Gairah Muda

Gairah Muda
Kesal


__ADS_3

Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun ya gengs..


Dukungan mu adalah semangat bagi ku..


Selamat Membaca..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi pagi sekali Juragan Wijaya sudah bangun dari tidur nya, dia sudah tidak sabar ingin mengetahui tentang apa yang di sembunyikan Andrea.


Dengan hati hati Juragan Wijaya membuka pintu kamar Angga, tapi pada saat pintu kamar terbuka dia tak menemukan Andrea atau pun Angga di sana.


Juragan Wijaya pun berdecak kesal, dia segera melangkah kan kaki nya ke ruang keluarga. Di sana nampak Wiguna sudah duduk dengan laptop di pangkuan nya, dia nampak serius tanpa menyadari kehadiran mertua nya.


"Guna "panggil Juragan Wijaya


"Ah,, Papah. Apa ada yang bisa aku bantu Pah? "tanya Wiguna


"Aku mencari Andrea, di mana anak itu? "seru Juragan Wijaya


"Papah kenapa? Apa andrea membuat masalah? "Seru Wiguna


"Tidak!! Aku hanya sedang kesal pada nya, masa dia tidak mau memberitahu ku siapa wanita yang kemarin memeluk nya. "seru Juragan Wijaya


Wiguna menggelengkan kepala nya, dia tidak menyangka jika mertua nya kini bertingkah seperti anak Abege.


"Pah,, Mungkin dia malu kalau dia harus menceritakan tentang kekasih nya pada Papah."seru Wiguna


"Tapi kekasih nya Andrea hanya __


Ucapan Juragan Wijaya terpotong kala ia mengingat jika hanya Elis satu satu nya wanita yang sangat dia cintai,dia pun langsung menatap Wiguna dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Katakan pada ku di mana Andrea? "seru Juragan Wijaya


"Di taman belakang Pah, seperti nya dia sedang senang. Aku melihat nya pagi pagi sekali sudah Vc sama cewek cantik, bahkan sampai sekarang masih bertukar pesan."seru Wiguna


Tanpa basa basi lagi Juragan Wijaya langsung melangkah kan kaki nya ke taman belakang, saat melihat Andrea yang sedang tersenyum senang Dia pun langsung menghampiri nya.


Dia berdiri tepat di belakang Andrea ,sehingga dia dapat dengan jelas melihat isi pesan yang sedang Andrea baca.

__ADS_1


Curang sekali dia, sudah bertemu dengan Elis tapi tidak mau memberitahu ku. Awas saja nanti, kamu sudah membuat ku kesal Andrea. Batin Juragan Wijaya


Juragan Wijaya pun menepuk pundak Andrea dengan kencang, sehingga Andrea terlonjak kaget karna ulah nya.


"Eh, Bapak.."seru Andrea sambil menggaruk tengkuk leher nya yang tidak gatal


"Enak sekali kamu ya?! Tahu aku sangat kelabakan selama ini mencari nya, giliran kamu bertemu dengan nya kamu malah diam saja !!"kesal Juragan Wijaya


"Maaf pak, saya hanya ingin memberikan anda kejutan.Tapi bapak sudah tahu duluan, ya sudah jangan marah. "seru Andrea


"Antarkan aku ke sana sekarang !!"seru Juragan Wijaya


"Maaf Juragan, tapi pukul sembilan nanti kita harus menghadiri acara peletakan batu pertama untuk pembangunan hotel."Seru Andrea


"Sial !! Kamu sangat menyebalkan!! "seru Juragan Wijaya


"Sabar pak, kita akan ke sana setelah acara nya selesai."seru Andrea


"Setidak nya, aku ingin melihat wajah nya sebelum aku pergi bekerja. "seru Juragan Wijaya


"Sebentar ya.."seru Andrea


Andrea pun segera mengirim pesan pada Elis, jika calon Ayah sambung nya itu sangat tidak sabar ingin bertemu dengan ibu nya. Akhir nya Elis pun mau melakukan panggilan Video call, dengan Syarat Juragan Wijaya hanya boleh menatap ibu nya dari layar HP tanpa bersuara.


Tak lama muncullah Bu Yanti yang sedang sibuk membuat sarapan di dapur, walaupun umur nya sudah empat puluh tahun tapi kecantikan nya tidak memudar.


Juragan Wijaya pun tersenyum melihat pujaan hati nya itu, dia sangat bahagia walaupun hanya melihat wajah nya di layar HP.


Enam bulan tak bertemu rasa nya Bu Yanti terlihat semakin cantik di mata Juragan Wijaya,senyum nya terus mengembang sambil melihat Bu Yanti yang tengah sibuk bergelut dengan alat dapur nya.


Tak lama Elis pun menutup sambungan video nya, karna Bu Yanti berjalan ke arah nya, Juragan Wijaya hanya bisa berdecak kesal. Rasa nya dia sangat rindu dengan Yanti nya, dia sangat rindu dengan wanita yang sudah tiga puluh tahun menghiasi hati nya.


"Ck,, Kenapa di matikan? "Seru Juragan Wijaya


Andrea hanya tersenyum mendengar ucapan Juragan Wijaya "Nanti ketahuan, sekarang bapak bersiaplah untuk sarapan. Nanti kalau acara peletakan batu pertama nya sudah selsai, aku akan langsung membawa bapak kesana."Jelas Andrea


"Heehh,, baiklah. "seru Juragan Wijaya pasrah


Andrea segera berlalu meninggal kan Juragan Wijaya yang masih terlihat kesal, dia pun segera masuk ke dapur untuk membuat kopi.

__ADS_1


Saat di dapur dia melihat Selly yang sedang membuat kopi untuk suami nya Wiguna, Selly nampak menoleh ke arah Andrea sebentar lalu tersenyum.


"Apa kamu mau di buatkan kopi? "tanya Selly


"Tidak usah, aku akan membuat nya sendiri."seru Andrea


Tanpa Andrea duga ,Selly langsung mengambil cangkir dan membuat kan segelas kopi vanilla latte untuk nya.


"Minumlah kopi nya selagi panas, aku tahu kamu dari dulu masih suka kopi ini."seru selly


Andrea pun mau tak mau mengambil kopi buatan Selly, Selly pun langsung tersenyum melihat kopi buatan nya tidak sia sia.


Dari dulu Andrea memang suka kopi rasa vanilla latte,dan Selly tahu betul akan hal itu. Karna kebersamaan mereka yang hampir satu tahun, sehingga begitu hapal dengan apa yang di sukai oleh Andrea.


Setelah menghabiskan kopi nya Andrea langsung menghampiri wiguna di ruang keluarga, Wiguna yang melihat kedatangan Andrea pun langsung menyuruh nya untuk bersiap.


"Andrea, bersiap lah.Jika sudah selsai ,segeralah menyusul untuk sarapan."seru Wiguna


"Baik Kak.. "seru Andrea


Andrea langsung ke kamar Angga, dia langsung memakai baju formal nya. Kemeja berwarna biru laut dengan celana bahan warna hitam dan dasi berwarna hitam membuat dia terlihat sangat tampan.


Di tambah lagi dengan jas berwarna hitam, membuat Andrea terlihat semakin tampan. Setelah selsai bersiap, dia pun segera keluar dari kamar Angga.


Andrea pun segera bergabung dengan keluarga Juragan Wijaya yang sudah bersiap untuk sarapan, Angga pun sudah terlihat di sana.


Selsai sarapan mereka langsung berangkat menuju tempat yang akan di lakukan pembangunan hotel, di mana di sana akan di adakan peletakan batu pertama.


Sepanjang perjalanan Juragan Wijaya terlihat sangat kesal, dia ingin segera bertemu dengan Bu Yanti .Tapi sayang nya, dia harus bekerja terlebih dahulu.


Yang lebih bikin dia kesal adalah Andrea, kenapa kemarin dia tidak langsung menghubungi nya saat melihat wanita yang sangat dia cintai?


-


-


-


Terimakasih sudah mampir..

__ADS_1


Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..


TBC


__ADS_2