saat itu.
__ADS_1
Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Bimo terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel seseorang yang sama sekali tidak ada di list kontaknya. Siapa yang menghubungiku? Mengapa tiba-tiba saja ponselku berdering." gumamnya dalam hati sembari meraih ponsel miliknya. Yang ada di saku celananya, Ia pun menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Karena dirinya penasaran siapa sosok yang menghubunginya saat itu.
Setelah sambungan telepon seluler itu pun tersambung Yang ternyata mendengar Devan yang menghubungi dirinya. "Papi jangan lama-lama pulang dari kantor. Devan sangat merindukan Papi, dan have you nice day Papi." ucap bocah kecil yang sangat lia sayangi, menghubungi dirinya dan mengingatkan kalau Bimo harus segera kembali setelah jam kerjanya telah selesai.
Tuan Bernhard yang mendengar suara khas anak kecil yang kebetulan Bimo menghidupkan speakerphone-nya mengembangkan senyumnya mendengar bocah kecil yang mengingatkan Papinya Untuk tetap menjaga kesehatan. Tidak lupa makan dan istirahat. Karena ada yang menunggu di rumah." kata-kata itu yang diucapkan oleh Devan kepadanya membuat Bimo bingung.
Mengapa tiba-tiba putranya menghubungi Bimo untuk mengingatkan makan siang dan istirahat. "Wah putra Anda begitu perhatian kepada anda, walaupun usianya masih kecil." ucap Tuan Benhard yang ikut bangga mendengar ketika Devan menghubungi Bimo di dalam sambungan telepon selulernya.
Bimo hanya mengembangkan senyumnya, ketika Tuan Benhard memuji devan hadapan Bimo.
Tuan benhard melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya. Ia melihat Jam sudah menunjukkan pukul 14.00 siang. Itu berarti Tuan Benhard akan segera kembali ke bandara, karena hari ini juga Tuan Benhard akan segera berangkat ke negaranya.
"Maaf Tuan Bimo, saya harus pulang sekarang . Karena saya harus segera kembali ke negara saya, sebelum istri saya melahirkan. "Jadi istri Anda saat ini sedang hamil?" tanya Bimo penuh selidik.
"Ia Tuan dan sepertinya, istri saya sudah mau melahirkan saat ini dan sudah berada di rumah sakit. Tinggal menunggu waktunya saja memberitahu kalau istrinya akan melakukan persalinan dalam jangka waktu dekat. Mudah-mudahan, anak dan istri saya baik-baik saja. ucap Tuan Benhard kepada Bimo.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓