
Jangan lupa like, vote, rate, kritik dan saran yang membangun..
Dukungan mu adalah semangat bagi ku..
Selamat Membaca..
...----------------...
Malam ini adalah malam minggu, malam yang di mana banyak anak muda yang menghabis kan waktu nya dengan cara berkencan .Tapi hal itu tidak berlaku pada Elis, dia hanya duduk di depan meja rias dengan tatapan mata yang kosong .Pikiran nya sedang melanglang buana, entah apa yang sedang Elis pikir kan.
Sebenarnya Elis sangat penasaran bagaimana rasa nya pacaran, tapi entah kenapa dia belum bisa membuka diri untuk bisa dekat dengan lelaki.
Tak lama Ibu Yanti mengetuk pintu kamar Elis, karna tak segera mendapat kan jawaban akhir nya bu Yanti masuk ke dalam kamar Elis. Dia melihat sang anak sedang bengong di depan cermin,tatapan matanya lurus kedepan, tapi pikiran nya terlihat kosong.
"Elis,,, "sapa bu Yanti sambil mengelus kepala Elis
"Eh,, Ibu.." seru Elis kaget
"Kamu kenapa melamun? "tanya Bu Yanti
"Tidak apa apa bu, Elis hanya kangen sama bapak.."seru Elis
Bu Yanti langsung memeluk Elis dan mengelus rambut nya dengan lembut, dia tahu anak nya kurang kasih sayang seorang bapak. Tapi Bu Yanti selalu berusaha untuk mencurah kan kasih sayang nya terhadap Elis,dia rela bekerja dengan sangat keras agar Elis bahagia.
"Bu,,, "seru Elis
"Apa Elis? "tanya Ibu Yanti
"Besok kan hari minggu, apa boleh aku lari pagi ke taman? "seru Elis
"Tentu nak, selama itu kegiatan yang baik dan membuat kamu senang Ibu setuju saja ."seru Bu Yanti
"Terimakasih Ibu.. "seru Elis sambil mengerat kan pelukan nya
"Iya sayang ,dan sekarang kamu harus tidur karena hari sudah malam.. "seru Bu Yanti
"Baiklah,, aku akan tidur, selamat malam ibu ku yang cantik. "seru Elis sambil mencium pipi Ibu nya
Bu Yanti tersenyum melihat perlakuan anak nya, dia pun menggiring Elis untuk tidur. Setelah Elis sudah merebahkan kan tubuh nya, Bu Yanti pun menyelimuti Elis dan mencium kening nya.
"Tidurlah nak, besok pagi Ibu akan membangun kan kamu.. "seru Bu Yanti
Elis pun mengangguk kan kepalanya dan mulai memejamkan mata nya, Bu Yanti terus mengelus elus puncak kepala Elis. Setelah Elis terlelap, Bu Yanti pun keluar dari kamar Elis dan menuju kamar nya.
-
-
-
__ADS_1
Pagi ini Elis sudah siap untuk lari pagi ke taman, dia menggunakan kaos putih polos pendek dan celana trening panjang. Rambut nya di ikat seperti kuncir kuda, dan tak lupa dia membawa handuk kecil untuk mengelap keringat nya.
Sebelum lari pagi dia melakukan pemanasan terlebihnya dahulu, setelah merasa cukup Elis pun mulai lari santai menuju taman.
Elis terus berlari santai mengelilingi taman,setelah merasa kecapen dia beristirahat di bawah pohon yang rindang. Udara nya terasa begitu sejuk, dia duduk sambil mengelap dahi nya yang berkeringat.
Dari kejauhan tampak Andrea sedang bersepeda mengelilingi taman, tanpa sengaja mata nya melihat Elis yang sedang berteduh di bawah pohon. Andrea merasa sangat senang,dengan cepat dia menghampiri Elis.
"Hai Elis,, "sapa Andrea
"Eh,, Andrea.. "seru Elis
"Kebetulan sekali bisa bertemu,, aku jadi makin semangat setelah lihat kamu.. "seru Andrea
Elis tersenyum canggung ke arah Andrea,, dia bingung harus bersikap seperti apa..
"Tiap hari minggu aku selalu bersepeda, tapi aku belum pernah liat kamu.. "seru Andrea
"Tentu saja tidak pernah,, aku baru kali ini lari pagi ke taman.. "seru Elis
"Waaah,, sayang sekali,, padahal lari pagi itu sangat menyehatkan loh.. "seru Andrea
Elis hanya tersenyum mendengar ucapan Andrea,, dia tak tahu harus bicara apa, karna dia tak terbiasa ngobrol dengan lelaki.
"Mau aku ajak ke tempat yang bagus tidak?" seru Andrea
"Kemana ?"tanya Elis
"Baiklah.. "seru Elis
Andrea pun menaiki sepeda nya, dia menyuruh Elis untuk naik di belakang. Elis pun menuruti nya,kini mereka berboncengan menuju tempat yang Andrea janjikan.
"Pegangan dong cantik,, nanti kalo jatuh gimana?" seru Andrea
"Ah, iya iya.. "seru Elis
Elis pun melingkar kan tangan nya di pinggang Andrea, Andrea yang merasakan tangan Elis melingkar di pinggang nya pun merasa senang..
Setengah jam kemudian mereka sudah sampai di pinggir Danau, Elis yang melihat nya pun sangat senang. mata nya terlihat berbinar, senyum nya pun kian mengembang..
Elis beridiri di pinggir danau sambil merentang kan tangan nya, dia menghirup udara segar sebanyak banyak nya.. Andrea tak melepaskan kesempatan itu, dia langsung memeluk Elis dari belakang.
"Kamu ngapain? "tanya Elis gugup
"Kamu ngga usah takut, aku hanya ingin memeluk kamu.. "seru Andrea
"Tapi aku risih,, tolong jangan seperti ini.." seru Elis
"Sebentar saja, nanti juga kamu akan terbiasa.." seru Andrea
__ADS_1
Elis pun terdiam, entah kenapa dia merasa nyaman saat Andrea memeluk nya.
"Kamu mau naik ke rumah pohon tidak?" seru Andrea
"Memang nya di sini ada rumah pohon ya..? "tanya Elis
"Tentu saja ada.. itu di sana.. "seru Andrea sambil menunjuk rumah pohon nya
"Waah,, aku mau naik kesana .."seru Elis riang
Andrea pun melepaskan pelukan nya, dia menggandeng tangan Elis dan mengajak nya naik ke atas rumah pohon. Setelah berada di atas Elis merasa sangat kagum, karna dari sini dia bisa melihat pemandangan yang terlihat lebih indah.
"Waah,, aku tidak menyangka ternyata di lihat dari sini pemandangan nya sangat indah.. "seru Elis
"Apa kamu suka?" tanya Andrea
"Sangat.. "seru Elis
"Kalau kamu suka, aku akan sering mengajak mu kesini.. "seru Andrea
"Apa boleh? "tanya Elis
"Tentu saja.. untuk wanita yang spesial, kapan pun boleh.." seru Andrea
mendengar ucapan Andrea, Elis jadi merasa tak menentu. Elis pun menundukan wajah nya, dengan cepat Andrea mengangkat dagu Elis dengan telunjuk nya. Pandangan nya terus tertuju pada bibir Elis, saat bibir nya sudah mau menempel di bibir Elis dengan cepat elus memalingkan wajah nya..
"Kamu mau apa? "tanya Elis
"Aku hanya ingin mencium mu.. "seru Andrea
Wajah Elis terlihat merona dengan ucapan Andrea ..
"Hanya cium cantik.. aku tahu kamu juga suka saat aku cium, ayolah.." seru Andrea memelas
Elis pun ragu ragu menganggukkan kepala nya, Andrea yang mendapat lampu hijau pun langsung menangkup wajah Elis dengan kedua tangan nya, dia langsung mencium bibir Elis dengan lembut .
Melihat Elis yang terbuai dengan permainan nya, Andrea pun tersenyum bahagia dalam hati. Dia tidak menyangka kalau kini Elis sudah bisa menerima dia dengan baik.
-
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..
__ADS_1
TBC