
Start Game
Memuat Kerangka Cerita... 100%
Memuat Plot... 100%
Memuat Cerita telah selesai...
Mohon tunggu...
Disebuah rumah yang berada di kawasan pedesaan. Dua orang anak sedang asyik bermain game Shooter. Mereka sangat serius memainkan game itu. Ini adalah game petualangan tembak-tembakan. Game ini bisa dimainkan sendirian atau berdua. Di tahun 2003 game ini sangat terkenal.
"Hei...kamu yang bener kalau nembak..." ucap anak cewek sambil tetap fokus ke layar televisi.
"Aku jagain kamu agar gak kena tembak, makanya hati-hati kalau jalan," jawab anak cowok yang juga fokus ke layar televisi.
Mereka sangat senang bermain game bahkan sampai lupa waktu. Karena anak yang cowok gak punya konsol game di rumahnya, dia selalu datang ke rumah anak yang cewek untuk bermain game. Mereka sangat akrab karena kedua orang tua mereka juga berteman.
"Dri..." ucap ayah dari anak cowok. "Maaf kalau anakku selalu datang ke rumah kamu buat bermain game," tambahnya sambil minum teh di ruang tamu.
"Tidak usah dipikirkan...lagian aku senang dengan anakmu datang ke rumah, anakku tidak merasa kesepian saat bermain game," jawab ayah dari anak cewek.
"Yes!...level selanjutnya!..." teriak kedua anak itu berbarengan.
"Setelah ini musuhnya lebih susah lho...jangan sampai mati ya?" ucap anak cewek bersemangat.
"Enak aja... Kamu tuh yang kena tembak terus," jawab anak cowok gak mau kalah.
"Aku punya rencana untuk anak-anak kita," ucap ayah dari anak cewek.
__ADS_1
"Rencana apa?" tanya ayah dari anak cowok.
"Bagaimana kalau mereka berdua kita jodohkan?" tanya ayah dari anak cewek.
"Dijodohkan ya?" terlihat ayah anak cowok berpikir sebentar. "Aku rasa itu bukan rencana yang buruk," ucapnya kemudian sambil tersenyum. "Tapi aku ingin mereka mengetahui perjodohan ini saat mereka sudah dewasa," tambahnya kemudian.
"Aku juga berpikir seperti itu," ucap ayah dari anak cewek.
"Untung saja kita bisa menang," ucap anak cewek sangat senang.
"Itu tadi hampir saja," anak cowok ikut menimpali.
"Oke...kali ini kita harus bisa menang lagi sampai tamat..." ucap anak cewek bersemangat.
"Ia...lanjut..." ucap anak cowok menimpali.
"Besok kita main game lagi ya?" ucap anak cewek mengingatkan.
"Ia...aku pasti akan datang lagi kesini besok," jawab anak cowok dengan tersenyum. Anak cowok pulang ke rumah bersama dengan ayahnya.
Di rumah dia tidak henti-hentinya bercerita mengenai anak cewek itu. Orang tuanya sampai bosan mendengar ceritanya, tapi mereka sangat senang anaknya memiliki teman yang sangat akrab. Setiap hari anaknya selalu bermain dengan anak cewek itu. Entah berapa banyak game yang mereka mainkan. Mulai dari game RPG sampai game Battle yang mereka mainkan.
Kehidupan mereka terlihat sangat bahagia, hingga saat itu pun tiba. Anak cowok seperti biasa pergi ke rumah anak cewek dengan bersemangat. Dia berharap hari ini bisa kembali bermain game bersama anak cewek itu. Namun sesampainya dia di rumah temannya itu. Dia melihat orang-orang yang lalu lalang membawa kotak lalu memasukkannya ke dalam mobil bak.
Dia sangat bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Dia berlari masuk ke rumah temannya itu berharap temannya ada disana, tapi dia mendapati seisi rumah sudah mulai kosong. Tempat biasanya mereka bermain game kini sudah bersih. Tidak ada lagi televisi, meja, konsol, dan lemari disana.
Disaat ini dia benar-benar bingung dengan apa yang terjadi. Wajar saja otak anak kecil masih belum bisa mencerna semua ini. Dia mencari sahabatnya kemana-mana tetap saja tidak bertemu. Sehingga dia mulai sedih dan menangis pulang ke rumahnya.
Dia merasa bahwa tidak akan bertemu lagi dengan anak cewek yang selama ini menemaninya bermain game. Air matanya menetes hingga membasahi pipi. Dia tidak bisa menerima bahwa dia akan berpisah dengan sahabatnya.
__ADS_1
Sesampainya di depan rumah raut wajahnya kembali bahagia. Dia melihat mobil dari ayah temannya itu di parkir di depan rumahnya. Dengan wajah yang sumringah dia berlari memasuki rumahnya.
"Kok kamu lama sekali sih? Emangnya pergi kemana saja?" tanya anak cewek menyambutnya dengan senyuman. "Aku sudah menunggu kamu untuk bermain game lagi," ucapnya sambil menarik lengan anak cowok itu menuju konsol NineTenDo yang terpasang dengan televisi kotak yang ada di rumahnya.
Mereka kembali bermain game yang mereka sukai. Mereka bermain game battle Road Fighter. Mereka selalu bergantian memenangkan battle itu. Sehingga score akhir mereka 10 sama.
Mereka kelelahan memainkan game yang tidak bisa menentukan siapa diantara mereka yang paling jago. Permainan mereka berakhir saat ayah dari cewek memberi kode pada anaknya untuk pergi. Anak cowok lupa bahwa semua barang di rumah anak cewek sudah tidak ada.
"Maaf ya aku tidak sempat bilang sama kamu bahwa aku dan keluargaku akan pindah rumah?" ucap anak cewek menatap anak cowok sambil tersenyum.
"Terus bagaimana kita bisa bermain game lagi?" tanya anak cowok dengan polosnya.
"Kamu akan tetap bermain game yang biasanya kita mainkan, karena aku memberikan konsol NineTenDo ini padamu," jawab anak cewek dengan tersenyum. "Aku harap kamu akan senang memainkannya, dan tolong kamu rawat dan jaga baik-baik ya?" tambahnya lagi sambil tersenyum.
Anak cowok melepaskan gelang dari anyaman yang biasanya dia pakai di tangannya. Itu adalah gelang kesayangannya yang tidak pernah dia tinggalkan kemanapun dia pergi. Dia lalu memasangkan gelang itu ke tangan sahabatnya dengan rapi.
"Tolong kamu juga menjaga gelang ini, dan jangan sampai hilang, karena ini gelang kesayanganku," ucap anak cowok setelah memasangkan gelang itu pada anak cewek.
Anak cewek itu tersenyum lalu mengangguk. Dia kemudian memberikan pelukan hangat pada sahabatnya. Anak cowok hanya terdiam menerima pelukan persahabatan itu.
Anak cewek itu kemudian mengikuti ayahnya menuju mobil. Sebelum masuk dia melambaikan tangan pada anak cowok sambil tersenyum. Anak cowok juga tersenyum sambil melambaikan tangan. Anak cewek itu masuk ke dalam mobil, lalu mobil itu pergi menjauh meninggalkan anak cowok itu sendirian.
Sejak saat itu dia bermain game sendirian di rumahnya. Dia tidak pernah lagi bergabung dengan anak-anak yang lain untuk bermain bola atau melakukan aktivitas lain. Dia menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk bermain video game.
Konsol yang diberikan anak cewek itu selalu dirawat dengan baik. Bahkan dia menyimpannya dengan rapi saat dia tidak memainkannya. Tidak ada seorangpun yang boleh menyentuhnya, karena dia sangat sayang dengan konsol pemberian sahabat terbaiknya itu.
Dia mengira suatu saat sahabatnya itu akan mengambil konsolnya. Oleh sebab itu dia sangat menjaga agar konsol itu jangan sampai rusak. Walaupun dia jarang memakainya tapi dia tetap membersihkannya dan memastikan konsol itu masih bisa dijalankan dengan baik.
Bersambung...
__ADS_1