
Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun ya gengs..
Dukungan mu adalah semangat bagi ku..
Selamat Membaca..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat ini Elis sedang merapikan barang barang yang belum sempat dia rapikan, dengan cekatan Elis memasukan nya ke dalam kardus kardus yang sudah di siap kan.
Tak lupa dia juga membawa barang barang kesayangan nya, sedang kan barang yang di rasa tidak penting tidak Elis hirau kan. Biar lah di tinggal di sana, lagian di jakarta nanti dia bisa membeli apa yang dia butuh kan yang di rasa jauh lebih di perlukan.
Sebenar nya tidak terlalu banyak barang yang harus mereka bawa nanti malam, karna dua hari sebelum nya paman Elis sudah membawa nya sebagian ke jakarta.
Setelah selesai dan semua nya terlihat siap, Elis memilih untuk duduk di depan meja rias. Dia menatap layar HP nya sambil tersenyum, di situ terlihat foto kebersamaan nya dengan Andrea saat sedang di rumah pohon.
Bibir Elis terlihat tersenyum, tapi air mata nya mengalir di ke dua pipi nya. Dia merasa sangat sedih, karna pukul satu malam nanti Elis akan pergi meninggal kan kehidupan yang saat ini mampu memberi nya kebahagiaan.
Di saat Elis baru mengenal cinta, di saat Elis baru bertemu dengan pria yang menyayangi nya dengan tulus, di saat dia baru saja tahu apa arti dari cinta, Tapi Elis harus pergi meninggal kan nya.
Cinta yang sedang tumbuh di hati nya, akan dia jaga untuk Andrea. Elis percaya jika mereka berdua memang berjodoh, maka suatu saat nanti mereka akan di pertemukan kembali.
Sayang ,,Maaf kan aku..Aku pergi bukan tidak mencintai, aku pergi bukan tidak menyayangi. Tapi, aku pergi karna jalan nasib yang menuntun ku untuk berpisah dengan kamu. Tapi percayalah, jika takdir berpihak pada kita, kita pasti akan bertemu kembali.Batin Elis
Di saat Elis sedang asik dengan lamunan nya, Bu Yanti masuk ke dalam kamar Elis dan langsung memeluk Elis dengan penuh kasih sayang.
Bu Yanti mengusap air mata di kedua pipi Elis "Maaf kan ibu sayang, karna ibu kamu jadi sedih seperti ini.."seru Bu Yanti
Elis berbalik dan memandang wajah ibu nya lekat lekat"Sudah lah Bu, mungkin ini memang jalan yang harus kita lalui."seru Elis sambil memaksa kan senyum nya
Bu Yanti pun membalas senyuman Elis"Terimakasih nak, karna kamu sudah sangat pengertian."seru bu Yanti
__ADS_1
"Sama sama bu.."seru Elis sambil memeluk ibu nya
"Sekarang makan lah dulu,ibu sudah siapkan makanan kesukaan kamu."seru Bu Yanti
"Baiklah bu, aku memang perlu makan yang banyak.Agar aku bisa kuat menghadapi kenyataan."seru Elis sambil tersenyum
"Kamu itu loh, masih bisa aja ngomong seperti itu."seru bu Yanti
Elis hanya tersenyum mendengar ucapan bu Yanti, sebenar nya hati nya sangat perih. Tapi, Elis berusaha menutupi kesedihan nya dengan senyum di bibir nya. p
Elis pun segera bangun dan berjalan mengikuti langkah ibu nya,setelah sampai di meja makan ternyata di sana sudah ada bi Nur dan suami nya paman Aron .
Mereka nampak tersenyum pada Elis, Elis pun terpaksa memberikan senyuman nya. Walaupun hati nya sedang menangis karna akan berpisah dengan pujaan hati nya, tapi dia tak boleh memperlihat kan sisi rapuh nya.
"Paman sama bibi juga di sini? "seru Elis
"lya sayang, kita akan berangkat bersama. Jadi akan lebih baik kalau kita sudah berkumpul dari sekarang."seru paman Aron
Setelah pertemuan mereka yang di awali obrolan ringan, akhir nya mereka pun makan malam bersama. Sebenar nya paman Aron dan bi Nur mempunyai satu orang anak lelaki, tapi dia memang tinggal di jakarta bersama nenek nya.
Ibu dari paman Aron sendiri, ibu nya paman Aron tidak mau di tinggal sendiri karna itu dengan terpaksa paman Aron harus merelakan putra nya tinggal bersama dengan ibu nya.
Aksara pramudiya itulah nama anak lelaki paman Aron, lelaki tampan yang kini duduk di bangku kelas sepuluh SMA.
Kini mereka pun berencana untuk tinggal dengan ibu nya paman Aron, demi menghindari juragan Wijaya yang ingin memperistri bu Yanti.
Saat mengabari Nenek wina kalau kami akan tinggal bersama dengan nya, beliau terdengar sangat bahagia.Pasal nya, di hari tua nya akan banyak orang yang bersama dengan nya.
Tidak akan ada kata kesepian lagi untuk nenek Winda, mulai kedatangan mereka nanti dia akan lebih bahagia lagi dalam menjalani hidup nya.
Sesekali terdengar obrolan ringan dari bibir para orang tua, sedang kan Elis memilih untuk segera menghabiskan makanan nya.
__ADS_1
Setelah selsai makan Elis langsung masuk ke kamar nya, dia akan tidur sambil menunggu waktu untuk pergi tiba. Sedang kan bu Yanti, bi Nur dan paman Aron nampak sedang berjaga jaga .Pasal nya ,mereka harus benar benar mempersiapkan kepergian mereka tanpa ada satu orang pun yang curiga.
Tepat pukul satu malam, Bu Yanti masuk ke kamar Elis. Bu Yanti dengan lembut membangun kan anak nya tersebut, mereka harus segera pergi mumpung warga sedang terlelap.
"Sayang, cepat bangun..Nanti kamu bisa tidur lagi di mobil.."seru bu Yanti setengah berbisik
"Nngghh,, iya bu. "seru Elis sambil memegang kan otot otot tangan nya
Elis dengan malas bangun dari tidur nya, dia langsung berjalan keluar dari rumah nya. Di luar nampak bi Nur dan paman Aron yang sudah siap untuk masuk ke dalam mobil, sedangkan bu Yanti masih di dalam rumah.
"Masuk lah sayang, kamu di belakang sama ibu.Bibi biar sama paman di depan, biar kami bisa gantian bawa mobil nya."seru Bi Nur
"lya bi,, "seru Elis
Elis langsung masuk ke dalam mobil, karna saking ngantuk nya Elis langsung tertidur.Setelah bu Yanti terlihat ke luar dari dalam rumah, bi Nur pun segera memberikan kunci rumah nya.
Bu Yanti langsung mengunci pintu rumah nya, setelah itu mereka pun bergegas untuk pergi ke Jakarta. Tidak ada yang menyadari keberangkatan mereka, karna waktu itu adalah waktu di mana orang orang sedang tertidur pulas.
Selama perjalanan menuju Jakarta, Bu Yanti terus menatap wajah putri kesayangan nya. Dia sebenar nya tidak tega harus membawa nya pergi karna masalah nya dengan juragan Wijaya, tapi dia pun tidak tahu harus berbuat apa selain pergi meninggal kan juragan Wijaya.
-
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..
__ADS_1
TBC