
Now Loading...
Turnamen Dotha 2 akhirnya dimulai juga, tim Shark Station sudah mempersiapkan ini sejak lama. Seluruh tim Shark Station berkumpul di tempat latihan. Helena juga datang ke tempat latihan menemani pacarnya Heri.
Mereka mempersiapkan daftar pemain yang akan bermain. Mereka berharap akan mendapat hasil positif di turnamen ini. Gio terlihat sangat sibuk mempersiapkan kebutuhan tim. Bahkan Hardi dipinta untuk membantu Gio.
Mereka berkumpul di sebuah ruangan untuk mendapat arahan dari pelatih mereka yaitu Dendi. Dia membaca data yang diberikan oleh Ryu dengan serius. Setelah selesai membacanya dia kemudian mulai berbicara.
"Oke...ini sangat membantu Yo…" ucap Dendi berkomentar.
"Tapi ada beberapa Player baru yang gue sendiri belum pernah berhadapan," ungkap Rio dengan serius.
"Salah satunya dari tim Thunderstorm ya?" tanya Heri mengikuti pembicaraan.
"Sejak gue keluar dari tim itu, gue gak pernah tau perubahan apa yang terjadi pada tim itu," ungkap Yoda yang duduk di sebelah Arif.
"Apapun strategi mereka, gue harap kalian akan selalu waspada," Dendi mengingatkan.
"Siap bang…" jawab mereka serentak.
"Tim kita besok akan bertanding melawan tim Dragon Squad," ucap Dendi sambil melihat data yang diberikan Rio.
"Itu bukannya tim yang sempat berhadapan dengan tim Thunderstorm?" tanya Mirhan sambil membuka video yang terhubung ke proyektor.
"Mereka yang diserang fans tim Thunderstorm sebelum bertanding," ungkap Yoda kembali teringat kenangan pahitnya saat masih di tim Thunderstorm.
"Padahal mereka sebelumnya sudah bermain sangat bagus untuk turnamen," Mirhan menjelaskan.
"Yang gue dengar sekarang mereka sudah memiliki beberapa Player baru," ucap Arif ikut berkomentar.
"Dia Adalah Maya dan Joe…" ucap Helena ikut berbicara. "Mereka awalnya hanya Player yang rangking mereka semakin naik…" tambahnya lagi menjelaskan.
"Belakangan ini Maya menjadi Player Support terbaik," ucap Rasya menambahkan.
__ADS_1
Sementara Hanna fokus melihat gaya permainan Maya yang memiliki nickname Angle. Dia bertekad ingin mengalahkan Maya yang disebut sebagai calon Ratu Dotha 2. Dia juga ingin membuktikan keberadaannya di tim ini bukan sekedar pelengkap.
"Gue bakalan bantuin lo," ucap Hanna sambil tersenyum. "Iyakan Ratu Dotha 2?" Helena lalu tersenyum pada Rasya.
"Ya jelas dong…" ucap Rasya mengiakan omongan Helena.
"Terus lo sendiri gimana Yo?" tanya Yoda pada Rio.
"Sebelumnya gue pernah battle dan main bareng Joe yang memiliki nickname SamuraiX," ucap Rio menanggapi pertanyaan Yoda. "Dia adalah Player yang bagus dalam bermain game," ungkap Rio dengan jujur.
"Terus apa lo yakin bisa ngalahin mereka?" tanya Mirhan penasaran.
"Di game Dotha 2 bukan hanya skill individu, tapi juga tim, kalau kita bermain dengan bagus, maka kita pasti bakalan bisa menang," jawaban Rio terlihat klise.
"Ah...gak seru lo…" ucap Arif menanggapi Rio. "Harusnya lo yakin kita pasti menang," tambahnya membakar semangat yang lain.
"Lo pada perbaiki dulu kesalahan lo pada waktu bermain melawan tim Blue Star, dan META yang gue kasih...pelajari lagi…" ucap Rio menasehati.
"Apa lo bakalan memainkan META lo sama Hanna seperti kemarin?" kali ini Heri yang bertanya pada Rio.
"Wah...seriusan?" tanya Mirhan penasaran.
"Pokoknya setelah ini...Helena bakalan menjadi Queen of Dotha 2 selanjutnya…" ucap Helena bersemangat.
"Lo pada cowok-cowok pasti pada kalah sama Hanna…" ucap Rasya sambil tersenyum.
Rio kemudian menyalakan rokok lalu menghisapnya dengan santai. Kalau Dia sudah mulai merokok lagi berarti dia sudah mulai berpikir keras. Dia kemudian berdiri dan menghampiri tempat duduk Mirhan.
"Gue punya rekaman Maya dan Joe, coba lo pada liat ini…" ucap Rio lalu mulai memutar video rekaman battle. "Ini adalah kebiasaan Maya dan Joe saat memulai match," ucap Rio memperlihatkan.
Disitu terlihat sekali hero Maya dan Joe berpisah untuk menaikkan level mereka. Emblem yang dipakai Maya adalah Speed dan Health, sedangkan yang dipakai oleh Joe adalah Power dan Attack. Setelah level mereka naik Joe akan menerobos ke tengah.
Dengan cepat dia bisa membunuh hero lawan dengan mudah. Power dan Attack Joe sangat berbahaya, bahkan setiap hero musuh yang berhadapan dengannya pasti mati. Sementara Maya terus support hero milik Joe sehingga musuh kesulitan melawan balik.
__ADS_1
"Pasangan yang luar biasa…" puji Helena mengomentari.
"Kalian harus hati-hati saat berhadapan dengan mereka berdua," ucap Rio memperingatkan pada anggota timnya. "Gue dan Hanna akan maju untuk menghadapi mereka," ucap Rio kemudian.
"Lo yakin Yo?" tanya Heri karena ragu pada Rio dan Hanna.
"Itulah yang saat ini kami pelajari agar bisa bertahan dengan META mereka," jawab Rio sambil merokok.
"Berarti darah hero lo harus super tebal dong untuk menghadapi? " tanya Arif ikut berdiskusi.
"Skill hero gue ditambah skill Hanna pasti bisa, pergerakan hero mereka hanya terlihat tidak ada kelemahan," Rio mulai menjelaskan. "Untuk kalian selain gue Hati-hati dengan ketua tim mereka, sebab dia juga memiliki skill yang gak bisa diremehkan…" tambahnya lagi.
"Tenang bro...kami juga sudah mempersiapkan segalanya," jawab Arif dengan santai.
"Yang gue takutkan hanya kesalahan yang seharusnya gak perlu," ungkap Heri dengan serius. "Ingat tim musuh terkenal dengan permainannya yang rapi, itu sebabnya mereka bisa menembus sampai final melawan tim Thunderstorm," ucapnya menambahkan.
"Ini META untuk kalian…" ucap Dendi memberikan sebuah META buat Heri, Mirhan, dan Arif. "Sementara buat Rio dan Hanna, mereka sudah memiliki META tersendiri," tambah pelatih menjelaskan.
"Jadi andalan kita di battle kali ini adalah Rio dan Hanna ya?" tanya Mirhan setelah membaca META yang diserahkan oleh Dendi.
"Sepertinya bakalan seru nih…" ucap Arif bersemangat.
"Ini yang gue suka," ucap Heri tidak sabar.
"Oke Rasya dan Yoda, kalian bersiap-siap dengan mempelajari META ini, takutnya ada yang ngilang sebelum battle," ucap Dendi sengaja menyindir Rio. Sementara Rio hanya tersenyum mendapat sindiran dari pelatih tim mereka.
"Siap bang…" Yoda sambil tersenyum.
"Iya bang…" ucap Rasya terlihat senang.
Setelah Itu mereka menutup rapat tim kali ini. Mereka kemudian berpisah ke tempat mereka bersantai masing. Rio seperti biasa kembali melihat rekaman battle calon lawannya. Dia masih berusaha mencari ide agar benar-benar bisa menghadapi META musuhnya.
Hanna juga ada disana dengan serius menemani Rio. Dia melihat cara bermain Maya yang terlihat melindungi Joe. Di saat momen tertentu dia melihat ada kelemahan di pasangan itu. Dia kemudian berbisik pada Rio dengan serius. Rio kemudian tersenyum puas mendengar apa yang diberitahukan Hanna.
__ADS_1
"Ini yang kita cari…" ucap Rio bersemangat.
Bersambung...