
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun ya gengs..
Dukungan mu adalah semangat bagi ku..
Selamat Membaca..
...****************...
Karina masih saja memandang kesal ke arah Elis, hal itu membuat pria yang ada di samping Karina merasa tidak nyaman.
Pria? Siapa pria itu? Kenapa Karina masih mengejar Andrea jika dia datang dengan seorang pria?
Tentu saja dia datang dengan seorang pria,pria yang punya tanggung jawab besar untuk melindungi Karina. Kakak laki laki Karina yang sedang berkuliah di Jakarta, lelaki itu bernama Jhon.
Jhon sengaja kuliah di Jakarta karna kasian terhadap Aunty nya yang tidak mempunyai keturunan, dengan senang hati uncle dan Aunty nya menerima kehadiran keponakan nya itu.
"De, kenapa memandang wanita itu dengan tatapan tidak suka? "tanya nya
Karina pun mengalihkan pandangan nya ke arah pria yang berbicara ke pada nya"kamu tahu kan Kak, kalau aku sedang menyukai seorang pria? "tanya balik Karina
"Kamu ini, Kakak sedang bertanya tapi malah di jawab dengan pertanyaan."seru nya
"Orang yang suka aku ceritain ke kakak itu, yang tadi nganter kopi."seru Karina
"Cowok yang nama nya Andrea yang sering kamu ceritakan ke aku? "tebak nya
"Ia Kak, aku harus bagaimana? "Keluh nya
"Sudah lah De mending kamu cari lelaki lain saja, dia sudah memiliki kekasih. Kamu lihat kan, mereka terlihat saling mencintai dengan tulus."seru Jhon
"Kak !! "seru Karina dengan mata yang sudah berkaca kaca
Jhon mengelus lembut rambut adik nya"Lelaki masih banyak De, jangan jadi perempuan jahat hanya demi mendapatkan hal yang mustahil."seru nya
"Aku akan berusaha kak. "seru Karina
"Cepat minum kopi nya, nanti tidak enak kalau keburu dingin. "seru Jhon
"Baik Kak,, ''seru Karina
Karina pun mulai menyesap kopi yang dia pesan, rasa hangat dari kopi nya terasa menghangat sampai ke hati. Sesekali dia memperhatikan interaksi antara Andrea dan Elis, dan rasa nya dia sungguh tak kuat untuk berlama lama di sana.
__ADS_1
"Pulang yu kak,aku sudah lelah. "seru Karina
"Baiklah, kamu datang ke sini untuk berlibur selama masa libur semester. Kakak harap kamu bisa bersenang senang, dan kakak tidak mau melihat kamu murung."seru Jhon
"Iya Kak, aku akan berusaha untuk terus tersenyum."seru Karina sambil memaksakan senyum nya
Jhon pun segera menuju kasir untuk membayar dua cangkir kopi yang telah dia pesan, sedangkan Karina langsung keluar dan menunggu kakak nya Jhon di mobil.
Selama di meja kasir Jhon memperhatikan perlakuan Andrea terhadap Elis, mereka terlihat sangat dekat dan saling menyayangi.
Mereka terlihat tulus saling menyayangi satu sama lain, semoga saja Karina mendapat lelaki yang tepat untuk nya. Dia harus segera move on dari lelaki bernama Andrea ini, kasihan sekali adik ku baru pertama jatuh cinta tapi belum sempat jadian sudah patah hati. Batin Jhon
Setelah selsai membayar Jhon langsung keluar caffe dan menghampiri adik nya yang sudah menunggu nya di dalam mobil, Jhon bisa melihat dengan jelas kesedihan di mata adik nya itu.
Dengan cepat Jhon melajukan mobil nya, dia tak ingin terlalu lama melihat raut sedih di wajah adik nya. Setelah kepergian Karina dan Jhon ,Elis mendekati Andrea yang nampak sedang membersihkan meja bekas pengunjung, Andrea pun langsung tersenyum melihat kekasih nya.
"Malam sudah semakin larut, pengunjung pun sudah mulai berkurang. Apa kamu belum mau pulang? "tanya Elis
Andrea melihat jam yang melingkar di tangan nya"Baru setengah sembilan, aku akan membantu kamu sampai caffe tutup."Jawab Andrea
"Setengah jam lagi kami akan tutup, kamu pulang saja. Kamu pasti sangat lelah karna seharian bekerja,besok kan kita bisa ketemu lagi."Jelas Elis
Elis mendengus kesal, dia bukan nya tak mau di bantu atau di temani oleh sang kekasih, pasal nya dia hanya kasihan karna wajah Andrea terlihat sangat kelelahan.
"Ya sudah, apa kata kamu saja.Kamu bantu aku rapihin meja pengunjung bareng Aksa, aku mau bantu bi Nur rapihin di dapur."ucap Elis
"Siap cantik, dengan senang hati akan aku kerjakan."seru Andrea
Elis melihat ke arah Aksa yang sedang mengantar caffe untuk beberapa pengunjung terakhir, dengan segera Elis pun melambaikan tangan nya. Aksa yang paham pun langsung menghampiri kakak sepupu nya itu.
"Ada apa Kak? "Tanya Aksa
"Tolong bantuin Andrea rapihin meja bekas pengunjung, aku akan membantu Bi Nur di dapur."seru Elis
"Siap kak!! "seru Aksa
Elis pun hanya bisa tersenyum lalu pergi meninggal kan Andrea yang mulai merapikan meja pengunjung, Elis langsung menuju area dapur membantu mencuci cangkir bekas para pengunjung.
Bi Nur pun tersenyum hangat pada nya"Kamu mau nginep di rumah Bibi apa di sini? "seru Bi Nur
"Di sini aja Bi, aku nya jadi cape kalau harus mondar mandir."Jawab Elis
__ADS_1
"Apa kamu tidak apa apa kalau tinggal sendiri di sini?"seru Bi Nur
"Elis sudah besar Bi, Elis sudah bisa mengurus diri sendiri. Bibi ngga usah khawatir.. "seru Elis meyakinkan
"Baiklah sayang, jaga diri baik baik."seru Bi Nur
"Tentu Bi, Elis akan menjaga diri Elis."seru Elis
Kini semua sudah rapih dan pera pengunjung pun sudah sepi,semua perabotan sudah rapih dibersihkan dan meja pengunjung pun sudah bersih.
Aksa dan Bi Nur yang sudah di jemput oleh paman Aron pun langsung bergegas pulang, sedangkan Andrea masih setia menemani Elis yang sedang menghitung penghasilan hari ini.
"Ternyata caffe ini cukup ramai ya? "seru Andrea
"Ya, kadang kami sangat kewalahan jika saat Weekend. Karna pengunjung akan dua kali lipat lebih banyak yang datang."seru Elis
"Itu nama nya bagus sayang, berarti usaha kalian ada kemajuan."seru Andrea
Elis yang sudah selsai menghitung pundi pundi rupiah hari ini dengan cepat memasukan nya kedalam laci yang ada di bawah meja kasir dan mengunci nya, dia pun terlihat menulis beberapa note di buku kecil yang ada di meja.
"Apa sudah selsai? "tanya Andrea
"Sudah.. "seru Elis sambil mengalungkan tangan nya di leher Andrea ,"Sekarang kamu pulang sana, karna hari sudah mulai larut. "seru Elis
"Baiklah aku akan pulang, tapi kasih kiss dulu. "Seru Andrea sambil memonyongkan bibir nya
Elis pun tersenyum,lalu dia pun segera mengecup bibir Andrea sebentar. Andrea merasa kalau ciuman nya masih kurang, dengan lembut Andrea menarik tengkuk leher Elis dan mencium bibir Elis dengan sangat lembut .
Cukup lama Elis dan Andrea bertukar saliva, hingga membuat mereka merasa kekurangan pasokan oksigen barulah mereka melepas pagutan nya.
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..
TBC
__ADS_1