Game Lover

Game Lover
Bab. 31 Bertemu Mantan Pacar


__ADS_3

Note Seryu Nagami :


Halo teman-teman pembaca novel Game Lover. Terima kasih banyak sudah membaca sampai 30 Bab atau 30 epi. Jujur kalau bukan karena kalian yang menyemangati, mungkin saat ini Ryu males buat nulis. 


Mohon maaf kalau penulisan di bab ini kurang sempurnah dan banyak kekurangan, karena Ryu hari ini sedang sakit demam. Ryu terus berusaha tetap menulis agar teman-teman tetap terhibur membaca novel Game Lover. Maaf juga novel Aku Bukan Diriku updatenya lama, soalnya mau menyiapkan ending yang bagus soalnya bakalan tamat. 


Mohon doanya ya teman-teman semoga Ryu cepat sembuh dari demam dan bisa terus semangat membuat novel Game Lover. Meski belum masuk kontrak. Gak masalah juga sih, karena goal Ryu bukan berapa banyak kita menghasilkan uang, tapi berapa banyak orang yang suka dengan tulisan Ryu. 


Segitu aja ya kata sambutan dari Ryu untuk 30 bab atau 30 epi yang sudah dilewati. Sekarang kita masuk ke bab selanjutnya. Selamat membaca. 


Now Loading… 


Rio, Hanna, Mirhan, Arif, dan Heri sudah menaiki panggung. Mereka menyapa fans dan undangan yang hadir. Para fans berteriak dengan lantang saat nama-nama anggota tim Shark Station dipanggil satu-persatu 


"Inilah pelatih yang akan melatih tim Shark Station, tepuk tangan yang meriah kepada Dendi Gunawan…" seru host bersemangat.


"Dendi welcome back!..." teriak fans riuh. 


"Halo…" Dendi menyapa sambil tersenyum ramah.


"Dan inilah anggota baru tim Shark Station, yaitu Yoda Pratama dengan nickname Cyclone19," Rio terkejut saat mendengar nama Yoda dipanggil. "Dan satu lagi cewek di tim ini yaitu Rasya Magdalena dengan nickname Tifa7," ini kedua kalinya Rio terkejut. 


Yoda tersenyum sembingah keluar dari balik panggung. Rio menghampiri Yoda sambil tersenyum bahagia lalu dia memeluk sahabatnya itu. Dia sangat senang Yoda ikut gabung ke tim Shark Station.


Kemudian Rasya keluar dari balik panggung yang sama dengan Yoda. Rasya tersenyum menyapa seluruh penonton. Dia adalah salah satu Player yang dijuluki sebagai Queen of Dotha 2. Heri, Mirhan, dan Arif lalu menyalami Rasya. Dia langsung memeluk Rio karena dia adalah mantan pacara Rio waktu SMA. 


Rio sangat senang karena teman-temannya yang menemaninya bermain game Dotha 2 dulu menjadi timnya. Dia penasaran siapa yang mengajak mereka bergabung di tim ini. Bahkan dia tidak pernah bertemu dengan Yoda setelah dia keluar dari tim Thunderstorm. Sedangkan Rasya terakhir dia bertemu saat Rasya memutuskan akan pergi ke luar negeri. Rasya adalah cewek yang mengajarkan Rio bermain gamr Dotha 2 saat mereka bermain di Warnet.


"Lo kenapa gak cerita waktu kemarin nelpon gue?" tanya Rio pada Rasya. 


"Gue emang sengaja pengen ngasih kejutan buat lo…" jawab Rasya sambil tersenyum. "Gimana?...kaget gak?..." tanyanya kemudian sambil tersenyum. 


Sementara Hanna seperti kurang senang melihat kedekatan Rasya dan Rio. "Siapa dia Her?" tanya Hanna pada Heri. 

__ADS_1


"Dia Rasya, mantan Rio waktu SMA," jawab Heri singkat. 


"Dia Pro Player Dotha dua juga?" tanya Hanna dengan sinis. 


"Dia yang mengajarkan Rio bermain game Dotha dua," jawab Heri dengan santai. "Lo cemburu sama Rasya?" tanya Heri pada Hanna. 


"Cemburu?...siapa yang cemburu?..." Hanna berusaha menyangkal tapi sangat terlihat dia sedang cemburu. 


"Mending kalau lo suka...bilang…" saran Heri pada Hanna. "Jangan sampai lo menyesal, karena gak sempet untuk ngungkapin saat lo gak bersamanya lagi," tambahnya lagi. 


Hanna sadar kemampuannya dalam bermain game Dotha 2 masih belum bisa dibilang jago. Itulah yang membuat dia menerima kalau nantinya dia akan digantikan oleh Rasya. Entah mengapa perasaannya saat ini sakit saat tau Rasya mantan pacar Rio. 


Dia tetap berusaha santai memperhatikan kedekatan mereka berdua. Dia terlihat tidak banyak bicara kali ini. Mbak Manda yang dari tadi memperhatikan Hanna mulai mendekatinya. 


"Lo kenapa Na?" tanya mbak Manda. 


"Gak apa-apa kok mbak…" jawab Hanna berusaha menutupi perasaannya. 


"Mbak cewek, jadi mbak tau apa yang sedang lo rasain sekarang," ucap mbak Manda sambil tersenyum. 


"Di saat ini yang Rio butuhin itu lo,  bukan yang lain," ucap mbak Manda sambil tersenyum. 


"Maksud mbak apa?" tanya Hanna terlihat tidak mengerti. 


"Mbak sangat mengenal Rio, dia gak pernah bicarain cewek ke mbak sebelumnya, tapi belakangan ini dia lebih sering bicarain tentang lo sama mbak…" ungkap mbak Manda sambil tersenyum. 


Sementara itu Rio dan Rasya sedang asyik ngobrol. Mereka membicarakan mengenai kenangan mereka berdua. Rasya memakai kaos tim Shark Station untuk anggota tim. 


"Jadi apa kabar lo sekarang?" tanya Rasya pada Rio.


"Seperti yang lo liat…" jawab Rio santai. 


"Selamat ya udah jadian dengan Hanna," ucap Rasya sambil menyalami Rio. 

__ADS_1


"Terima kasih…" jawab Rio.


"Lho kok kayak gitu?" tanya Rasya bingung. 


"Kenapa?" tanya Rio.


"Kayaknya lo gak seneng…" ucap Rasya menebak. 


"Gak seneng gimana?" tanya Rio. "Gue seneng kok," ucap Rio menambahkan.


"Gak apa-apa…" ucap Rasya sambil tersenyum. 


"Siapa yang ngajakin lo gabung tim Shark Station?" tanya Rio berusaha mengalihkan pembicaraan. 


"Kemaren gue dikontak bang Dendi, katanya tim Shark Station membutuhkan anggota, dia juga cerita kalau lo juga di tim itu," ucap Rasya menjelaskan. 


"Oh...jadi gitu," Rio baru ngerti. 


"Tapi kata bang Dendi, gue gabung tim ini hanya buat pengganti dan menemani anggota tim berlatih," Rasya kembali menjelaskan. 


"Bagus deh kalau gitu," ucap Rio menanggapi. 


Rasya sebenarnya menyadari kalau selama dia ngobrol dengan Rio, Hanna memperhatikan mereka. Dia sengaja mendekati Rio agar melihat reaksi Hanna. Dia tersenyum setelah menyadari Hanna cemburu padanya dan Rio. 


"Gimana bisa lo kepilih jadi ketua tim Shark Station?" tanya Rasya kemudian. "Apa dengan melempar dadu?" tanyanya lagi sambil mengingatkan masa SMA mereka memilih calon ketua OSIS.


"Score yang tertinggi di game Bomber Robot," jawab Rio dengan santai. 


"Sesimple itu buat pemilihan ketua tim?" tanya Rasya sambil geleng-geleng.


"Siapapun ketuanya gak masalah, yang penting mereka bisa serius berkembang di tim," ucap Rio sambil melihat isi handphonenya. 


Setelah acara berakhir Rio seperti biasa mengantarkan Hanna pulang dengan mobilnya. Tidak seperti biasa mereka yang selalu ribut di jalan, kini saling diam. Hanna hanya membuka handphonenya untuk melihat rekaman video saat Helena bermain bersama tim Shark Station.

__ADS_1


Sesampainya di rumah pun Hanna langsung keluar dari mobil Rio. Dia mengacuhkan Rio yang mencoba mengajaknya berbicara. Rio sendiri tidak mengerti mengapa Hanna sikapnya berubah saat ini. 


Bersambung… 


__ADS_2