
Jangan lupa like, koment, kritik, vote, rate dan saran yang membangun ya gengs..
Dukungan mu adalah semangat bagi ku..
Selamat Membaca..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Melihat Erick yang tersenyum ke arah Andrea membuat Juragan Wijaya senang, dia pun segera meminta Erick untuk mengajari Andrea tentang pekerjaan yang harus dia lakuakan.
"Erick, selama ini aku tidak pernah mempekerjakan sekretaris, dan mulai sekarang aku ingin mempekerjakan Andrea sebagai sekretaris ku.Dia akan bekerja setelah pulang kuliah, aku harap kamu mau mengajari Andrea dengan sabar.."seru Juragan Wijaya
"Baik pak Wijaya, dengan senang hati saya akan mengajari nya. "seru Erik sambil tersenyum
Juragan Wijaya beralih menatap ke arah Andrea"Belajarlah dengan serius, dan mulai besok pakailah baju kerja. Nanti malam aku akan menitipkan baju untuk kamu pada Johan, dan Erick akan mengajari mu dengan baik."seru Juragan Wijaya
"Baik pak, saya pasti akan belajar dengan serius."seru Andrea
"Erick, tolong ajak dia ke ruangan nya."seru Juragan Wijaya
Erick pun menganggukan kepala nya tanda mengiyakan , dengan segera dia pun mengajak Andrea ke ruangan yang sudah di siapkan untuk nya.
Andrea belajar dengan cepat, setiap apa yang di ajar kan oleh Erick begitu mudah dapat di pahami dan di kerjakan oleh Andrea.
Erick merasa sangat senang karna ternyata Andrea adalah anak yang pandai, dan dia bisa begitu cepat mempelajari tentang apa yang dia ajar kan.
Karna di rasa sudah paham, Erick pun meninggal kan Andrea di ruangan nya untuk melanjutkan pekerjaan nya. Nanti setelah selsai dengan pekerjaan yang menanti nya, Erick akan kembali ke ruangan Andrea untuk memeriksa hasil pekerjaan nya.
Sepeninggal Erick, Andrea begitu serius mengerjakan tugas yang di berikan oleh Erick. Walaupun baru beberapa jam dia melakukan pekerjaan nya, dia merasa sangat menyukai pekerjaan nya itu.
Andrea akan bersungguh sungguh dalam belajar, agar dia bisa menjadi orang yang sukses. Yang pasti nya dia akan berusaha untuk menggapai cita cita nya, dan dia juga sangat ingin membahagiakan ke dua orang tua nya.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, Erick pun datang ke ruangan Andrea .Dia tersenyum saat melihat Andrea begitu serius dalam mengerjakan tugas nya, Erick pun merasa senang karna tak perlu cape dalam hal mengajari nya.
"Dre, ini sudah waktunya pulang kerja."seru Erick
"Ah, begitu ya.."Kaget Andrea karna tidak menyadari kehadiran nya Erick
__ADS_1
"Bersiap lah untuk pulang,dan berkas yang kamu kerjakan akan saya bawa karna akan di periksa langsung oleh pak Wijaya ."seru Erick
"Baik Kak, ini tugas nya sudah saya kerjakan semua kok. "seru Andrea
"Ya sudah, tugas untuk hari ini sudah sangat cukup . Mulai besok, datang lah setelah jam istirahat dan tentu nya jangan lupa untuk memakai pakaian formal. ."seru Erick
"Baiklah saya akan segera pulang,dan besok pasti saya akan memakai pakaian formal. "seru Andrea
Erick langsung mengambil berkas yang baru selsai di kerjakan oleh Andrea, setelah nya dia pun meninggal kan Andrea yang sedang bersiap untuk pulang.
Sepeninggal nya Erick, Andrea langsung keluar dari ruangan nya. Dia langsung bergegas untuk pulang, Andrea sudah tidak sabar untuk menceritakan pengalaman pertama nya saat bekerja.
Sebelum pulang ke rumah ,Andrea menyempat kan diri untuk berpamitan kepada Juragan Wijaya. Juragan Wijaya pun mempersilahkan Andrea, karna sekarang memang waktu nya untuk pulang kerja.
Andrea melajukan motor nya dengan kecepatan sedang, walaupun dia ingin cepat pulang tentu saja dia tidak boleh kebut kebutan karna hal itu dapat membahayakan diri nya sendiri.
Sesampai nya di rumah Andrea langsung membuka pintu dengan terburu buru, saat pintu terbuka terciumlah aroma masakan yang begitu menggelitik hidung nya.
Sudah bisa di pastikan jika saat ini ibu nya sedang berada di dapur,Andrea pun langsung melangkah kan kaki nya ke dapur. Saat melihat ibu nya tengah serius memasak, Andrea langsung memeluk ibu nya.
Bu Neni sangat kaget karna tiba tiba ada yang memeluk nya, dia kira pak Johan. Tapi saat melihat tangan yang melingkar di perut nya ,dia sangat tahu siapa pemilik tangan tersebut.
"Kok ibu bisa tahu kalau yang peluk ibu itu aku!!"protes Andrea
Bu Neni melepas kan pelukan Andrea, dia pun berbalik dan tersenyum manis melihat anak nya itu.
"Karna kamu anak ibu"seru Bu Neni sambil mengelus lembut pipi Andre
Andrea tersenyum manis pada ibu nya, kemudian dia pun memeluk kembali ibu nya. Bu Neni hanya tersenyum melihat tingkah laku Andrea, tapi setidak nya Andrea sudah terlihat senang saat ini.
"Apa ada yang mau kamu ceritakan pada ibu? "seru Bu Neni sambil melanjutkan kembali masak nya
"Tentu saja Bu, makanya aku mencari ibu. "seru Andrea
"Ceritakan saja, ibu akan jadi pendengar yang baik."seru Bu Neni
Andrea pun langsung menceritakan semua nya, dari mulai pergi ke kantor, apa yang dia kerjakan di kantor, hingga saat di ajari dengan baik oleh Erick.
__ADS_1
Andrea menceritakan nya dengan excited, Bu Neni pun mendengarkan nya dengan baik. Sesekali Bu Neni tersenyum dan mengusap lembut tangan Andrea, dia sangat bahagia melihat Andrea yang terlihat sangat senang.
Setelah selsai bercerita, Andrea langsung bertanya tentang pak Johan."Bu, apa bapak sudah pulang? "seru Andrea
"Belum sayang, tadi bapak telpon kata nya di suruh nunggu Juragan Wijaya datang."seru Bu Neni
"Oiya bu, sekarang bapak kerja di mana bu? "seru Andrea
"Tentu saja bekerja dengan Juragan"seru Bu Neni
"Maksud nya, di rumah utama apa di Villa? "seru Andrea
"Di Villa ikut Juragan."seru Bu Neni
Andrea pun menganggukan kepala nya tanda mengerti "Berarti bapak di suruh nunggu baju kerja aku Bu.."seru Andrea
"Maksud nya? "tanya Bu Neni
"Tadi Juragan bilang dia akan memberikan aku baju kerja,dia akan menitip kan nya pada bapak. "seru Andrea
"Ya sudah, kamu mandi dulu sana.Nanti,kalau bapak sudah datang ibu akan memberi tahu kan nya sama kamu."seru Bu Neni
"Siap Bu!! seru Andrea
Andrea pun langsung mengecup pipi kanan Bu Neni, setelah nya dia langsung pergi ke kamar nya. Dia langsung melaksanakan ritual mandi nya, setelah mandi Andrea langsung duduk di depan meja belajar.
Seperti biasa, dia akan mengambil kotak warna biru pemberian Elis. Dia membuka akan membuka nya dan melihat foto kebersamaan mereka, hati nya selalu sakit jika melihat nya. Tapi jika tak melihat nya, Andrea akan merasa sangat rindu pada kekasih hati nya itu.
Setelah puas memandang wajah cantik Elis saat bersama nya, Andrea menyempat kan diri membaca buku tentang Bisnis. Dia sudah bertekad untuk bersungguh sungguh dalam belajar, agar kelak dia bisa sukses.
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
__ADS_1
Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..
TBC