Game Lover

Game Lover
Bab. 20 Battle Antara Hanna dan Rio Dimulai


__ADS_3

Now Loading


Akhirnya hari launching game Shooter of War sudah tiba. Meski ini adalah acara yang hanya melibatkan Rio, Hanna, Mirhan. Mereka juga meminta Heri dan Arif datang sebagai undangan. 


Saat ini Rio, Hanna, dan Mirhan sudah menunggu di belakang panggung untuk bersiap. Mereka memakai kaos khusus dari Megawave berlogo Shooter of War. Orang-orang yang diundang kali ini mulai dari Youtuber sampai gamer. Acara ini bukan acara yang tertutup untuk umum, jadi banyak sekali fans mereka berdua yang datang. 


Hari ini juga sekalian memperkenalkan tim esport Shark Station. Ini sudah diberitahukan oleh ayahnya Mirhan selaku pemasang iklan untuk tim ini. Itu sebabnya Heri dan Arif juga diundang ke acara ini. 


"Baiklah mari kita sambut Brand Ambassador dari Shooter of War, SuperSonic dan Atena21!..." ucap host dari launching game Shooter of War. 


"Atena21 cantik!..." seru fans dari Hanna. 


"SuperSonic semangat!..." seru fans dari Rio. 


Setelah dipanggil oleh host, pintu panggung yang di belakang terbuka. Keluarlah Rio dan Hanna dari sana mereka membawa masing-masing dua plastik yang berisi kaos dari Shooter of War sambil memegang mic. Tepuk tangan sangat riuh saat mereka berjalan menuju ke ujung panggung. 


"Halo semuanya!..." sapa Rio bersemangat. 


"Halo SuperSonic!..." jawab penonton beriringan. 


Hanna tidak mau kalah, dia juga menyapa fansnya, "Halo!…teman-teman!..." seru Hanna menyapa dengan ramah. 


"Halo Atena cantik!..." jawab penonton bersemangat. 


"Jadi seperti yang sudah direncanakan, hari ini kita akan mabar atau main bareng game Shooter of War," ucap Rio menjelaskan. 


"Benar sekali Sonic...dan yang beruntung main bareng kami adalah kalian yang memegang tiket undian yang diberikan saat masuk tadi…" ucap Hanna menjelaskan. "Gue harap hari ini Sonic jangan menangis karena gue kalahin…" Hanna sengaja mengejek Rio sambil tersenyum. 


"Sorry ya bu…tapi gue udah lumayan jago sekarang," ucap Rio menanggapi ejekan Hanna sambil tersenyum. 


"Jadi!...apakah kalian siap mabar bareng kami!..." Hanna bertanya dengan suaranya yang keras pada penonton. 


"Siap!..." terdengar suara riuh dari penonton yang terlihat sudah tidak sabar. 


"Bentar dulu Atena," ucap Rio pada Hanna. "Kita perlu memberikan yang di tangan kita dulu…" ucapnya sambil memperlihatkan dua plastik yang berisi kaos di tangannya. 


"Oh iya...bener juga…" tanggap Hanna pura-pura lupa. "Jadi siapa nih yang pengen ini dari Atena?" Hanna bertanya sambil mengibas-ngibaskan plastiknya. 

__ADS_1


Penonton menjadi lebih riuh dari sebelumnya. Rio dan Hanna berkeliling panggung untuk mencari siapa yang beruntung di antara penonton. Mereka akhirnya menunjuk beberapa penonton dua cowok dan dua orang cewek. 


Mereka berempat terlihat sangat senang bisa bertemu dengan Rio dan Hanna. "Nama lo siapa?" tanya Rio sambil mengacungkan mic pada kedua cewek itu. 


"Dinda kak," jawab cewek berambut panjang memakai kaos berwarna putih. Dia terlihat seperti anak SMA karena wajahnya masih imut. 


"Asih...kak…" jawab cewek yang satunya lagi. Berambut pendek sebahu dengan tubuh agak berisi. Dia kemungkinan seumuran dengan Dinda. 


"Kalau nama kalian siapa?" tanya Hanna sambil mengacungkan mic pada kedua cowok yang dia pilih. 


"Rudy...kak," jawab cowok bertubuh tinggi. 


"Hendry...kak," jawab mereka berdua. 


"Kalian mulai jam berapa kesini?" tanya Rio pada mereka semua. 


"Dari tadi pagi jam tujuh kak…"jawab Dinda. 


"Sama dari pagi juga kak…" jawan Rudy. 


"Baru aja nyampe kak…" jawab Hendry. 


"Diantara kalian dukung gue atau dukung SuperSonic?" Hanna bertanya iseng pada mereka.


"SuperSonic...lah…" jawab Hendry bersemangat. Hanna cemberut mendengar jawaban itu. 


"Yes…" ucap Rio sangat senang mendengar jawaban itu. 


"Atena21, karena kakak cantik," jawab Dinda sambil tersenyum. 


"Makasih Dinda...lo juga cantik kok," ucap Hanna menanggapi jawaban Dinda sambil tersenyum. 


"Atena21 dong...soalnya SuperSonic mainnya cupu…" jawab Rudy, mendengar jawaban itu semua penonton tertawa. 


"Kak SuperSonic...orangnya baik dan lucu…" jawab Asih sambil melirik Rio. 


Kemudian Hanna dan Rio membagikan kaos itu pada mereka. Sebelumnya kaos itu sudah ditandatangani oleh Hanna dan Rio. Mereka mengajak Rio dan Hanna berfoto selfie sebelum mereka turun. 

__ADS_1


Setelah itu mereka melanjutkan ke acara selanjutnya. Ini adalah acara yang ditunggu yaitu battle antara Rio dan Hanna bermain game Shooter of War. Sebelumnya mereka harus mengambil nomor undian siapa yang akan bermain bersama mereka di battle ini. 


Mirhan kemudian naik ke atas panggung untuk memberitahukan sesuatu pada host dengan berbisik. Sekilas terlihat host mengangguk tanda mengerti. Hanna dan Rio sendiri tidak tahu apa yang Mirhan bicarakan pada host. 


"Ternyata ada informasi tambahan," ucap host setelah Mirhan kembali ke belakang panggung. "Siapapun yang mendapat undian selain bisa bermain dengan Atena21 dan SuperSonic, mereka berhak mendapatkan koin sebanyak seribu koin untuk membeli skin dan senjata untuk bermain pada hari ini," mendengar penjelasan dari host semua penonton Riuh bertepuk tangan. "Oke Atena21 dan SuperSonic silahkan mengambil nomor undian untuk memilih partner tim kalian," ucap host mempersilahkan. 


Akhirnya Rio mendapat partner timnya yaitu dua orang cewek dan dua orang cowok, sedangkan Hanna satu cewek dan tiga orang cowok. Rio dan Hanna berbicara dengan serius pada timnya masing-masing. Mereka sudah menentukan strategi khusus untuk battle kali ini. 


Pertandingan berjalan dengan seru diantara mereka berdua. Tim dari Rio dan Hanna sama-sama jago dalam bermain game FPS. Mereka memakai strategi yang sangat efektif dalam battle kali ini. 


Meski awalnya Rio cukup kewalahan menghadapi Helena, tapi dia berhasil membalikkan keadaan. Ternyata tim dari Rio bukanlah gamer yang biasa-biasa saja. Mereka semua adalah subscriber dari Rio dan Hanna. Mereka sering melihat live streaming Rio dan Hanna dalam memainkan game ini. 


Saat ini battle antara Rio dan Hanna menyisakan score penentuan. Saat ini score yang masih memimpin adalah Hanna 30 dan Rio 25. Tim dari Rio masih fokus untuk mengejar ketertinggalan score dari tim Hanna. 


"Santai...tetap fokus…" ucap Rio memberikan arahan. 


"Siap bang…" jawab salah seorang dari mereka. 


Rio mempersiapkan senjata untuk menghadapi Hanna. Dia masih mencari-cari posisi Hanna bersembunyi. Dengan sabar dia terus menunggu sampai Hanna menembak. 


"Kak...ada yang menembak dengan Sniper di gedung lonceng…" ucap seorang cewek dari tim Rio. 


"Good job girl…" puji Rio pada cewek itu dengan tersenyum. "Kali ini lo gak bakalan lepas dari gue…" uceh Rio kemudian. 


Dia sekarang mengendap ke area gedung yang disebutkan oleh timnya. Dia kemudian sadar bahwa Hanna akan menyadari kedatangannya disana. Dia langsung mengganti senjatanya dengan sniper. Dia berharap bisa melawan Hanna dengan sniper juga. 


Sampailah Rio di sebuah gedung yang tidak terlalu tinggi. Dia mencari jendela untuk mengawasi Hanna dari sana. Cukup lama dia mencari posisi Hanna camping. 


Sementara Hanna saat ini sedang mengawasi area jalan. Dia terkejut saat melihat salah satu anggota timnya yang di bawah terbunuh. Sebelum Hanna berhasil mencari siapa yang membunuh anggota timnya, dia berhasil tertembak oleh sniper. 


"Sial!..." seru Hanna dengan kesal. 


Rio tersenyum puas berhasil mengeliminasi Hanna. Rio terus berusaha mencari tim Hanna yang lainnya untuk ditembak. Dia sendiri tidak sadar bahwa waktu battle hampir habis. Saat dia akan menembak anggota tim Hanna, akhirnya waktu mereka battle pun berakhir. 


Host mengumumkan tim siapakah yang menang, "Yah pemenangnya adalah tim…"


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2