Game Lover

Game Lover
Bab. 30 Peresmian Gedung Tim Shark Station


__ADS_3

Now Loading… 


Tidak perlu waktu lama buat Mirhan meminta ayahnya membuat tempat pelatihan tim Shark Station. Selain karena dia anak orang kaya di Indonesia, juga karena Ranger perusahaan milik ayahnya Mirhan menjadikan tim Shark Station sebagai Brand Ambassador. Tim ini sudah mulai mengambil seseorang untuk menjadi manajer mereka. 


Dia adalah Giovani, salah satu sahabat dari Mirhan. Dia yang bertugas menentukan jadwal mereka berlatih tanding dengan beberapa tim-tim esport. Mirhan mengajak Gio yang baru saja keluar dari rumah sakit karena kecelakaan. Gio sudah pasti sangat membutuhkan penghasilan.


Selain itu mereka mengambil Dendi Gunawan sebagai pelatih tim mereka. Rio sudah lama mengenal Dendi, sejak tim Shark Station dibuat. Dendi adalah pelatih yang membuat tim Shark Station saat itu menjadi juara.


Hari ini adalah peresmian gedung latihan tim Shark Station. Anggota tim dan para undangan sudah berkumpul disana untuk peresmian. Rio, Hanna, Heri, Mirhan, dan Arif memakai memakai kaos tim bertuliskan tim Shark Station.


"Selamat ya Rio," ucap mbak Manda menyalami dan mencium pipi kiri kanan Rio. 


"Makasih mbak…" Rio menanggapi dengan ramah. 


"Tolong jagain Arif ya?...jangan sampai dia ganjen sama cewek lain…" pinta mbak Manda pada Rio. 


"Apaan sih yang?" tanggap Arif terlihat malu. 


"Siap mbak…" jawab Rio sambil tersenyum. 


"Wah…selamat Rio…" ucap Erwin menyalami Rio yang juga datang bersama anggota timnya.


"Terima kasih bro…" ucap Rio sambil bersalaman dengan Erwin. 


"Dia bukannya bang Dendi?" tanya Erwin saat melihat Dendi sedang ngobrol dengan Mirhan, Heri, dan Arif. 


"Iya…" jawab Rio sambil tersenyum. "Hari ini bang Dendi bakalan gabung menjadi pelatih tim Shark Station," ucapnya menambahkan. 


"Lo seriusan?" tanya Erwin bersemangat. "Wah turnamen Dotha 2 tahun ini bakalan seru banget dong…karena kembalinya Pro Player dan pelatih hebat," tambahnya lagi. 


"Tim kami saat ini seperti bayi yang baru lahir, masih banyak yang harus dibenahi…" ucap Rio menjelaskan. "Ayo kita gabung sama mereka," ajaknya pada Erwin. 


Sementara anggota tim Blue Star terpukau dengan tempat latihan tim Shark Station. Disana disediakan komputer dengan kualitas tercanggih untuk berlatih. Ada juga tempat untuk battle persahabatan. 


Mereka juga menyediakan dokter untuk memeriksa kesehatan pemain. Ada ruang untuk bersantai saat mereka selesai latihan. Tempat rapat dengan proyektor agar bisa mengevaluasi hasil match dan rekaman pertandingan calon lawan mereka. 


pak Meriady memang tidak tanggung dalam urusan pembuatan gedung berlatih. Ketika anaknya meminta dana buat membeli sebuah gedung khusus tim Shark Station, ayahnya langsung menyanggupi. Ini membuat pak Meriady lah pemilik dari tim Shark Station saat ini. 

__ADS_1


"Gue seneng lo kembali berkompetisi di turnamen Dotha 2 tahun ini di tim Shark Station, tim pertama lo," ucap Dendi sambil menyalami Rio. 


"Begitu banyak kenangan gue dengan tim ini," ucap Rio menerima salaman tangan dari Dendi. "Terima kasih bang, karena bang Dendi mau menjadi pelatih tim kami lagi…" ucap Rio dengan tulus. 


"Sama seperti lo, gue juga dibesarkan oleh tim Shark Station, jadi gue pengen kembali ke rumah gue lagi…" jawab Dendi sambil tersenyum. 


Mereka bukan seperti pelatih dan Player, tapi lebih tepat seperti seorang sahabat. Selamat di tim Thunderstorm Rio banyak berdiskusi dengan Dendi untuk turnamen mereka. Mereka bisa dibilang sebagai orang-orang jenius dalam game Dotha 2.


"Rio," panggil Gio pada Rio. 


"Iya ada Gi?" tanya Rio menghampiri Gio. 


"Hari ini kita akan memperkenalkan pelatih dan pemain baru untuk tim Shark Station," ucap Gio menjelaskan dengan rinci. 


"Bentar...pemain baru?" tanya Rio dengan terkejut. "Siapa lagi yang bakalan gabung?" tanya Rio penasaran. 


"Emang Mirhan gak cerita sama lo?" tanya Gio cukup terkejut. 


"Soal ini...lo gak perlu tau dulu," jawab Mirhan kemudian memotong pembicaraan mereka. 


"Ini adalah kejutan buat lo," ucap Heri. "Gak asik kalau lo tau lebih dulu…" tambahnya dengan wajah tanpa ekspresi.


"Kenapa Yo?...pengen punya anak juga?" tanya Dendi saat mendapati Rio sedang memperhatikan keluarga Arif. 


"Apaan sih bang?..." Rio menanggapi pertanyaan bang Dendi. 


"Kalau Rio sebentar lagi juga bakalan nyusul Arif bang," ucap Mirhan sambil nyengir.


"Tuh calon istri Rio sudah datang…" ucap Heri sambil menunjuk Hanna yang baru saja bergabung bersama mereka. 


"Oh...cantik juga…" ucap Dendi saat melihat Hanna. "Ternyata lo pintar juga ya cari cewek…" pujinya sambil meletakkan tangannya ke bahu Rio. 


"Wah...ada apa nih?" tanya Hanna sambil tersenyum Hanna memakai kaos tim Shark Station dengan rambut yang terurai panjang. Dia memakai celana jeans berwarna biru dan sepatu ket cewek berwarna putih. 


"Enggak...lagi omongin orang yang pengen cepet punya anak aja," ucap Dendi sambil tersenyum. 


"Siapa bang?" tanya Hanna penasaran. 

__ADS_1


"Kapten tim Shark Station," jawab Mirhan lalu tersenyum. 


"Cie yang pengen tunangan…" ucap Arif nyeletuk. 


"Apaan sih lo pada?" terlihat sekali wajah Rio saat ini memerah karena malu. 


"Selamat ya Yo...kok lo gak cerita bakalan tunangan?" tanya Gio menghampiri Rio. 


Setelah itu semua wartawan mengerumuni Rio dan Hanna. Para wartawan mewawancarai mengenai berita itu. Rio dan Hanna terpaksa mengiyakan. 


"Sial...kok jadi gini sih?" itulah suara hati Rio saat ini. 


"Sudah…sudah…berikan Rio istirahat sebentar…kasian dari tadi bengong ngelihatin hal-hal aneh ini..." Arif menengahi. Mirhan, Hanna, dan Heri hanya menahan ketawa saat mereka teringat akan kejadian waktu SMA.


Para wartawan baru berhenti menanyai mereka setelah Gio meminta mereka ke belakang panggung. Mereka disana memasang mic di kaos mereka. Disana Pun mereka tidak bertemu Player baru untuk tim Shark Station.


"Kenapa gak ada yang bilang ke gue tentang anggota baru?" disana Rio sempet ngomel kepada timnya. 


"Anggota baru? Emang ada?" Arif juga terkejut. 


"Gue sih bodo amat ada anggota baru atau gak, asal mereka gak ngerepotin tim aja," jawab Heri dengan ketus. 


"Gue sendiri gak tahu menahu soal itu, tapi lo kan ketua tim, kok malah lo yang gak tau kalau ada anggota baru?" Hanna malah balik memarahi Rio. 


"Justru gue nanya Nyet…" jawab Rio pada Hanna. 


"Siapa yang lo bilang Monyet?" tanya Hanna sambil menatap Rio dengan tajam. 


"Lo berdua bisa gak sih jangan ribut disini?" kali ini Heri memarahi mereka berdua. "Kalau mau ribut entar di kamar aja," ucap Heri seolah mendoakan Rio dan Hanna akan menikah. 


"Menikah dengan dia?" tanya Rio sambil menunjuk Hanna. "Ogah…" 


"Gue juga gak mau menikah dengan lo...dasar Jin Botol…" Hanna menanggapi ucapan Rio dengan kesal. 


"Tim Shark Station masuk…" ucap staf di belakang panggung. 


Mereka langsung masuk ke panggung sambil membawa kaos. Rio dan Hanna langsung memperlihatkan kedekatan mereka di atas panggung. Tidak ada yang tau tentang pertengkaran mereka berdua di belakang panggung. 

__ADS_1


Bersambung… 


__ADS_2