
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun ya gengs..
Dukungan mu adalah semangat bagi ku..
Selamat Membaca..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat ini Andrea dan Angga sangat serius dengan apa yang mereka buat, Andrea melukis wajah Elis dengan hasil yang sangat cantik sedangkan Angga sibuk membuat benang kusut yang jika di benar kan pun tidak akan pernah ada yang bisa.
Andrea tersenyum puas saat melihat lukisan nya,wajah Elis terlihat sangat cantik. Setidak nya Andrea masih bisa melukis wajah cantik Elis untuk mengobati rasa rindu nya, walaupun dia tidak tahu kini Elis berada di mana.
Tapi Andrea selalu mendo'akan yang terbaik untuk kekasih hati nya itu, dia selalu berharap semoga Elis bisa lebih beruntung di tempat nya yang baru.
Andrea masih menatap lukisan nya, jika saja di depan nya Benar benar Elis sudah di pastikan Andrea akan langsung memeluk nya.
Tapi kenyataan nya hanyalah lukisan nya Elis yang saat ini bisa ia tatap,Angga memperhatikan Andrea yang menatap penuh cinta pada lukisan nya. Bahkan ada tetesan air mata yang keluar begitu saja di sudut mata Andrea, hal itu membuat Angga merasa sedih.
"Kakak,, kakak kenapa? "seru Angga sambil memeluk Andrea
"Kakak tidak apa apa sayang, kakak hanya sedang merindukan seseorang."seru Andrea sambil mengusap kepala Angga
"Jika kakak lindu, temui olang itu.Jangan menangis,kakak cengeng."seru Andrea
Andrea tersenyum ke pada Angga"Jika kakak tahu dia ada di mana, maka kakak akan segera menemui nya. Bahkan kakak akan langsung memeluk nya, dan yang pasti tidak akan pernah membiarkan nya pergi."seru Andrea
"Kakak kasihan sekali, aku juga kadang kalau sedang lindu sama Opa cuma bisa melihat wajah nya lewat video call. Tapi aku kadang hanya melihat foto nya, soal nya Opa tinggal nya jauh."seru Angga dengan wajah sendu nya
Andrea tersenyum pada Angga, anak kecil itu terlihat tampan dan menggemaskan." Apa kamu sudah mau pulang? "seru Andrea
"lissh,, kakak ini. Aku sedang membahas lasa lindu, kakak tenang saja kalau aku ketemu sama cewek itu aku akan bilang kepada nya kalau kakak lindu pada nya. "seru Angga
"Kamu itu masih kecil, tahu apa kamu soal itu? "seru Andrea sambil mencubit gemas pipi Angga
__ADS_1
Angga mengusap pipi nya "Jangan panggil aku anak kecil kak, aku cudah besal. "seru Angga sambil mencebikan bibir nya
"Iya iya kakak percaya, sekarang kamu pulang ya."seru Andrea
"lya kak, antelin aku ya Kak. "seru Angga
"Siap ganteng"seru Andrea
Andrea langsung menggendong Angga dan mengajak nya turun, Andrea segera menghampiri Selly dan suami nya Wiguna.
Saat Selly melihat Angga di dalam gendongan Andrea, Selly langsung bangun dari duduk nya.
"Sayang nya bunda dahan main nya? "tanya Selly
"Sudah Bun, aku main cama Ayah saja."seru Angga
Andrea pun menurun kan Angga dari gendongan nya, setelah itu dia pun langsung pamit untuk pulang. Selly pun menganggukan kepala nya tanda mengiyakan, sedangkan Wiguna hanya tersenyum ke pada Andrea.
Andrea segera berlalu meninggal kan mereka yang sedang asik menikmati udara yang sejuk, dia ingin segera pulang dan melihat isi kotak yang telah Elis berikan pada nya.
Dia lihat lagi foto foto kebersamaan mereka, hati nya terasa berdenyut.Rasa nya dia sangat ingin menjerit sekuat tenaga agar bisa melepas kan semua keluh kesah nya, tapi jika di pikir kalau dia berteriak palingan dia di sangka orang gila.
Sesekali Andrea tersenyum sambil mengusap foto Elis, terkadang Andrea terlihat meremas dada nya yang terasa sesak.
Andrea sungguh merasa kalau nasib nya begitu malang, mungkin benar jika ada pepatah yang mengatakan 'Lebih menyakitkan dari apa pun jika di tinggal pas lagi sayang sayang nya'.
Dan saat ini yang Andrea rasakan hanyalah rasa sakit dan sesak di dada nya,di saat Andrea baru bisa merasakan cinta yang begitu tulus dari Elis malah berakhir menyakitkan.
Tapi Andrea yakin jika ini bukan lah sebuah akhir ,melainkan awal dari semua nya. Andrea sudah bertekad jika dia akan menjalani hidup dengan tegar, dia akan membuktikan pada Elis jika Andrea bisa menjalani hidup nya dengan sangat baik.
Dan semoga saja, jika tuhan mempertemukan mereka kembali mereka Andrea sudah menjadi orang yang sukses. Agar Elis bisa merasa bangga ke pada nya, dan dia juga sungguh berharap semoga saat mereka bertemu kembali Elis masih mencintai nya.
Andrea merebahkan tubuh nya di kasur, dia terus saja memeluk kotak pemberian Elis. Hingga tanpa sadar dia tertidur dengan memeluk erat kotak tersebut, dia seperti nya sangat lelah dengan pemikiran nya.
__ADS_1
Waktu sudah menunjuk kan pukul tujuh malam, tapi Andrea tak kunjung keluar dari kamar nya. Bu Neni pun segera ke kamar Andrea, dia khawatir jika terjadi sesuatu kepada anak nya tersebut.
Saat Bu Neni masuk, dia melihat Andrea yang tertidur pulas sambil memeluk benda pemberian Elis. Hati Bu Neni terasa sangat sakit, dada nya pun tiba tiba terasa ikut sangat sesak.
Dia sungguh bingung, kenapa semua ini bisa terjadi ke pada anak nya? Apa di kehidupan yang lalu dia punya banyak dosa? Kenapa Andrea harus menanggung kesedihan yang tiada bertepi?
Bu Neni hanya bisa mendesah pasrah, karna dia tidak bisa berbuat apa apa untuk putra nya. Bahkan Juragan Wijaya yang terkenal berkuasa pun tidak bisa menemukan Yanti dan anak nya, bagaimana dengan diri nya yang hanya orang biasa.
Perlahan Bu Neni mengusap kepala Andrea dengan lembut, Walau bagaimana pun Andrea harus bangun karna dia belum makan dari siang.
Andrea yang mendapat kan sentuhan lembut dari ibu nya pun langsung bangun,dia langsung duduk dan tersenyum manis ke pada ibu nya.
"Ada apa bu? "seru Andrea
"Makan malam sudah siap, makan lah dulu. Nanti lanjut tidur lagi, ok?! "seru Bu Neni
"Siap Bu, habis cuci muka Andrea akan segera menyusul ke meja makan. "seru Andrea sambil mengecup pipi Bu Neni
"Baiklah kalau begitu, ibu akan ke dapur duluan."seru Bu Neni
Andrea langsung masuk ke kamar mandi, sedangkan Bu Neni langsung ke luar dari kamar Andrea dan segera ke dapur karna di sana pak Johan sudah menunggu nya.
-
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..
__ADS_1
TBC