
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun ya gengs ..
Dukungan mu adalah semangat bagi ku..
Selamat Membaca
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari sudah menjelang malam, tapi Andrea belum juga keluar dari kamar nya. Bu Neni merasa sangat khawatir, dari siang dia sudah membujuk Andrea agar mau keluar kamar. Tapi Andrea seakan tidak mendengar apa pun, dia hanya berbaring sambil memejamkan mata nya.
Bu Neni pun akhir nya masuk ke kamar Andrea, di melihat Andrea sedang tidur. Dahi nya berkerut dalam, dan dia terus saja memanggil nama Elis.
"Elis, kenapa kamu pergi? "tanya Andrea lirih
Bu Neni pun tak kuasa melihat kesedihan anak nya, dia langsung menangis dalam diam.Tak lama Andrea mengigau kembali, dia terus saja memanggil manggil nama kekasih hati nya.
Bu Neni langsung menghampiri nya, dia ingin berusaha menenangkan hati Andrea. Tapi alangkah terkejut nya Bu Neni saat dia memegang dahi Andrea, dahi nya terasa sangat panas.
Bu Neni pun langsung berlari ke dapur, dia membawa air hangat dan handuk kecil untuk mengompres Andrea.
Dengan telaten dia mengompres Andrea, Bu Neni juga memberikan obat penurun panas pada Andrea. Setelah di rasa panas nya turun, Bu Neni segera ke dapur.
Dia akan membuat kan bubur buat Andrea, karna sedari siang dia sama sekali tidak makan.
Bu Neni sebenar nya sangat bingung, apa yang saat ini harus ia lakukan. Apa lagi suami nya sedang tidak ada di rumah, membuat dia makin gelisah.
Ya tuhan,, apa yang harus aku lakukan saat ini? Kenapa semua nya menjadi seperti Ini? Aku jadi bingung kalau begini, Johan.. cepatlah pulang ,aku tidak sanggup melihat keadaan anak kita. Batin Bu Neni
Setelah bubur nya matang, Bu Neni langsung ke kamar Andrea. Dia menyuapi Andrea dengan sangat hati hati, sesekali dia pun mengganti kompresan nya. Sepanjang malam Bu Neni menjaga dan merawat Andrea.
Dia sampai tidak sadar jika dia tertidur dengan posisi duduk di lantai, sedangkan kepala nya bersandar di kasur tempat Andrea tertidur.
*
__ADS_1
*
Pagi sudah menyapa, sinar mentari sudah menunjukan kuasa nya. Menghangat kan bumi dengan energi panas nya, membuat Andrea menggeliat kan tubuh nya .
Sinar matahari sudah mulai masuk lewat jendela kamar yang terbuka, membuat Andrea mengerjap kan mata nya karna silau.
Saat membuka mata nya, dia melihat ibu nya yang sedang tertidur. Nampak di wajah nya kelelahan karna menjaga nya semalaman, Andrea jadi merasa bersalah karna nya.
Andrea segera bangun, dia pun menggendong ibu nya dan menidur kan nya di kasur milik nya. Andrea yang merasa badan nya sudah enakan, dia pun segera mandi untuk menyegar kan tubuh nya.
Bu Neni mengerjap kan mata nya, dia memperhatikan sekeliling nya. Alangkah kaget nya saat dia sadar kalau dia sedang berada di atas kasur, lalu di mana Andrea..
Bu Neni yang panik pun langsung berteriak memanggil nama anak nya"Sayang,,Andrea,, kamu di mana nak?"seru Bu Neni sambil menangis
Andrea yang baru saja menyelsaikan mandi nya langsung berlari menghampiri ibu nya"Ada apa Bu?"tanya Andrea
"Ya tuhan,,ibu sangat kaget saat melihat kamu ngga ada di dalam kamar sayang.."seru bu Neni
"Aku hanya mandi Bu,badan ku terasa lengket dari kemarin tidak mandi. "seru Andrea sambil mengelus elus punggung ibu nya
"Sudah bu, aku sudah baik baik saja. Aku akan segera pergi bu, aku akan mencari tahu tentang keberadaan Elis. "seru Andrea
"Nak, kamu boleh pergi. Tapi setelah kamu sarapan, kamu tunggulah dulu ibu akan segera membuat kan roti kesukaan kamu."seru Bu Neni
Andrea pun menganggukan kepala nya "Baiklah bu, aku akan pergi setelah sarapan."seru Andrea
Bu Neni segera pergi ke dapur ,dia membuat roti bakar kesukaan Andrea dengan isi telor ceplok, selada, timun dan daging panggang.
Tak lupa dia juga memberikan saos pedas dan moyannaise ,tak lama Andrea menghampiri ibu nya.Dengan cepat Bu Neni pun memberikan roti bakar nya kepada Andrea, Andrea pun tersenyum manis ke pada ibu nya.
"Terimakasih Bu.."seru Andrea
Bu Neni langsung tersenyum melihat anak nya yang sudah terlihat membaik, dia berharap semoga saja Andrea bisa dengan segera bertemu kembali dengan Elis.
__ADS_1
Setelah menghabis kan makanan nya, Andrea pun langsung berpamitan ke pada ibu nya. Dia sudah tidak sabar ingin mencari tahu keberadaan Elis, wanita yang sangat ia cintai.
Seharian dia berkeliling menanyakan keberadaan Elis, dari mulai tetangga, teman satu kelas, bahkan teman satu sekolah nya pun dia tanyakan.
Tapi sayang nya tidak ada yang tahu di mana keberadaan Elis, bahkan tetangga nya pun tidak ada yang melihat saat Elis dan keluarga nya pergi.
Hari sudah mulai sore, Andrea merasa sangat lelah.Dia pun berniat untuk melepas kan rasa lelah nya dengan pergi ke rumah pohon, dengan langkah gontai dia menaiki sepeda motor nya.
setengah jam kemudian dia sudah sampai di tempat yang dia tuju, dia duduk sebentar di pinggir danau.Rasa kalut kini sedang memenuhi hati dan pikiran nya, membuat dia begitu susah untuk berpikir jernih.
Andrea hanya duduk termenung sambil menatap luas nya air danau yang tenang, sedangkan pikiran nya sedang melanglang buana entah kemana.
Setelah puas memandangi keindahan danau, dia pun segera naik ke atas rumah pohon. Saat naik yang pertama dia lihat adalah baju kemeja milik Elis yang tergantung dekat meja, dengan hati hati dia pun segera mengambil kemeja milik Elis.
Andrea memeluk kemeja milik Elis dengan erat, layak nya dia memeluk sang pemilik kemeja. Tanpa terasa air mata Andrea menetes tanpa permisi, hati nya terasa sakit. Separuh jiwa nya seakan hilang,pergi jauh bersama wanita sang penakluk hati.
"Sayang,, kenapa kamu tega ninggalin aku sendiri?"seru Andrea lirih
Di usap nya kemeja putih milik Elis dengan lembut"Aku akan menyimpan kemeja ini, sebagai kenang kenangan manis dari kamu sayang. "seru Andre
Andrea pun melipat kemeja milik Elis, dia pun segera membuka laci karna ingin menyimpan nya di sana. Saat membuka laci, Andrea melihat sebuah kotak di sana.
Dahi nya berkerut dalam, sejak kapan ada kotak di dalam laci nya.Perlahan tapi pasti Andrea mengambil kotak tersebut, dia memperhatikan kotak berwarna biru tersebut.
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..
__ADS_1
TBC