
Now Loading...
Rio terlihat tidak nyaman tiduran di tempat tidur. Dia tidak bisa membohongi bahwa dia memikirkan tim Shark Station. Apalagi sebentar lagi tim mereka akan battle lagi melawan tim Blue Lion.
Selama di rumah sakit Hanna lah yang menemani Rio. Bukan hanya menemanj Hanna juga yang merawat tunangannya itu. Itu sebabnya keluarga Rio tidak ada yang menginap di rumah sakit.
Mirhan hari ini datang menjenguk Rio sekalian membawakan Laptopnya. Dia datang ke rumah sakit bersama Heri, Arif, Rasya, Yoda, Gio, Dendi, Helena, dan mbak Manda. Rio terkejut karena mereka berkumpul.
"Lo pada ngapain kesini juga, emangnya gak latihan?" tanya Rio dengan kesel.
"Lo sakit begini...masih aja mikirin tim?..." tanya Heri dengan kesel.
"Gue udah ngatur latihan mereka entar sore…" ucap Dendi dengan santai.
"Gimana keadaan lo bro?" tanya Arif kemudian.
"Seperti yang lo liat...tapi gue rasa entar pas battle turnamen gue bisa main deh…" jawab Rio bersemangat.
"Kaga usah…" jawab Gio. "Posisi lo untuk sementara sudah diganti Rasya," tambahnya menjelaskan.
"Lha...kok gitu?...terus META battlenya kayak gimana?" tanya Rio terlihat bingung.
"Hanna sudah bikin META buat battle entar…" jawab Mirhan menjelaskan.
"Kok gak ada yang bilang ke gue? Lo pada sekarang udah main rahasiaan ya?" tanya Rio kelihatan kesal sekali.
"Ini buat kebaikan lo bro…" jawab Yoda menengahi.
"Lagian Rasya dan Hanna sekarang lebih jago dari lo…" ucap Helena seakan mengejek Rio.
"Maksud lo apa?" tanya Rio terlihat tidak terima dikatain Helena.
Sementara orang-orang di ruangan itu tertawa melihat tingkah Rio. Setelah itu Mirhan memberikan sebuah tas. Di dalam tas itu terdapat Laptop dan modem buat Rio mengisi waktu.
"Lo santai aja...sambil nonton battle turnamen kami…" ucap Mirhan sambil nyengir.
"Yo...gue janji sama lo...gue akan berusaha bikin tim kita menang…" ucap Hanna menenangkan tunangannya.
"Huh…ya udah deh...kalau begitu…" ucap Rio terlihat pasrah. "Tapi...lo pada harus janji...lo pada bisa memenangkan battle besok demi gue…" pesan Rio pada anggota tim Shark Station yang lain.
"Lo santai aja bro…" tanggap Mirhan sambil nyengir.
__ADS_1
"Kayaknya melihat muka lo, gue tambah takut dah…" ucap Rio seperti mengejek Mirhan.
"Lo sengaja nyindir gue?" Mirhan lalu kayak mengajak Rio bercanda.
"Aduh!..." pekik Rio karena badannya masih terasa sakit.
"Ya ampun...maaf bro…" ucap Mirhan merasa khawatir.
"Makanya lo kalau mau bercanda lihat situasi dulu dong...Mir…" ucap Heri memarahi temannya.
"Gue kan lupa Her…" Mirhan terlihat tidak terima dimarahi Heri.
"Udah...gak apa-apa kok...cuman masih sedikit sakit kok…" Rio berusaha menengahi.
"Lain kali hati-hati dong Mir...kasian tau cowok gue?..." Hanna ikut memarahi Mirhan.
"Cie...tunangannya marah karena Mirhan gangguin tunangannya…" ledek Rasya sambil tersenyum.
"Apaan sih Sya?..." tanya Hanna dengan muka memerah karena merasa kesindir.
"Gak apa-apa kok Na...gue juga pernah kok di posisi kayak lo…" jawab Rasya kembali teringat saat dia masih menjadi pacar Rio.
"Keadaan lo sekarang gimana Yo?" tanya mbak Manda istri dari Arif.
"Makanya lo juga...jangan terlalu banyak pikiran…" ucap mbak Manda menasehati.
"Tapi mbak...tim Shark Station…" ucapan Rio terpotong karena dipotong oleh Rasya.
"Lo percaya aja napa sama gue, anak-anak, dan pacar lo…" potong Rasya. "Hanna udah tau kelemahan tim musuh…" ucapnya menambahkan.
Sememtara itu Mirhan seperti senyum-senyum sendiri. Sebab saat ini Mirhan sedang memikirkan cewek bernama Erika. Gio mengagetkan Mirhan yang sedang senyum-senyum sendiri.
"Eh...Mir...lo kenapa?" tanya Gio sambil menepuk pundaknya.
"Eh...iya…" jawab Mirhan terkejut.
"Lo ngelamun ya Mir?" tanya Helena sambil tersenyum. Sementara Mirhan hanya nyengir ditanya Helena.
"Erika?..." tanya Rio bingung.
"Cewek yang lo pada selametin itu namanya Erika…" jawab Heri dengan sinis. "Dia adalah salah satu anggota tim Blue Lion…" Heri kemudian menjelaskan.
__ADS_1
"Oh...gitu…" Rio dengan santai menanggapi penjelasan Heri. "Jadi...apa hubungan dia dengan Mirhan?" tanya kemudian.
"Dia cewek tipe gue banget bro…" Mirhan tanpa sadar menjawab dengan bersemangat.
"Bagus deh...gue dukung…" ucap Rio sambil tersenyum.
"Lo gak ada merasakan yang aneh Yo?" tanya Heri mencoba menasehati Rio. "Dia adalah cewek dari tim yang bakalan menjadi musuh tim Shark Station lho...emang lo gak curiga?...kenapa bisa kebetulan lo yang menyelamatkannya di taman dan lo tertusuk…" ucap Heri berteori.
"Yaelah Her...teori lo kayak asal banget sih?..." tanggap Rio dengan santai. "Bisa aja kan...yang mengalami kejadian ini orang lain...lagian kami ke taman itu mendadak juga kok," Rio mematahkan teori Heri.
"Terserah lo deh…" ucap Heri yang kalah berdebat dengan Rio.
"Lo kayak gak tau aja Her...dia kan pernah ngalahin guru BK saat berdebat…" ucap Rasya sambil tersenyum.
Mereka tanpa sadar kembali mengingat masa SMA mereka waktu di asrama Flower Garden. Itu adalah masa sekolah paling berkesan dalam kehidupan mereka. Banyak hal seru yang mereka alami pada saat itu.
"Gue lupa teman gue jago berdebat…" ejek Heri dengan kesal.
Mereka tertawa menertawakan ucapan Heri yang merasa kalah termasuk pacarnya. Sementara Mirhan terlihat membuka handphonenya. Ternyata saat mereka ngobrol ada seseorang sedang ngechat seseorang.
"Sebentar lagi Erika bakalan datang…" ucap Mirhan terlihat sangat bersemangat.
"Ngapain dia kesini?" tanya Heri terlihat kesal.
"Dia pengen menemui Rio untuk minta maaf dan menanyakan keadaannya…" jawab Mirhan menjelaskan. "Apa itu salah?" tanyanya kemudian.
"Gak ada yang salah sih...tapi apa tujuan dia kesini hanya ingin tau gimana keadaan tim kita setelah Rio ditusuk?" kembali Heri berteori.
"Udahlah...Her...jangan mikir negatif mulu dong...sama orang yang baru lo kenal…" kali ini Helena yang menasehati pacarnya.
"Untuk sekarang...kita terima dia dengan baik dulu aja...terus kita lihat apa tujuan dia kesini…" Dendi kemudian mulai berbicara.
"Gue setuju dengan ucapan bang Dendi…" ucap Gio sependapat dengan bang Dendi.
"Lagian dia kesini pengen berkunjung aja kan?" tanya Yoda ikut berbicara.
"Gue juga gak masalah sih…" ucap Hanna yang duduk disamping Rio.
"Yaudah...sekarang dia sudah dimana?" tanya Rio pada Mirhan yang sedang ngechat Erika.
"Katanya dia sudah di depan rumah sakit, sekarang dia akan masuk kesini…" jawab Mirhan sambil melihat handphonenya.
__ADS_1
Mereka menunggu kedatangan Erika sambil mengobrol hal yang tidak berhubungan dengan tim. Saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba pintu ruangan tempat Rio dirawat terbuka. Masuklah Erika bersama seorang laki-laki tua. Dia adalah pemilik dari tim Blue Lion yang mereka lihat saat battle kemarin.
Bersambung...