Gairah Muda

Gairah Muda
Kemarahan Juragan Wijaya l


__ADS_3

Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun ya gengs..


Dukungan mu adalah semangat bagi ku..


Selamat Membaca ..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah hampir setengah jam Bu Neni dan pak Johan memperhatikan Putra nya Andrea, semakin lama dada pak Johan terasa sangat sesak.


Dengan lembut pak Johan mengelus punggung Andrea, hingga Andrea pun terbangun.Andrea mengerjap kan mata nya, dia pun bangun dan mengucek mata nya yang terasa berat.


"Bapak, ibu.. Sedang apa kalian di sini? "seru Andrea


Bukan nya menjawab, pak Johan malah memeluk Andrea dengan erat. Dalam diam dia menangisi putra nya, baru kali ini dia melihat kesedihan yang teramat dalam di mata putra nya.


"Pulang lah nak, hari sudah mulai larut."seru pak Johan


"Baiklah, aku akan pulang."seru Andrea


Andrea pun turun dari rumah pohon dengan memeluk kotak pemberian dari Elis, saat pulang pak Johan yang membonceng Andrea. Sedangkan bu Neni, pulang dengan memakai motor milik Andrea.


Sesampai nya di rumah, Bu Neni langsung membawa Andrea ke meja makan. Bu Neni dengan telaten menyuapi Andrea, dia tidak mau jika anak nya sampai sakit lagi.


Andrea benar benar seperti patung tak bernyawa, dia hanya diam sambil memeluk kotak warna biru pemberian dari Elis.


Bu Neni memeluk Andrea dengan erat"Sayang,kamu harus semangat. Elis pasti sedih kalau melihat kamu seperti ini, dia pergi bukan karna keinginan nya sayang."seru Bu Neni


Andrea menatap ibu nya"Andrea tahu bu, Elis sangat mencintai Andrea. Kami saling mencintai, dan aku yakin jika suatu saat nanti kami pasti akan bersama kembali."seru Andrea


Bu Neni merasa sangat sedih mendengar ucapan Andrea "Sabar sayang, sekarang kamu tidur dulu ya.Besok kamu harus ke kampus, walaupun kalian berjauhan tapi kamu harus tetap semangat sayang."seru Bu Neni


Andrea hanya mengangguk kan kepala nya tanda mengerti, pak Johan pun dengan sigap memapah anak nya untuk masuk ke kamar Andrea.


Tanpa melakukan apa pun lagi, Andrea langsung merebahkan tubuh nya sambil memeluk kotak pemberian Elis.


Tak lama air mata nya pun keluar dari sudut mata nya, pak Johan merasa tidak tahan dengan keadaan anak nya. Tapi sungguh dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, pak johan pun menghampiri Andrea dan mengelus lembut rambut Andrea.


hampir satu jam pak Johan mengelus lembut rambut Andrea, sampai Andrea benar benar pulas. Setelah terlihat pulas, pak Johan mengambil kotak dari pelukan Andrea.

__ADS_1


Pak Johan yang penasaran pun langsung membuka kotak tersebut, pak Johan langsung menangis setelah melihat foto kebersamaan Elis. Dan saat membaca surat dari Elis, air mata pak Johan mengalir dengan deras.


"Kasihan sekali kamu nak, andai saja Juragan Wijaya tidak egois pasti nasib kamu tidak akan seperti ini nak."seru pak Johan lirih


Pak Johan menaruh kotak biru tersebut di atas meja belajar, setelah itu dia pun berlalu meninggal kan putra nya.


*


*


Pagi pagi sekali juragan Wijaya sudah sampai di depan rumah pak Johan, hari ini dia sudah berencana akan melamar Bu Yanti cinta pertama nya.


Dengan semangat 45 dia pun masuk ke rumah pak Johan.'Han, Johan..Kamu dimana? "teriak Juragan Wijaya


Pak Johan yang sedang menikmati kopi nya langsung berlari sambil membawa secangkir kopi, dia takut Juragan marah kalau terlalu lama menghampiri nya.


"Hey, aku tidak meminta kopi!! "seru Juragan Wijaya


Pak Johan memandang kopi yang dia bawa"Maaf juragan, tadi saya terburu buru."seru pak Johan


"Tidak apa apa, berhubung aku sedang senang kamu akan aku maaf kan."seru Juragan Wijaya


"Aku ingin mengajak mu untuk melamar Yanti, aku sudah mempersiapkan cincin yang sangat bagus untuk nya."seru Juragan Wijaya


"Maaf juragan, bukan nya saya lancang. Tapi Yanti sudah pergi dari kampung kita."seru pak Johan


Air muka Juragan Wijaya jadi berubah ,rahang nya nampak mengeras. Kedua tangan nya pun langsung terkepal ,mata nya pun menyalang merah.


Nampak dengan jelas kemarahan di wajah Juragan Wijaya"Apa yang kau katakan benar Johan? "seru Juragan Wijaya sambil menahan amarah


"Be_benar juragan."seru pak Johan gugup


"lkut aku Johan, aku ingin melihat nya dengan mata kepala ku sendiri."seru Juragan Wijaya


"Ba_baik tuan."seru pak Johan


Pak Johan langsung menemui istri nya di dapur, dia berpamitan untuk mengantarkan Juragan Wijaya ke tempat Yanti.


Setelah berpamitan dia pun segera menghampiri Juragan Wijaya yang sudah menunggu nya di dalam mobil, juragan Wijaya melajukan mobil nya dengan sangat kencang.

__ADS_1


Pak Johan hanya bisa meringis menahan rasa takut di hati nya, bahkan untuk bernapas pun rasa nya begitu susah. Setiba nya di rumah Bu Yanti, Juragan Wijaya langsung mengamuk. Dia membanting bangku rotan yang ada di teras rumah, dia juga berteriak histeris menyebut nama Bu Yanti.


Semua warga pun berdatangan melihat amukan juragan Wijaya, mereka pun saling bertanya. Ada apa dengan juragan Wijaya? Kenapa dia begitu marah mendengar kepergian Bu Yanti?


Setelah puas mengamuk, juragan Wijaya pun menjatuhkan tubuh nya. Sungguh saat ini hati nya merasa sangat hancur, semua rencana yang sudah ia susun dengan rapi hancur seketika.


"Johan, antarkan aku ke kantor. Aku ingin mencari keberadaan Yanti!!"seru juragan Wijaya


"Baik juragan.."seru pak Johan


Pak Johan pun segera memapah juragan Wijaya ke dalam mobil, karna melihat keadaan nya yang tidak stabil. Akhirnya pak Johan lah yang membawa mobil nya ke kantor, sepanjang perjalanan juragan Wijaya hanya termenung.


Pak Johan merasa tak tega melihat keadaan Juragan Wijaya, sama hal nya seperti Andrea.Dia nampak linglung, bahkan air mata nya pun tak henti nya mengalir.


Ya tuhan drama apa yang sedang terjadi kini? Kenapa semua nya jadi seperti ini? "Batin pak Johan


Sesampai nya di kantor Juragan Wijaya langsung mengamuk,semua barang barang di atas meja dia lempar kan.Bahkan tangan nya pun sampai terluka dan berdarah, Pak Johan pun segera memeluk Juragan Wijaya.


Walaupun dia berusaha memberontak, tapi dengan sekuat tenaga pak Johan menahan nya.


"Sudah juragan, sudah. Jangan biarkan diri anda terluka, jika anda terluka anda tidak bisa mencari Yanti dengan mudah."seru pak Johan


Juragan Wijaya pun terdiam, dia tidak lagi memberontak.


"Lepaskan aku Johan, kamu panggil semua orang kepercayaan ku. Suruh mereka untuk mencari Yanti, bahkan sampai ke lubang semut pun mereka harus bisa menemukan Yanti ku."seru Juragan Wijaya


Pak Johan pun menganggukan kepala nya, dia pun segera berlalu untuk mengerjakan perintah dari sang Juragan.


-


-


-


Terimakasih sudah mampir..


Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..


TBC

__ADS_1


__ADS_2