Gairah Muda

Gairah Muda
Bahagia Nya Juragan Wijaya


__ADS_3

Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun ya gengs..


Dukungan mu adalah semangat bagi ku..


Selamat Membaca..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah melakukan perjalanan selama tiga puluh menit, sampai lah mereka di sebuah lahan kosong yang begitu luas. Di ujung tanah kosong tersebut sudah penuh dengan bahan bahan bangunan, hal itu menandakan jika semua nya sudah siap untuk di kerjakan.


Banyak orang yang sudah berkumpul di sana, bahkan beberapa wartawan yang akan meliput acara tersebut pun sudah hadir di sana.


Semua nya sudah siap, Wiguna pun langsung melakukan peletakan batu pertama di temani oleh mertua nya.


Acara pun berlangsung dengan lancar, setelah sesi foto dan sesi tanya jawab bersamaan para wartawan selsai Juragan Wijaya langsung menghampiri Andrea.


"Apa aku sudah bisa pergi sekarang? "tanya Juragan wijaya


"Sabar pak ,tunggu pak Wiguna dan pak Arga sebentar lagi."seru Andrea


"Ck,,!! Menyebalkan !!"seru Juragan Wijaya


Andrea hanya terkekeh melihat kelakuan Juragan Wijaya,di mata nya itu sangatlah lucu. Pria paruh baya itu begitu sangat gelisah karna ingin bertemu dengan cintanya, benar benar tak ingat umur.


Andrea terus saja menertawakan tingkah konyol pria paruh baya itu, hingga Wiguna menyatakan jika dia akan pergi ke kantor dengan Arga dan akan menunjukan kantor milik nya kepada mertua nya tersebut.


Tapi dengan cepat Juragan Wijaya menolak nya, bukan nya tidak ingin. Tapi, ada hal yang menurut nya lebih penting dan harus segera di selesaikan.


"Maaf Guna, aku dan Andrea ada keperluan lain.Besok aku janji ,akan mulai membantu proyek kerja sama kita."seru Juragan Wijaya


Wiguna mengernyit heran, padahal mertua nya baru saja datang kemarin. Memang nya dia punya tujuan kemana?


"Papah mau kemana sama Andrea? "Tanya Wiguna


"Ck!! Jangan banyak bertanya, aku sudah sangat kesal pada Andrea. Dan yang pasti, aku juga sudah tidak sabar. "seru Juragan Wijaya


Andrea langsung terkekeh mendengar penuturan Juragan Wijaya, Wiguna langsung menatap Andrea sebagai tanda menanyakan apa yang sebenarnya terjadi?


Andrea pun mendekati Wiguna, dia berbisik di telinga nya Wiguna. Wiguna pun ikut tertawa karna penuturan Andrea, dan tentu saja langsung dapat tatapan tajam dari Juragan Wijaya.


"Apa kalian sekarang jadi tukang gosip? "seru Juragan Wijaya

__ADS_1


"Tidak Pah, pergilah dengan supir. Aku dan Arga akan pergi naik taxi, Papah berhati hati lah."seru Wiguna


"Tidak usah, kau pergi lah dengan Arga ke kantor dengan supir. Aku dan Andrea akan naik taxi."seru Juragan Wijaya


"Baiklah baiklah.."seru Wiguna


Wiguna dan Arga pun langsung pergi meninggal kan mertua nya yang sedang puber kedua itu, sedangkan Juragan Wijaya langsung mengajak Andrea untuk segera menemui Bu Yanti.


Di dalam perjalanan dia terus saja menggerutu, rasa nya taxi yang dia baik begitu lambat. Andrea yang melihat tingkah Juragan Wijaya pun, hanya bisa menertawakan nya dalam hati.


Tiga puluh menit melakukan perjalanan, kini tibalah mereka di sebuah ruko sederhana berlantai dua. Juragan Wijaya dengan tak sabar turun dari taxi ,dia langsung berjalan menuju ruko sederhana dua lantai tersebut.


Andrea yang mengikuti nya dari belakang, hanya geleng geleng kepala melihat tingkah pria paruh baya tersebut.


Ya tuhan,, kenapa dia tidak mengingat akan umur nya? Kenapa dia begitu tidak sabar? Dasar bikin.. Batin Andrea


(( Kalau di pikir pikir Andrea berani banget ya ngatain Juragan Wijaya bucin, lalu bagaimana dengan diri nya sendiri?? 😆😆 ))


Saat tiba di depan pintu masuk, Juragan Wijaya terlihat menarik napas nya. Dia terlihat sangat gugup, bak Abege baru mengenal cinta yang ingin menembak pacar nya.


Juragan Wijaya masuk secara perlahan, dia mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan.Tampak di sana Elis dan seorang pemuda tampan sedang melayani pengunjung, lalu di mana Yanti?


ltulah pertanyaan yang sedari tadi mengganggu pikiran nya, dengan langkah cepat dia pun segera menghampiri Elis.


"Ah, bapak sudah datang ya? "seru Elis


"Hmm,, mana ibu mu? "tanya Juragan Wijaya


"Di dapur pak, lagi masak buat makan siang."seru Elis


"Apa bapak boleh bertemu dengan ibu mu? "seru Juragan Wijaya


"Tentu saja, bapak langsung ke dapur saja. Di belakang sana.. "Tunjuk Elis


Andrea menghampiri Elis dan mengecup kening nya sekilas, Elis langsung melotot atas tindakan Andrea.Tapi sejurus kemudian Elis melihat Andrea dengan tatapan kagum, karna baru kali ini dia melihat Andrea memakai setelan kerja nya.


"Kamu tampan sayang.."seru Elis


"Ck,, jangan menggoda ku. Bilang saja kamu meminta ku untuk membantu pekerjaan mu."seru Andrea


"Kamu pintar sayang, aku yakin ibu dan bapak akan lama di dapur sana."seru Elis sambil tertawa geli

__ADS_1


"Hey, jangan menertawakan mereka.. "seru Andrea


"Tidak sayang, ayo bantu aku mengantarkan pesanan."seru Elis


Andrea pun langsung membantu Elis dan Aksara, sedangkan Juragan Wijaya kini sedang fokus melihat Bu Yanti yang sedang memasak.


Bu Yanti memasak dengan sangat serius, sampai sampai dia tidak menyadari kedatangan Juragan Wijaya. Setelah semua masakan matang, Bu Yanti pun langsung mematikan kompor nya.


Melihat Bu Yanti sudah menyelesaikan masak nya, Juragan Wijaya pun langsung menghampiri Bu Yanti. Dia langsung memeluk Bu Yanti dari belakang, sontak Bu Yanti pun langsung kaget dan memukul tangan Juragan Wijaya dengan sodet .


"Aww,, ini sakit sekali.."seru Juragan Wijaya sambil mengusap tangan nya


Bu Yanti segera melepaskan pelukan nya dan segera membelikan badan nya, dia yang melihat sosok cinta pertama nya langsung menutup mulut nya. Dia malah tak percaya jika laki laki yang selama ini dia hindari, kini ada di hadapan nya.


"Jaya, kamu kenapa bisa di sini."seru Bu Yanti


Bukan nya menjawab, Juragan Wijaya malah langsung memeluk Bu Yanti dengan erat. Bu Yanti pun merasa bingung, apa yang harus dia lakukan saat ini.


Dia hanya bisa diam tanpa berkata apa pun, pikir nya dia akan membiar kan cinta pertama nya itu untuk memeluk nya sebentar saja.


"Yanti, aku merindukan mu. Sangat sangat rindu, bahkan aku hampir gila karna tak kunjung menemukan mu."seru Juragan Wijaya


Bu Yanti melepas kan pelukan nya "Jangan seperti ini, aku tidak mau di sebut sebagai pelakor ."seru Bu Yanti


"Jangan bicara seperti itu, aku dan Messi sudah bercerai. Tidak ada yang akan menjadi penghalang lagi di antara kita, jadi kamu tidak usah takut."seru Juragan Wijaya


"Percaya diri sekali kamu,memang nya aku mau sama kamu?"seru Bu Yanti sambil tersenyum sinis


Juragan Wijaya tersentak dengan ucapan bu Yanti, apakah benar dia tidak mau dengan pria tampan dan kaya seperti nya?


Walaupun dia sudah berumur, tapi dia nampak masih gagah. Bahkan jika di ajak untuk bermain di atas ranjang pun , dia rasa dia masih bisa memuaskan Yanti nya itu.


-


-


-


Terimakasih sudah mampir..


Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..

__ADS_1


TBC


__ADS_2