
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun ya gengs..
Dukungan mu adalah semangat bagi ku..
Selamat Membaca..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Juragan Wijaya masih berdiri mematung, dia masih tak percaya dengan apa yang di ucap kan oleh Bu Yanti.
Sedangkan Bu Yanti seolah tak perduli, dia malah asik menata makanan yang sudah dia masak di atas meja makan. Waktu juga sudah menunjukan waktu nya makan siang, Bu Yanti pun segera menghampiri Juragan Wijaya kembali.
"Jaya, duduk lah dulu. Nanti kita akan makan siang bersama, aku akan memanggil yang lain nya."seru Bu Yanti
Tanpa sadar Juragan wijaya pun menyunggingkan senyum nya, karna ternyata bu Yanti masih memanggil nya dengan panggilan kesayangan nya dulu.
Juragan Wijaya pun langsung duduk di meja makan , menunggu Bu Yanti yang kata nya sedang memanggil yang lain.
Tak berselang lama datang lah Bu Yanti bersama Elis dan Andrea, Bu Yanti langsung duduk di samping pak jaya dan Elis duduk di samping Andrea.
"Kenapa Nur tidak ikut makan siang? "tanya Juragan Wijaya
"Nur dan Aksa sedang melayani pengunjung, jadi kita makan terlebih dahulu. "seru Bu Yanti
"Begitu ya? "tanya Juragan Wijaya
"Hmm,, "seru Bu Yanti
Bu Yanti, Andrea dan Elis langsung menyantap makanan yang sudah di sediakan oleh Bu Yanti. Tapi tidak dengan Juragan Wijaya ,dia hanya fokus memandangi wajah wanita yang kini berada di samping nya.
Sesekali bibir nya melengkung ke atas, menandakan jika dia sangat bahagia berada di samping Bu Yanti. Bu Yanti sebenarnya sangat tahu dengan apa yang di lakukan oleh nya, tapi dia hanya berpura pura tak melihat nya.
Elis dan Andrea saling pandang melihat kelakuan Juragan Wijaya ,dia benar benar seperti anak Abege yang baru mengenal cinta.
Lama lama Bu Yanti merasa sangat risih dengan sikap Juragan Wijaya, dia pun dengan cepat menegur nya.
"Jaya, bisakah kamu menghabiskan makanan mu? Kalau kamu terus memandang ku seperti itu, bersiap lah untuk kelaparan."seru Bu Yanti
"Issh, kenapa kamu jadi galak seperti itu? "seru Juragan Wijaya
"Aku tidak galak, aku hanya menyuruh mu makan saja."seru Bu Yanti
"Baiklah, aku akan segera makan."seru Juragan Wijaya
__ADS_1
Andrea yang telah menyelsaikan makan nya langsung mengeluarkan suara "Sayang, seperti nya hari ini kita tidak jadi pergi."seru Andrea
"Memang nya kenapa? "seru Elis
"Seperti nya ibu sama bapak perlu waktu untuk bicara berdua, jadi aku akan membantu mu melayani pengunjung. Kita bisa pergi besok, karna seperti nya ada yang mau menuntaskan kan masalah nya."seru Andrea
"Baiklah, tapi besok kamu harus ngajakin aku keliling."seru Elis sambil memeluk Andrea dari samping
"Ehm,, "Bu Yanti berdehem dengan keras
Elis pun segera melepaskan pelukan nya, sedangkan Juragan Wijaya tersenyum senang ke arah Andrea. dia tidak menyangka jika Andrea bisa sepengertian itu padanya,sedangkan Elis terlihat salah tingkah di depan ibu nya.
."Terimakasih kalian sudah pengertian terhadap ku."seru Juragan Wijaya
"Kenapa kamu terlihat sangat senang? "seru Bu Yanti
"Karna aku mau bicara berdua sama kamu. "seru Juragan Wijaya sambil tersenyum
"Memang nya aku mau bicara sama kamu? "seru Bu Yanti
Juragan Wijaya segera meraih tangan Bu Yanti, dia pun menggenggam tangan Bu Yanti dengan erat.
"Kumohon Yan, kita harus bicara ."seru Juragan Wijaya
Andrea dan Elis pun tersenyum senang, dengan penuh pengertian Andrea dan Elis pun meninggal kan mereka berdua di dapur. Mereka akan membantu bi Nur dan Aksa yang sedang sibuk melayani pengunjung.
Kini tinggallah Bu Yanti dan Juragan Wijaya ,mereka masih saling diam. Juragan Wijaya juga terlihat sangat gugup, dia tidak tahu harus memulai pembicaraan nya dari mana.
Bu Yanti sudah terlihat kesal, karna Juragan Wijaya hanya memandang nya saja tanpa berbicara. Dengan nada sedikit kesal, akhir nya Bu Yanti pun memulai pembicaraan.
"Kamu mau bicara atau tidak? Kalau tidak, aku mau membantu mereka melayani pengunjung."seru Bu Yanti yang langsung berdiri hendak meninggal kan Juragan Wijaya
Tapi dengan cepat Juragan Wijaya memeluk Bu Yanti"Jangan tinggalkan aku lagi, aku sangat tersiksa berjauhan dari kamu."seru Juragan Wijaya
Bu Yanti sangat bingung harus berkata apa, jujur pelukan yang di berikan Juragan Wijaya sangat terasa nyaman. Tapi ,masih banyak ketakutan yang menghampiri nya.
"Kenapa kamu diam? Aku tahu dari dulu kamu masih mencintai ku, bahkan saat suami kamu meninggal waktu Elis kecil pun kamu tak menikah lagi. Bukan karna kamu mencintai nya, tapi karna perasaan kamu hanya untuk ku."seru Juragan Wijaya
"Percaya diri sekali kamu? "seru Bu Yanti
"Bahkan kamu menikah dengan Hardi pun karna ingin melupakan aku, tapi sayang nya sampai sekarang nama ku tetap ada di hati mu."seru Juragan Wijaya
"Kenapa kamu bisa berkata seperti itu? "seru Bu Yanti dengan wajah yang terlihat memerah
__ADS_1
Juragan Wijaya melepaskan pelukan nya, dia menatap wajah Bu Yanti dalam dalam. Dia pun terkekeh saat melihat wajah Bu Yanti yang terlihat merona, Bu Yanti yang kesal pun langsung memukul dada Juragan Wijaya.
"Aku tahu perasaan kamu masih sama kepada ku, nikah yu..?"seru Juragan Wijaya
"Jangan sembarangan bicara !! Bagaiman dengan anak anak mu ?Bagaiman dengan Messi? "seru Bu Yanti
"Tidak ada yang bisa menghalangi cinta kita lagi, Mommy sudah tiada sedangkan Messi sudah aku ceraikan. Lagian anak anak sudah setuju, mereka sudah paham dengan hubungan kita. ''seru Juragan Wijaya
"Tapi,, "seru Bu Yanti
"Tidak ada tapi tapian, kini saat nya untuk kita bahagia.Aku tidak mau menunda lagi, besok malam kita akan menikah."seru Juragan Wijaya
"Hey!! Aku belum bilang setuju.. "protes Bu Yanti
Juragan Wijaya langsung mengecup kening Bu Yanti dengan mesra, setelah nya dia mengusap bibir bu Yanti dengan ibu Jari nya.
"Yang ini buat nanti kalau kita sudah menikah.."seru Juragan Wijaya
"Pemaksa sekali!! "seru Bu Yanti
"Walaupun aku sedikit memaksa, tapi aku yakin kamu mau menikah dengan ku."seru Juragan Wijaya
"Kamu selalu saja terlalu percaya diri. "seru Bu Yanti
Juragan wijaya menggenggam tangan Bu Yanti dengan erat, dia pun menatap dalam wajah Bu Yanti.
"Yanti,aku mohon menikahlah dengan ku. Aku janji, tidak akan ada orang yang berani memisahkan kita lagi. "seru Juragan Wijaya
"Iissh, kamu ini tidak romantis sekali. Mana ada orang melamar tanpa sebuah cincin.."seru Bu Yanti
"Jadi maksud kamu,kalau aku melamar kamu dengan benar kamu akan menerima ku? "seru Juragan Wijaya
Bu Yanti hanya tersenyum, lalu dia pergi meninggalkan Juragan Wijaya begitu saja.
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..
__ADS_1
TBC