
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun ya gengs..
Dukungan mu adalah semangat bagi ku
Selamat Membaca
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini Elis sedang menunggu keputusan di terima atau tidak nya dia di UNIJA, dari bangun tidur Elis terlihat sangat gelisah. Kerjaan nya hanya mondar mandir menunggu notif pesan,sungguh pekerjaan yang sangat membosankan.
Terkadang Elis akan terlihat duduk dengan tenang, tapi terkadang dia akan berjalan seperti setrikaan yang siap merapikan baju. Sesekali Elis terlihat menggigit kuku nya untuk menghilangkan ketegangan dan terkadang Ia hanya menggeser geser layar hp nya.
Elis berjalan menuju dapur, Dia ingin menghilangkan rasa haus nya. Setelah menghabiskan satu gelas air putih, dia kembali ruang tengah dan mendarat kan pan**t nya untuk duduk di depan tv.
Bukan nya nonton tv, Elis malah asik dengan segala lamunan nya. Hingga ada sebuah tangan yang melingkar di dada Elis, hal itu sontak membuat Elis kaget.
Elis refleks memukul tangan tersebut,hingga si empu nya tangan langsung mengaduh kesakitan.
"Sakit sayang,, kamu kenapa jadi galak sama aku?"seru Andrea dengan bibir yang sudah monyong dua centi
Elis langsung bangun dan mengelus lembut tangan Andrea "Maaf sayang, tapi kamu nya ngagetin aku ."seru Elis
"Ga apa apa sayang,, lagian kamu ngelamun mulu sih.Aku ke sini udah dari tadi, tapi dari tadi aku panggil panggil kamu nya ngga nyahutin. Ya udah aku masuk aja, soal nya pintu nya juga ke buka."Jelas Andrea
"Maaf, aku dari tadi sedang menunggu pemberitahuan penerimaan mahasiswa baru."seru Elis
"Santai saja sayang, nanti juga pemberitahuan nya pasti muncul. Aku juga sama lagi nunggu kaya kamu,jadi jangan gelisah kaya gitu."seru Andrea sambil mencuil dagu Elis
"lya sayang, kamu tunggu di sini dulu ya. Aku mau ambil minum sama camilan dulu buat teman ngobrol kita."seru Elis
"oke cayang,, "seru Andrea sambil mengecup kening Elis
Elis tersenyum manis pada Andrea, dia pun segera ke dapur untuk mengambil dua minuman soda dan beberapa camilan.
Tak butuh waktu yang lama, kini Elis dan Andrea pun sudah duduk bersama. Menikmati indah nya hari sambil bercanda, sesekali mereka bicara serius tentang cita cita mereka.
Elis seperti seorang pacar yang sedang posesif, dia terus memeluk Andrea sambil menyandarkan kepala nya di dada bidang milik Andrea.
Andrea hanya tersenyum sambil terus mengelus elus puncak rambut Elis, Elis seakan enggan untuk berpisah. Waktu yang dia punya hanya hari ini dan besok saja, setelah itu Elis tidak akan pernah tau lagi apa yang akan terjadi.
__ADS_1
Elis hanya berharap semoga suatu hari nanti mereka bisa di pertemukan kembali, agar kebahagiaan terus menyelimuti kehidupan mereka.
"Sayang, besok aku mau main ke rumah pohon. "seru Elis
"Mau apa ke sana? "tanya Andrea
Elis tersenyum manis ke pada Andrea"Mau main di rumah pohon, trus menikmati indah nya danau juga."seru Elis
"Baiklah, sesuai keinginan tuan puteri. Besok pagi aku jemput, dan saat aku ke sini kamu harus sudah siap."seru Andrea
Elis menatap Andrea dan mengecup sudut bibir nya"Makasih ya sayang"seru Elis
"Sama sama pacar"seru Andrea
Andrea merasa sangat enggan untuk berjauhan dengan Elis, rasa nya dia ingin terus memeluk Elis dengan posesif.
Saat sedang asik berpelukan, tiba tiba mereka di kaget kan oleh kedatangan juragan Wijaya. Elis dan Andrea pun segera melepas kan pelukan mereka,Elis pun langsung menyapa juragan Wijaya.
"Eh ada bapak, ada apa ya pak? "seru Elis
Mendengar ucapan Elis yang menyebut juragan Wijaya dengan kata bapak, Andrea hanya mengernyit kan dahi nya.
"Bapak bisa aja"seru Elis sambil menunduk malu karna ketahuan sedang asik berpelukan
"Ngga usah malu, bapak justru senang karna kamu berpacaran sama Andrea. Bapak percaya, kalau dia anak yang baik. "seru juragan Wijaya sambil menepuk pundak Andrea
Andrea yang mendapat pujian, hanya bisa tersenyum.
"Iya pak, silahkan duduk."seru Elis
"Tidak usah, saya hanya sedang mencari ibu kamu.Tadi saya ke warung nasi, tapi warung nya tutup."seru juragan Wijaya
"Oohh,, ibu lagi pergi pak, nganterin bi Nur katanya ada urusan."seru Elis
"Begitu ya, padahal saya sangat merindukan ibu kamu.Ada beberapa hal yang harus saya bicarakan pada dia.."seru juragan Wijaya
"Bapak nanti ke sini lagi aja, lagian bapak ini kaya abege yang baru mengenal cinta aja si pak."seru Elis
"Kamu sudah berani ngeledekin saya ya? "seru juragan Wijaya
__ADS_1
"Tidak pak, mana saya berani."seru Elis sambil tersenyum
"Baiklah, lain waktu saya akan kemari. Kalian lanjutkan acara kalian berdua, tapi ingat jangan sampai kelewat batas. "seru juragan Wijaya sambil menatap ke arah Andrea
"Siap pak."seru Elis dan Andrea bersamaan
Setelah berpamitan akhirnya juragan Wijaya pun segera pergi, Elis pun kini bisa bernafas lega karna nya. Andrea yang sedari tadi penasaran, langsung memeluk Elis dan meminta penjelasan pada nya.
"Sebenar nya, apa yang tidak aku tahu tentang hubungan di antara kalian?seru Andrea
"Sayang, kamu tahu sendiri kan kalau dia sangat terobsesi untuk meiliki ibu. Dia selalu berbuat baik pada ku, agar aku memberikan nya restu."seru Elis
"What?? ini terdengar sangat konyol, masa mau deket sama wanita lain tapi sendiri nya memiliki wanita nya di dalam hidup nya."seru Andrea
"Ya itu benar, dan kamu pasti sangat tahu seberapa konyol nya juragan Wijaya bersikap sama ibu.."seru Elis
"Ya, aku tahu. Dan semoga ibu kamu bisa menghadapi juragan Wijaya dengan bijak, karna dia orang yang sangat tidak suka dengan penolakan."seru Andrea
Elis tersenyum ke arah Andrea, dia merapat kan tubuh nya ke tubuh Andrea. Tanpa Andrea duga, Elis mencium Andrea dengan sangat lembut. Andrea yang awalnya ingin menolak, sungguh tak kuasa dengan suguhan kenikmatan tersebut.
Saat mereka sedang berciuman, tiba tiba suara deheman yang begitu keras mengagetkan mereka berdua.
"Ehmm,, "Bu Yanti berdehem dengan sangat keras
Elis dan Andrea pun langsung memisah kan diri saat tahu jika bu Yanti sudah berdiri tepat di depan mereka, Elis dan Andrea hanya tertunduk. Antara malu dan takut jadi satu, sedangkan bu Yanti hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan mereka.
Dua sejoli itu seperti pencuri yang sedang tertangkap basah, Elis terus merema* jari nya karna takut dimarahi, sedangkan Andrea hanya tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuk leher nya yang tidak gatal.
-
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
Jangan lupa tekan 💓untuk memfavoritkan..
__ADS_1
TBC