Game Lover

Game Lover
Bab. 28 Kalah Telak Melawan tim Blue Star


__ADS_3

Now Loading...


Tim Blue Star adalah tim esport Dotha 2 yang cukup terkenal di Indonesia. Mereka bukan tim yang baru kemarin dibuat. Itu yang membuat tim ini memiliki gedung khusus untuk bertanding dan berlatih. Tim ini memiliki anggota sebanyak 10 anggota, setiap hari mereka battle untuk merebutkan posisi Player inti. 


"Berbeda jauh dengan tim kita," ucap Heri saat melihat tempat latihan tim Blue Star yang besar.


Sebagai anak seorang sultan, Mirhan juga iri dengan ini. Itu sebabnya dia langsung mencatat apa saja yang tidak mereka miliki untuk sebuah tim. Dia sudah mengirimkan apa yang dicatat pada ayahnya. 


"Besok bokap gue bakalan cariin gedong, Pelatih, dan manajer untuk urusan tim kita," Mirhan menanggapi ucapan Heri dengan kesal. 


"Gak usah baper juga kali Mir," ucap Rio mencoba menenangkan Mirhan. 


Hanna dan Arif tertawa melihat tingkah Mirhan yang baper. Mereka melanjutkan berjalan menuju sebuah ruangan yang berisi komputer untuk battle antar anggota. Disana Erwin menyambut mereka sambil tersenyum. 


"Lo akhirnya datang juga," ucap Erwin lalu menyalami Rio, Mirhan, Hanna, Heri, dan Arif. 


"Sorry gue datangnya telat," ucap Rio pada Erwin. 


"Gak apa-apa kok, kami juga baru saja berkumpul disini," ucap Erwin memaklumi. 


Setelah mereka berkumpul dan berbincang sebentar dengan pelatih dari tim Blue Star, mereka kemudian memulai Sparing match. Tim Shark Station membawa mouse dan keyboard sendiri untuk battle. Keyboard dan mouse itu didesain langsung oleh Heri yang dijual perusahaan Ranger. Heri memiliki lisensi untuk beberapa produk dari Ranger, karena dia yang mendesain semua produk itu. 


Mereka lalu memulai battle setelah persiapan mereka selesai. "Cek…aman?" tanya Rio dari headset micnya. 


"Aman…" jawab Hanna. 


"Siap…" jawab Mirhan. 


"Roger…" jawab Arif


"Oke…" jawab Heri. 


Mereka lalu memulai masuk ke akun mereka masing-masing. Mereka mempersiapkan Hero yang sudah terbiasa mereka mainkan. Kali ini Rio mencoba hero yang sama dengan sebelumnya. 


Saat match dimulai Rio mulai berjalan sendirian mencari monster. Dia berharap bisa mencuri level lebih cepat. Saat dia sedang asyik menghantam moster, tiba-tiba hero milik Erwin datang menghantamnya. Beruntung Rio bisa dengan cepat menghilang. 

__ADS_1


"Awas!...Erwin bisa tiba-tiba muncul," ucap Rio memperingatkan teman-temannya.


"Santai Yo…" ucap Arif tidak memperdulikan ucapan Rio. "Sial!...gue dihajar!…" teriaknya kemudian saat heronya dihajar Erwin. 


"Gue bilang juga apa?..." ucap Rio dengan kesal. 


Ternyata kekalahan mereka bukan hanya berakhir di sana, sebab tim mereka mendapatkan beberapa kali dibunuh hero musuh. Rio mulai berpikir keras agar bisa menang, tapi hasilnya tetap sama. Tim mereka semakin tertinggal dengan tim Blue Star. 


"Tenang-tenang," ucap Rio memperingati timnya. "Hanna lo ikut dengan gue," ucap Rio berharap bisa menjebak musuh. 


Dia berniat ingin memakai META Teleport Hook milik mereka. "Jangan pakai itu disini," ucap Heri memperingati. "Kalau lo makai itu disini, mereka akan mencari cara agar bisa lepas dari META Teleport Hook," Heri menjelaskan dengan rinci. 


Rio kemudian hanya memakai trik pengait yang diketahui oleh Erwin. Beberapa kali dia gagal menarik Erwin. Sementara keadaan tim mereka tambah kacau, sebab beberapa tower mereka dicuri. Rio sadar semua ini adalah kesalahan darinya. 


Akhirnya mereka kalah dengan telak melawan tim dari Erwin. Mereka disini terlihat sangat emosi dalam menyerang, sehingga tidak sadar beberapa tower dicuri. Akhirnya mereka sadar kalau kemampuan mereka masih kalah jauh dari tim-tim esport saat ini. 


Tim Blue Star terlihat menertawakan tim Shark Station. "Ternyata hanya segitu kemampuan tim Shark Station yang pernah menjadi juara turnamen Dotha 2 di indonesia?" salah satu anggota tim Blue Star meremehkan.


"Mereka gak main dalam performa terbaik mereka," Erwin memarahi anggota timnya itu.


"Sebenarnya cara bermain tim lo sudah bagus, tapi banyak sekali salah perhitungan dari lo dan Hanna," ucap Erwin memberitahukan. "Permainan lo barusan seperti orang yang baru belajar bermain game Dotha dua," ucap Erwin pada Rio. 


"Gue harap di turnamen selanjutnya tim Shark Station bisa mengalahkan tim lo," ucap Rio sambil tersenyum.


Rio tidak merasa sedih karena dikalahkan dengan telak oleh tim Blue Star. Dia malah tersenyum puas untuk Sparing kali ini. Rio seperti memang merencanakan agar timnya dibantai kali ini. 


"Lo memang Player yang jenius," puji Heri pada Rio. 


"Kita bicarakan semuanya di cafe Ocean Game," ucap Rio pada Heri sambil tersenyum. 


***


Sesampainya di cafe Ocean Game mereka langsung membahas mengenai Sparing tadi. Heri yang terlihat penasaran dengan apa yang sudah Rio dapat dari match tadi. Sementa yang lain hanya mengeluh karena kalah. 


"Jadi apa yang lo dapet Yo?" tanya Heri sambil minum es kopi susu miliknya. 

__ADS_1


"Hero itu gak begitu mengerikan seperti yang kita kira," jawab Rio sambil tersenyum. "Setiap kali dia menyerang ke depan, hero itu tidak bisa langsung berpindah," Rio menambahkan penjelasannya. 


"Tapi kita gak bisa menghindar, setiap kali hero kita terkena ultinya maka saat itu juga hero kita akan mati," ungkap Hanna menjelaskan. 


"Bagaimana kalau gue bilang, bahwa gue bisa menghindar menggunakan blank…" jawab Rio sambil tersenyum. "Tadi gue coba saat dia menghantam hero gue, terus gue langsung hook dia ke tower sehingga dia mati," ucap Rio menjelaskan. 


"Jenius…" puji Heri pada Rio.


"Berarti dengan ini kita bisa menang mudah dong…" ucap Arif bersemangat. 


"Sebenarnya bisa, kalau lo mainnya jangan nafsu," ucap Mirhan memarahi Arif. "Berapa kali hero lo mati karena nafsu…" tambahnya lagi. 


"Na…" ucap Rio pada Hanna. 


Hanna terdiam karena dia juga merasa kalau cara bermainnya masih jelek. Dia merasa menjadi beban dalam tim ini. Saking kerasnya dia berpikir sehingga tidak sadar namanya disebut Rio. 


"Hanna…" ucap Mirhan sambil mengguncang bahunya. 


"Hah…" ucap Hanna seakan terkejut. "Ada apa?" tanyanya kemudian. 


"Entar malam lo tonton video rekaman cara bermain Pro Player Dotha dua dunia saat turnamen," saran Rio sambil menyerahkan sebuah flashdisk ke Hanna. "Disana ada rekaman cara bermain dari beberapa Pro Player dunia," ucap Rio pada Hanna. 


"Maksud lo gue harus meng copy META mereka?" tanya Hanna pada Rio sambil menyimpan flashdisk ke tasnya. 


"Gak juga, tapi lo coba kembangin META mereka," ucap Rio sambil tersenyum. 


"Oke...bakalan gue coba…" Hanna menerima usul Rio. 


"Malam ini lo pada coba main solo di komputer masing-masing," perintah Rio pada timnya. "Gue mau besok saat kita latihan...ada perkembangan dalam bermain kalian," perintah Rio dengan serius. 


"Iya…" jawab mereka berbarengan. 


Setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing. Mirhan mengantarkan Heri dan Arif ke rumah mereka. Rio seperti biasa mengantar Hanna pulang ke rumahnya. 


Bersambung… 

__ADS_1


__ADS_2