Gairah Muda

Gairah Muda
Curahan Hati Dua Pria Tampan Beda Generasi


__ADS_3

Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun ya gengs..


Dukungan mu adalah semangat bagi ku..


Selamat Membaca..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, ini saat nya untuk Andrea berangkat ke kampus . Dia sudah mempersiapkan kan data diri nya sejak tadi malam, Andrea memang akan pergi tapi hanya untuk menyerah kan data diri nya saja.


Dengan langkah gontai Andrea berjalan ke luar rumah, dia ingin segera berangkat agar bisa cepat kembali.


Bu Neni yang melihat Andrea keluar kamar pun langsung menghampiri nya "Kamu mau kemana sayang? "seru Bu Neni


"Ke kampus Bu, cuma sebentar nyerahin data diri doang."seru Andrea


"Hati hati sayang, dan ingat bawa motor nya jangan ngebut ngebut."seru Bu Neni


Andrea tersenyum mendengar ucapan Bu Neni"lya Bu, Andrea akan hati hati."seru Andrea


Bu Neni pun langsung tersenyum melihat putra nya sudah bisa tersenyum manis pada nya, dia berharap jika Andrea mempunyai kegiatan dia akan segera melupakan kesedihan nya.


Andrea melajukan motor nya dengan kecepatan sedang, dia masih ingat dengan pesan ibu nya jika dia tidak boleh ngebut.


Sesampai nya di kampus, Andrea langsung saja menyerahkan semua berkas yang dia bawa. Setelah itu dia pun segera berlalu untuk pulang, saat akan pulang dia bertemu dengan Kenan dan Anisa mantan pacar nya.


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan, sudah bisa di pastikan jika diantara mereka kini sedang terjalin sebuah hubungan.


Andrea hanya tersenyum melihat kedekatan mereka, dia merasa senang karna akhir nya Anisa bisa berhubungan hanya dengan satu pria.


Anisa pun menghampiri Andrea dan langsung menyapa nya"Hai dre, kuliah di sini juga? "seru Anisa


"Ya, kamu sama Kenan juga di sini? "Basa basi Andrea


"Ya, aku ngambil fakultas kedokteran sedangkan Kenan ngambil fakultas hukum. Kamu? "seru Anisa


"Aku ngambil fakultas manajemen bisnis."seru Adrea

__ADS_1


Melihat Andrea yang terlihat buru buru, kenan pun langsung menghampiri Andrea"Dre, elu mau langsung cabut? "seru Kenan


"Hmm,, gue udah kelar di sini. "seru Andrea


"Elu ngga mau ngabisin waktu buat main basket? Gue sama anak anak mau pada main basket di tempat biasa, kalau elu mau nanti sore elu dateng aja.."seru Kenan


"Ya, entar gue usahain.Gue cabut dulu,gue masih ada urusan.."seru Andrea buru buru


Andrea segera berlalu meninggal kan Kenan dan Anisa, sedangkan Anisa dan Kenan merasa sangat bingung dengan sikap Andrea.


"Yang, Andrea kenapa?Aku rasa ada yang berbeda dengan sikap nya.. "tanya Anisa


"Entahlah sayang, aku juga bingung. Dia nampak bukan seperti Andrea, mungkin dia sudah tobat."seru Kenan


Anisa pun mendarat kan pukulan nya di tangan Kenan"Kamu itu loh, teman nya berubah ko ngga ada iba nya.."seru Anisa


"Sakit sayang.."seru kenan


"Lagian kamu nya gitu,, aku kan lagi ngomong serius."kesal Anisa


Anisa hanya menurut pada pacar nya Kenan,dia tidak lagi membicarakan Andrea yang terlihat sangat berubah.


Sedangkan Andrea kini langsung pergi ke tempat yang selalu bisa membuat nya menjadi tanang, setengah jam melakukan perjalanan membuat Andrea sudah berada di pinggir danau.


Saat Andrea sedang asik duduk di pinggir danau, dia di kaget kan dengan kedatangan juragan Wijaya. Juragan wijaya datang menghampiri Andrea dan menepuk pundak nya.


Andrea yang merasa kaget pun langsung bertanya"Juragan sedang apa di sini?Tumben sekali berkunjung ke danau? "seru Andrea


"Aku hanya ingin menenangkan pikiran ku sejenak, rasa nya otak ku begitu susah untuk berpikir dengan jernih."seru Juragan Wijaya


"Aku belum pernah melihat juragan sekacau ini, Apa semua nya karna Bu Yanti? "tebak Andrea


Juragan Wijaya langsung terkekeh mendengar ucapan Andrea"Tebakan kamu sungguh benar wahai anak muda, di saat usia ku yang sudah hampir setengah abad aku malah merasakan yang nama nya galau."seru juragan Wijaya sambil menertawakan diri nya


"Kita sama juragan, sama sama galau."seru Andrea sambil terus menatap ke arah Danau


"Kamu masih mending Dre, masih muda.Tidak seperti ku yang sudah tua ini, sudah berjuang selama 28 tahun tapi malah sia sia."keluh juragan Wijaya

__ADS_1


"Apa anda sedang curhat Juragan?" seru Andrea


"Anggap lah seperti itu, aku tidak punya anak lelaki. Jujur saja jika aku berbicara dengan kamu membuat aku merasa lebih nyaman, walaupun kamu masih muda tapi kamu bisa terlihat dewasa."seru juragan Wijaya sambil menepuk pundak Andrea


"Kita benar benar menjadi pria yang malang hanya karna perempuan, dan sial nya perempuan itu adalah orang yang sangat kita cintai."seru Andrea


"Kamu benar Dre, kita bisa saja pintar dalam berpikir. Tapi kita sangat payah kalau dalam masalah percintaan, bahkan hidup ku lebih payah karna dua puluh lima tahun hidup dengan wanita yang sangat tidak aku cintai."seru juragan wijaya


"Ya, anda adalah orang yang sangat payah, tidak mencintai istri anda tapi bisa memiliki dua anak."cibir Andrea


"Kamu tidak tahu bagaimana aku bisa melakukan nya dengan istri ku, dia selalu saja memasukan sesuatu di makanan ku.Atau bahkan di dalam minuman ku, aku bahkan tidak pernah sadar saat melakukan nya dengan istri ku."seru juragan wijaya


"Ternyata anda benar benar payah juragan, bukan hanya payah dalam percintaan tapi juga selalu payah dalam urusan perempuan."cibir Andrea


"Seperti nya ,anak nya Johan ini lebih pengalaman dari ku dalam masalah perempuan."seru juragan wijaya


Andrea hanya terkekeh mendengar ucapan juragan Wijaya, dia tidak bermaksud untuk membalas ucapan majikan bapak nya tersebut.


Tatapan Andrea masih terus tertuju pada luas nya hamparan air danau, begitu tampak tenang dan menyejukan mata. Berbeda dengan hati nya yang terasa gundah, pikiran nya masih berkecamuk tentang kepergian Elis.


Melihat Andrea yang terdiam membuat juragan Wijaya ikut diam, dia ikut menikmati keindahan danau. Mata nya terus tertuju pada keindahan danau yang dia buat, tapi hati nya sedang terluka karna kepergian Yanti yang membawa separuh hati nya.


Sedangkan dari kejauhan nampak Pak Johan yang ingin menyusul Andrea, dia takut jika anak nya melakukan hal yang tidak tidak jika dibiarkan sendirian.


Tapi pada kenyataan nya, pak Johan malah mendapatkan pemandangan yang sangat langka.Dia malah melihat dua pria tampan berbeda generasi tampak sedang meratapi nasib mereka, begitu miris dan sangat memilukan.


-


-


-


Terimakasih sudah mampir..


Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..


TBC

__ADS_1


__ADS_2