
Jangan lupa like, koment, kritik, vote, rate dan saran yang membangun ya gengs..
Dukungan mu adalah semangat bagi ku..
Selamat Membaca..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi ini Andrea bangun dengan senyum di wajah nya, dia sudah bertekad akan hidup dengan tegar walaupun tanpa ada nya Elis.
Dia juga sudah berjanji jika dia akan tetap menjaga hati nya untuk Elis , wanita yang sudah berhasil meluluh lantah kan hati nya.
Dengan semangat Andrea melangkah kan kaki nya keluar kamar, Bu Neni sangat senang saat melihat senyum di bibir Andrea.
"Nak, apa kamu sudah mau berangkat kuliah? "seru Bu Neni
"lya Bu, aku kan masih anak baru. Aku tidak boleh datang terlambat, nanti bisa meninggalkan kesan jelek di mata Dosen ."seru Andrea
Bu Neni pun tersenyum mendengar ucapan anak nya "Sarapan dulu, bapak sudah menunggu di meja makan. "seru Bu Neni
Andrea pun langsung menghampiri Bapak nya yang sudah duduk manis menunggu kedatangan nya,dia pun segera duduk di samping pak Johan.
Pak Johan menepuk pelan pundak Andrea"Bapak senang jika kamu bersemangat seperti ini "seru pak Johan
Andrea hanya tersenyum menanggapi ucapan Bapak nya, Pak Johan pun kembali melanjut kan ucapan nya.
"Kata ibu, kamu sudah mulai kerja hari ini? "seru pak Johan
"lya pak, Andrea pulang kuliah langsung ke kantor Juragan Wijaya. Kalau Andrea pulang nya kesorean, berarti Andrea masih ada kerjaan. "seru Andrea
"Bapak senang kalau kamu menyibukkan diri dengan hal yang positif, semangat ya nak.."seru pak Johan sambil mengangkat kepalan tangan kanan nya ke udara
Andrea pun langsung terkekeh melihat tingkah Bapak nya"Pasti pak"seru Andrea
Setelah selsai sarapan, Andrea langsung melajukan motor nya ke kampus. Saat Andrea memarkirkan motor nya ,Andrea berpapasan dengan Kirani yang baru saja memarkir kan mobil nya.
Kirani merasa sangat senang saat melihat Andrea,dia pun dengan segera menghampiri Andrea.
"Pagi,, "sapa Kirani dengan senyum manis nya
__ADS_1
Andrea pun langsung melihat ke arah Kirani "Pagi "seru Andrea dengan senyum manis nya
Jantung Kirani langsung berdebar melihat senyum manis Andrea, rasa nya dia sangat senang bisa bersama dengan nya.
Sambil berjalan menuju kelas, Kirani tak sekalipun berpaling dari Andrea. Andrea bukan nya tidak tahu, tapi dia tidak hanya tidak ingin terlalu dekat dengan Kirani.
Sampai di kelas, Andrea langsung duduk di bangku nya. Begitu pun dengan Kirani, dia tidak bisa banyak bicara dengan Andrea karna bingung harus memulai nya dari mana.
Kirani memang sering berpacaran, tapi dia baru kali ini menyukai pria seperti Andrea.Dia lebih banyak diam dan hanya sesekali saja tersenyum, membuat Kirani bingung harus memulai obrolan dari mana.
Tak lama Dosen pun datang, Andrea belajar dengan begitu serius.Tapi tidak dengan Kirani, sepanjang Dosen menjelaskan dia terus saja memandang wajah Andrea.
Ya tuhan, pria irit bicara itu terlihat sangat tampan jika sedang serius seperti itu. Aku jadi makin terpesona dengan nya, bisa dekat dengan nya saja membuat jantung ku berdebar. Batin Kirani
Tanpa terasa waktu pun terus berputar, jam pelajaran pun kini telah usai. Dengan buru buru Andrea langsung membenahi buku nya, dia ingin cepat pergi ke kantor Juragan Wijaya.
Andrea sudah bertekad akan belajar berbisnis dengan giat, agar kelak dia bisa sukses dan mencari kekasih hati nya Elis.
Setibanya di parkiran, Kirani langsung menghalangi langkah Andrea. Andrea hanya mengernyit heran dengan kelakuan teman satu kelas nya itu, karna penasaran Andrea pun langsung bertanya.
"Ada apa? "seru Andrea
"Ya, maaf aku harus segera pergi karna ada yang harus aku kerjakan. "seru Andrea sambil menaiki motor matic nya
"Aku kira kita bisa ngobrol dulu mungkin,, "seru Kirani hati hati
"Maaf, tapi aku harus segera pergi."seru Andrea
Kirani pun di buat melongo dengan tingkah Andrea, dia jadi merasa heran. Kirani pun melihat penampilan nya dari atas sampai bawah, dia juga melihat wajah nya di kaca spion.
"Cantik kok, ngga ada yang aneh dengan penampilan ku. Tapi, kenapa dia terlihat tidak tertarik pada ku."seru Kirani lirih
Kirani pun segera masuk ke dalam mobil nya, dia segera pergi meninggal kan kampus karna dia sudah merasa tak semangat.
Sesampai nya di kantor Juragan Wijaya ,Andrea langsung menghampiri meja resepsionis. Disana ada dua orang perempuan yang sedang bercakap dengan beberapa orang, mungkin mereka adalah kolega nya Juragan Wijaya pikir Andrea.
Andrea memperhatikan dua wanita tersebut, di name tage nya tertulis kan nama Ana dan Viona .Melihat wanita yang bernama Viona sudah selsai berbicara, andrea pun segera menghampiri nya.
"Maaf Mba Viona, saya Andrea. Apakah saya bisa bertemu dengan Juragan Wijaya ?"seru Andrea
__ADS_1
wanita bernama Viona itu memperhatikan sebentar penampilan Andrea"Apa anda sudah membuat Janji temu dengan Nya? "seru wanita bernama Viona tersebut
"Saya memang tidak membuat janji dengan nya, tapi Juragan sendiri yang menyuruh saya kemari. Kalau Mba Viona tidak percaya, Mba bisa menelpon Juragan secara langsung."seru Andrea
Viona pun segera melakukan panggilan telpon, setelah berbicara untuk beberapa saat Viona pun langsung tersenyum ke arah Andrea.
"Mari saya antar ke ruangan Pak Wijaya "seru Viona
Andrea pun langsung mengikuti langkah Viona, dia di bawa masuk kedalam lift agar bisa sampai di lantai tempat ruangan Juragan Wijaya berada.
Tak lama pintu lift pun terbuka, dia kini sudah sampai di depan ruangan Juragan Wijaya. Dengan sangat hati hati Viona pun mengetuk pintu ruangan tersebut, setelah mendapat sahutan mereka pun langsung masuk ke dalam.
"Nak Andrea, kamu sudah datang rupa nya."seru Juragan Wijaya
"Iya Juragan"seru Andrea
Juragan Wijaya terkekeh mendengar ucapan Andrea "Di kantor tidak ada yang memanggil saya Juragan, kamu panggil saya dengan sebutan bapak saja."seru Juragan Wijaya
"Baik pak "seru Andrea
Juragan Wijaya pun melihat ke arah Viona"Terimakasih sudah mengantar anak saya, silah kan kamu kembali ke tempat kamu."seru Juragan Wijaya
Viona pun segera keluar dari ruangan Juragan Wijaya ,saat Andrea mengedar kan pandangan nya ternyata Juragan tak hanya sendiri di ruangan tersebut. Ada seorang lelaki muda dan gagah yang sedang duduk, meja nya tak jauh dari meja Juragan Wijaya.
Juragan Wijaya seakan paham dengan apa yang sedang Andrea pikir kan"Dia Erick, dia adalah asisten peribadi saya. "Juragan Wijaya melihat kerah Erick "Kemarilah Erick "seru nya
Erick pun segera menghampiri Juragan Wijaya,dia memandang Andrea sebentar dan langsung tersenyum melihat Andrea.
-
-
-
Terimakasih sudah mampir..
Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..
TBC
__ADS_1