
Pukul sembilan malam, Andra sudah berada di depan rumah sang kekasih. Andra bahkan sengaja memarkirkan mobilnya, tak jauh dari rumah Liodra. Agar kejutannya terlihat sempurna, agar Liodra tak sadar akan kedatangannya.
Dengan paper bag yang sudah sia siapkan khusus untuk sang kekasih, Andra berjalan dengan percaya diri. Dia sangat yakin, jika Liodra pasti akan menerima lamarannya.
Secara, mereka sudah pacaran sekitar enam tahun. Selama itu pula, perjalanan cinta mereka selalu baik-baik saja. Andra terkesan begitu menjaga kekasihnya, bahkan jika Andra ingin sekali mencicipi manisnya tubuh Liodra, Andra akan memilih menjauh.
Andra tak mau membuat kekasihnya rusak, Andra mau kekasihnya tetap suci. Sampai janji suci telah di ucapkan, barulah Andra akan menyentuh wanitanya.
Andra memang berbeda dengan sang Ayah, yang memang suka bergonta-ganti wanita saat masih lajang.
Dan itu adalah suatu hal yang membuat Andrea senang, karena ternyata kedua anaknya, tak ada yang meniru kelakuan jeleknya. Suka mencicipi wanita-wanita yang berlalu lalang masuk ke dalam hidupnya.
Sampai di depan rumah Liodra, pintu utama terlihat sedikit terbuka. Andra mengernyit heran, pasalnya kekasihnya adalah orang yang apik.
Bagaimana bisa, kekasihnya itu sampai lupa untuk menutup pintu?
Dengan perlahan, Andra melangkahkan kakinya. Mendorong pintu rumah Liodra dengan perlahan, tak lama Andra mendengar suara yang sangat dia kenal dari dalam kamar Liodra.
"Ah, Sayang. Geli, jangan di situ." ucap Liodra.
"Kamu diam saja, nikmati semua yang aku lakukan ke kamu. Kita udah sering kayak gini, kamu masih suka protes saja."
Terdengar suara lelaki yang sedang berbicara pada Liodra, hati Andra panas. Tangannya sudah mengepal sempurna, dia sangat ingin membunuh lelaki yang sedang bersama kekasihnya.
Tapi, Andra berusaha untuk menahannya. Dia tak mau bertindak gegabah, siapa tahu dia hanya salah sangka.
__ADS_1
"Aaah, Sayang. Itu enak banget, aku suka. Lebih dalam lagi," erang Liodra.
Liodra terdengar mengerang, begitu pun dengan lelaki yang sedang bersamanya.
"Kamu tuh kebiasaan, awalnya aja suka ngga mau. Tapi ujung-ujungnya banyak maunya, malah kadang suka nambah." ucap pria itu menimpali.
"Aduh,,, Iya, kaya gitu. Aku suka, kamu emang paling bisa ngasih aku yang enak." ucap Liodra.
Kekesalan Andra sudah di ubun-ubun, dengan satu kali tendangan, pintu kamar Liodra pun langsung terbuka.
BRAK!!!!
Pintu kamar Liodra terbuka, hingga menimbulkan dentuman yang keras. Liodra terlihat sangat kaget, begitu pun dengan lelaki yang bernama dengan Liodra.
Lelaki yang sedang menindih tubuh Liodra itu langsung bangun dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua, lelaki itu nampak kesal.
Sedangkan Liodra, terlihat panik. Dia ingin menjelaskan, tapi bingung dengan keadaannya yang tidak mendukung.
Andra ingin sekali marah, tapi dia seakan tak bisa marah pada wanita yang sangat dia sayangi, sangat dia cintai dan sangat dia puja.
Air mata Andra mengalir tanpa di minta, dia mendekat pada wanita yang masih menjadi kekasihnya.
"Jadi, ini yang kamu lakukan di belakang aku?" tanya Andra pelan.
Andra seakan tak punya tenaga untuk marah, dia hanya bisa pasrah dengan apa pun yang akan terjadi padanya.
__ADS_1
"Maaf, Sayang. Aku--"
Ucapan Liodra menggantung, karena Andra sudah kembali bersuara.
"Ya, aku tahu. Kamu tak pernah mendapatkan kenikmatan yang kamu inginkan dari ku, aku bukannya tak normal. Aku hanya ingin kita melakukannya setelah kita menikah, apa itu salah?!" ucap Andra pelan, tapi penuh penekanan.
"Maafkan aku, Andra. Karena aku sudah merasa sangat nyaman, dengan kenikmatan yang diberikan oleh Anji." ucap Liodra sambil tertunduk.
Ada sedikit raut penyesalan di wajah Liodra, tapi itu sudah tak berguna, ada raut senang di wajah lelaki yang kini sedang bersama dengan Liodra. Dalam keadaan yang....Sangat menjijikkan, untuk Andra.
"Nikmatilah pilihanmu, Liodra!! Terimakasih untuk enam tahun yang telah kita lalui bersama," ucap Andra.
Andra langsung pergi dari rumah Liodra, sedangkan pria yang berada di samping Liodra langsung menarik Liodra ke dalam pelukannya.
Menciumnya dan kembali memberikan kenikmatan pada wanita itu, mereka seakan tak perduli dengan sakit yang Andra rasakan.
Mereka kembali bergumul dan berlomba untuk mencari titik kepuasan yang selalu mereka lakukan saat mereka bersama, kejam?
Mungkin untuk Andra itu sangat kejam, tapi tidak untuk Liodra dan pasangan selingkuhannya. Berlomba untuk sampai di titik puncak, adalah hal yang paling mereka dambakan setiap kali mereka bersama.
Andra langsung meninggalkan kediaman Liodra, Andra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia sudah tak perduli lagi dengan apa yang akan terjadi, saat ini dia hanya ingin melupakan emosinya.
Tapi, Andra tak tahu harus dengan apa agar sakit hatinya bisa terlampiaskan. Malam semakin larut, Andra mengendarai mobilnya tanpa arah tujuan, hingga sesuatu yang tak diinginkan pun terjadi begitu cepat.
Mobil yang Andra tumpangi, bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah yang berlawanan.
__ADS_1
Mobil Andra terguling sampai beberapa kali, hingga akhirnya mobil Andra menabrak pembatas jalan dan langsung berhenti.
Mobil Andra terlihat ringsek, setengah badan Andra terjepit body mobil. Andra kesulitan untuk bangun, hingga Akhirnya matanya terpejam, kini, dia tak sadarkan diri.