Game Lover

Game Lover
Bab 41 Harapan untuk Rio


__ADS_3

Now Loading...


Hanna berlari dengan terburu-buru menyusuri lorong rumah sakit. Dia terlihat sangat khawatir dengan keadaan calon suaminya. Dia akhirnya sampai juga di depan pintu ruangan UGD.


"Coba lo pada jelasin...kenapa sampai seperti ini?" tanya Hanna pada Heri, Mirhan, Rasya, Yoda, Gio, Hardi, Helena, dan pelatih mereka yaitu Dendi. 


"Semuanya salah gue…" jawab Mirhan yang terduduk lesu. "Gue yang ngajakin Rio ke taman malem-malem…" lanjutnya. 


Sementara Hanna terkejut melihat seorang cewek ada disana. "Lo siapa?..." tanya Hanna. 


"Nama gue Erika," jawab cewek itu pelan karena takut terjadi apa-apa pada Rio. 


"Sekarang lo liat...gara-gara nyelamatin lo...temen gue harus terbaring di UGD…" ucap Heri memarahi Erika. 


"Her…sudah…" ucap Mirhan mulai berbicara lagi. "Dia gak salah sama sekali...pada saat itu memang kami sendiri yang berinisiatif buat nolongin dia…" terlihat sekali Mirhan berusaha membela Erika. 


"Sayang...sudah…" ucap Helena menenangkan pacarnya. 


"Lusa kita harus bertanding...sementara saat ini kita gak tau...Rio bisa bermain atau gak…" ucap Heri yang lebih mengkhawatirkan tim Shark Station saat ini. 


"Kalian ikut turnamen Dotha 2 juga?" tanya Erika kemudian. 


"Iya…" jawab Yoda. "Bentar...lo Erika salah satu player dari tim Blue Lion kan?" tanyanya kemudian karena baru menyadari sesuatu. 


"Bagus bener ya?...kalau salah satu player andalan kami mengalami masalah, maka tim Blue Lion bisa dengan mudah melaju ke babak selanjutnya," Heri kembali mengeluarkan kata-kata yang terkesan menyindir. 


"Sudah Her…" ucap Hanna menengahi. "Mending sekarang yang kita pikirin keadaan Rio, bukan ngurusin yang lain dulu…" ucapnya yang masih memikirkan keadaan Rio saat ini. 


"Erika, mending untuk saat ini lo lebih baik kembali dulu ke tim Blue Lion," ucap Gio pada Erika menasehati. "Sebab mereka pasti nyariin lo sekarang…" Gio saat ini terkesan lebih bijak mengambil sikap. 


"Tapi gimana dengan keadaan teman kalian?" Erika terdengar tidak menerima nasehat Gio. 

__ADS_1


"Sudah...lo gak perlu khawatir, kejadian malam ini murni karena Rio yang gak hati-hati...jadi mending lo pulang dan jangan jadiin kejadian malam ini beban untuk lo tanding dengan tim kami…" Gio kembali memberikan nasehat yang cukup membuat Erika mengerti. 


"Oke...gue akan pulang…" ucap Erika kemudian. 


"Mir...tolong lo pesen taksi online buat nganterin dia ke tempat latihan timnya, bisa?" tanya Gio pada Mirhan.


"Oke…" jawab Mirhan lalu menemani Erika keluar dari tempat itu. 


Heri masih terlihat tidak senang dengan Erika. Dia beranggapan kalau bukan karena Erika, Rio tidak akan menerima kejadian seperti ini. Sementara temannya yang lain tertunduk khawatir dan berdoa agar Rio baik-baik saja. 


Hanna lalu menghampiri Rasya lalu memeluknya menumpahkan kesedihannya saat ini. Dia sangat terpukul atas apa yang menimpa pada tunangannya. Rasya sangat mengerti keadaan Hanna sekarang. Cewek mana yang tidak sedih menghadapi pacarnya yang sedang berjuang di ruang UGD. 


"Lo gak perlu takut...Rio bukan orang yang kalah gitu aja dengan hal seperti ini…" ucap Rasya sambil memeluk Hanna dengan lembut. "Calon suami lo itu adalah cowok yang kuat…" ucapnya lagi berusaha menenangkan Hanna. 


"Tapi gue sayang banget sama dia...walaupun kami belakangan ini banyak berantem, tapi entah kenapa gue senang saat berada di samping dia…" ucap Hanna menangis tersedu-sedu di pelukan Rasya. 


"Iya gue tau Na…" Rasya mencoba mengajak Hanna duduk. 


"Sorry banget gue telat bro...gue harus nitipin anak gue sama neneknya dulu…" ucap Arif menjelaskan. 


"Iya gak apa-apa…" ucap Gio memaklumi keadaan Arif. 


"Gimana bisa dia ditusuk orang Yo?" tanya mbak Manda pada Gio. 


"Kami diajak Mirhan buat jalan-jalan ke taman dekat siring...kemudian kami mendengar ada cewek berteriak...Gue, Rio, Mirhan, dan Hardi langsung berinisiatif buat nyamperin…" ucap Gio bercerita. "Terus kami melihat ada tiga orang cowok sedang ingin melakukan sesuatu pada seorang cewek, kami langsung menolong cewek itu, saat Mirhan dan cewek itu ingin ditusuk, Rio langsung melompat menghadang tusukan pisau dari salah seorang cowok, akhirnya Rio terkapar di taman," Gio menjelaskan secara rinci kronologi kejadiannya. 


"Terus keadaan Rio gimana sekarang?" tanya mbak Manda khawatir. 


"Dia sedang ditangani dokter…" jawab Gio sambil melirik pintu UGD. "Kita berdoa saja semoga dia baik-baik saja," tambahnya.


"Sialan!..." ucap Hardi yang ada di sana dengan kesal. "Harusnya gue bisa ngebantu bang Rio…" 

__ADS_1


"Gak ada yang salah dalam kejadian ini," ucap Dendi menenangkan Hardi. "Ini hanya musibah…"


Hardi adalah fans dari Rio yang diberi kesempatan untuk bekerja dengan tim Shark Station. Itu sebabnya dia merasa kesal karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk Rio saat itu. Sampai sekarang dia sangat menghormati seluruh anggota tim Shark Station.


"Terus bagaimana dengan battle kita selanjutnya?" tanya Arif pada pelatih. 


"Kita lihat keadaan Rio dulu...kalau sudah lewat masa kritisnya, maka kita terpaksa bermain tanpa ada Rio dalam tim…" jawab Dendi dengan amat terpaksa. 


"Berarti yang bermain antara Rasya atau Yoda ya?" tanya Heri sambil berpikir. 


"Mohon maaf teman-teman untuk battle selanjutnya sepertinya gue gak akan ikut…" ucap Hanna pada mereka. 


"Kenapa Na?..." tanya Rasya bingung. 


"Gue pengen menemani Rio di rumah sakit…" jawab Hanna dengan mata yang memerah karena baru saja menangis. "Dan lagi gue gak akan mampu buat bertanding...dalam keadaan gue yang masih mikirin Rio…" tambahnya.


"Lo dengar Na…" ucap Helena kemudian mulai bersuara. "Selama ini Rio bertandi dalam setiap turnamen Dotha 2 Nasional maupun internasional, dalam keadaan dia yang selalu memikirkan ayahnya yang terbaring di rumah sakit, dan adiknya yang butuh biaya buat sekolah…" ucapnya menjelaskan. "Dia bisa bermain dengan bagus dan selalu menjadi MVP dalam beberapa battle penting...masa lo gak bisa seperti dia…" ucap Helena berusaha memompa semangat Hanna.


"Itu karena dia memang player terbaik dibandingkan dengan gue…" Hanna menatap Helena dengan sayu. 


"Lo juga player terbaik...buktinya lo mampu berdiri sejajar dengan dia di tim ini…" kali ini Heri yang biasanya tidak pernah memuji orang lain, juga ikut memuji Hanna untuk semangat. 


"Apakah gue bisa?" Hanna menanyakan tentang kemampuannya. 


"Tentu aja lo bisa…karena lo adalah murid dari kami," ucap Rasya tersenyum, begitu juga Helena.


Akhirnya pintu UGD terbuka, seorang dokter serta perawat keluar dari ruangan itu. Semuanya langsung menemui dokter untuk menanyakan keadaan Rio saat ini. Hanna langsung memulai bertanya pada dokter. 


"Bagaimana keadaan Rio dok?..." tanya Hanna dengan penuh harap. 


"Dia sudah melewati masa kritisnya, saat ini dia butuh waktu untuk beristirahat...tapi selama beberapa hari ini, dia tidak bisa melakukan aktivitas biasanya…" ucap Dokter menjelaskan. "Tapi itu tidak akan lama hanya sekitar satu minggu…baru dia bisa pulang..." ucap dokter menjelaskan. 

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2