Gairah Muda

Gairah Muda
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Jangan lupa like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun ya gengs..


Dukungan mu adalah semangat bagi ku..


Selamat Membaca


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampai nya di tepi Danau Selly langsung menggelar karpet yang dia bawa, mereka kini duduk beralas kan karpet. Selly dan Shera nampak menikmati udara segar yang masuk ke dalam paru paru nya, sedangkan Wiguna dan Arga nampak bergulat dengan telpon pintar nya.


Bahkan Wiguna kemana mana membawa serta laptop nya, karna bagaimana pun juga dia harus tetap bekerja walaupun sambil berlibur.


Hari ini mereka benar benar menikmati kebersamaan mereka, kebersamaan yang sangat jarang terjadi. Apalagi jika ada Juragan Wijaya, pasti kebahagiaan mereka akan terasa lebih lengkap.


Saat para orang dewasa sedang asik duduk di tepi Danau dan menikmati indah nya suasana pedesaan, Angga malah asik berlari kesana kemari.


Di sini dia merasakan yang nama nya kebebasan, berlari kemana pun tidak ada yang melarang nya. Sedangkan jika dia berada di kota, sudah bisa di pastikan ruang nya akan terbatas.


Garut, ya itulah nama tempat nya. Di garut terdapat banyak Danau yang sangat indah, termasuk Danau milik peribadi Juragan Wijaya.


Selain Danau di garut juga banyak pemandian air panas, karna lokasi nya yang berada di lereng gunung. Tempat nya masih sangat asri, jika kita berada di sana kita akan sangat betah dengan suasana maupun udara nya.


Polusi adalah hal yang langka dan sulit di temukan di sana, maka nya jika saat waktu pulang tiba rasa nya Selly ingin berlama lama di tepi Danau.


Saat Angga sedang asik berlari lari, tiba tiba dia melihat orang yang sangat dia kenal sedang menuju ke arah nya. Dialah Andrea, orang yang selalu datang untuk menenangkan hati nya di tepi Danau atau pun di Rumah pohon .


Andrea datang dengan menggunakan motor mati nya, Angga terus memperhatikan Andrea. Hingga Andrea memberhentikan motor nya, barulah Angga menghampiri Andrea.


"Kakak!! "seru Angga sambil memeluk kaki Andrea


Andrea sangat kaget karna ada yang memeluk kaki nya dengan erat, Andrea segera mensejajar kan tubuh nya dengan Angga. Saat melihat wajah tampan Angga, Andrea pun langsung tersenyum.


"Angga, kamu sama siapa ke sini? "seru Andrea


"Sama ayah, sama bunda, sama aunty Sea ,sama Om Alga juga."seru Angga sambil memperlihatkan ke empat jari nya yang di angkat ke atas


"Ooh, dimana mereka? "tanya Andrea


"Di tepi Danau,telus kakak mau apa ke sini? "seru Angga


"Mau main di rumah pohon. "seru Andrea


"Aku mau ikut kak"rengek Angga

__ADS_1


"Boleh, tapi kamu harus minta izin dulu sama bunda kamu."seru Andrea


"Baiklah, Kakak ayo kita ke sana. "seru Angga sambil menarik tangan Andrea


Andrea pun mau tidak mau langsung mengikuti langkah kecil Angga, saat sampai di tepi Danau dia melihat Selly, Shera yang sedang menikmati udara segar di tepi danau. Sedangkan di bawah pohon beralaskan karpet, dia melihat Wiguna dan Arga yang nampak sibuk dengan ponsel pintar nya.


"Bunda!! "teriak Angga


"Apa sayang? "Seru Selly sambil berbalik


Dan alangkah terkejut nya saat dia melihat Andrea bersama putra nya Angga, mereka nampak dekat. Andrea pun merasa sangat risih saat melihat Selly, rasa nya dia ingin cepat pergi dari sana.


"A_Andrea,kamu di sini juga? "seru Selly gugup


"l_lya,aku mau ke rumah pohon."seru Andrea tak kalah gugup


Shera memperhatikan interaksi antara Selly dan Andrea, dia merasa seperti ada yang aneh di antara mereka.


"Kak"seru Shera sambil menepuk pundak Selly


"Apa? "kaget Selly


"Tidak apa apa Kak, hanya aneh saja karna kakak berubah jadi lebih tegang."seru Shera


Wiguna melirik ke arah Selly, dia pun menyelidik keadaan wajah selly"Kamu kenapa sayang? "seru Wiguna


"Kalau kamu lelah, kita bisa segera pulang.''seru Wiguna


"Tidak usah sayang, aku masih mau di sini. "seru Selly


"Baiklah, duduk di sini saja kalau kepala nya pusing.Biar aku memijat kepala mu, siapa tahu bisa lebih enakan. "seru Wiguna perhatian


"Baiklah sayang"seru Selly sambil menghampiri Wiguna


"Bunda, apa Aku boleh main cama kakak Andlea?"seru


Angga


"Memang nya kamu mau main kemana? "tanya Wiguna


"Aku mau ikut ke lumah pohon sama kakak Andlea."seru Angga


"Apa di sini ada rumah pohon sayang?"tanya Wiguna pada istri nya

__ADS_1


"Ada sayang, letak nya tak jauh dari sini.Rumah pohon itu milik Andrea, waktu dia kecil Papah membuatkan rumah pohon itu untuk nya, sebagai hadiah dari Papah karna kepintaran nya."jelas Selly


"Ooh, seperti nya Papah sangat menyayangi Andrea.Baiklah ,kamu boleh main sama kakak Andrea."seru Wiguna


Angga pun berlari dan langsung memeluk Wiguna dan Selly "Makasih Ayah, makasih bunda. "seru Angga sambil mencium pipi kedua orang tua nya


"Sama sama sayang"seru Wiguna, dia pun lalu menoleh ke arah Andrea"Aku menitipkan anak ku pada mu"seru Wiguna


"Iya pak, kalau mau nyari kami langsung ke rumah pohon saja."seru Andrea


"Jangan panggil pak, aku jadi merasa tua. Panggil aku kakak,,"seru Wiguna sambil terkekeh


Andrea pun tersenyum manis pada Wiguna"Baiklah kak, kalau begitu aku pamit dulu. "seru Andrea


Andrea dan Angga pun langsung pergi meninggal kan mereka, setelah sampai di bawah pohon Andrea langsung menggendong Angga dan mengajak nya naik ke rumah pohon.


Angga terlihat begitu senang saat melihat keadaan alam dari atas rumah pohon, bahkan dia pun bisa melihat kedua orang tua nya yang sedang berada di tepi Danau.


"Apa kakak seling ke cini? "seru Angga


"lya sayang, kakak senang menyendiri di sini.Karna dengan menyendiri terkadang kita akan mendapatkan ketenangan."seru Andrea


Anak itu nampak manggut manggut, persis seperti orang dewasa yang sudah sangat paham.


"Apa kamu mengerti dengan apa yang kakak ucapan kan? "tanya Andrea


Angga hanya menggeleng kan kepalanya sambil nyengir kuda, Andrea yang merasa gemas pun langsung menggendong Angga dan mengacak pelan rambut nya.


"Kakak!! Nanti aku ngga ganteng kalau lambut nya lucak?! "seru Angga


"Maaf sayang, kakak mau menggambar. Apa kamu juga mau? "seru Andrea


Dengan sangat antusias Angga pun menganggukan kepala nya, dengan cepat Andrea pun memberikan secarik kertas dan pensil. Sedangkan Andrea mengambil alat lukis nya, dia pun segera memulai acara melukis nya di temani si kecil Angga.


-


-


-


-


Terimakasih sudah mampir..

__ADS_1


Jangan lupa like dan tekan 💓untuk memfavoritkan..


TBC


__ADS_2