
Now Loading...
"Woi!...lo pada mau ngapain!..." teriak Rio sambil berlari ke arah cowok-cowok yang mengelili cewek itu.
Rio dengan gagahnya langsung menendang salah satu cowok sehingga terjatuh ke tanah. Begitu juga dengan Gio yang menghajar cowok yang satunya. Mirhan dengan sigap berhasil memukul cowok yang lain dibantu oleh Hardi.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Mirhan pada cewek itu.
Rio berhasil membuat salah satu dari cowok itu terdesak. Begitu juga dengan Gio yang terlihat berhasil membuat lawannya tersungkur. Sementar mereka tidak sadar bahwa salah satu dari cowok itu ada yang mengeluarkan pisau lipat.
Cowok itu bergegas ingin menusuk Mirhan yang dari tadi menenangkan cewek itu. Untungnya Rio melihat apa yang sedang direncanakan oleh cowok itu. Rio langsung berlari mencoba menghalangi tepat saat cowok itu mengayunkan pisau lipat ke depan.
Sontak saja Rio tertusuk oleh pisau yang dibawa musuh mereka. Orang yang menusuk Rio langsung kabur meninggalkan pisau lipat yang tertancap tepat di perut Rio bagian samping. Begitu juga teman-teman cowok itu juga ikut kabur.
Mirhan yang melihat kejadian itu cukup terkejut. Dia langsung menghampiri temannya itu. Dia kemudian berteriak dengan keras. "Tolong!..." teriak Mirhan.
"Biar gue telepon Ambulan…" ucap Gio sambil mengambil handphonenya.
***
Hanna saat ini sedang duduk di ruang tamu menonton televisi bersama ayahnya. Dia memang sangat dekat dengan ayahnya. Apalagi sejak ibunya meninggal, hanya ayahnyalah yang dia miliki.
"Bagaimana dengan tim kalian yang sedang mengikuti turnamen Dotha 2?" tanya ayahnya Hanna sambil menonton televisi.
"Lancar kok yah...ya...walaupun belakangan ini ada beberapa masalah sih…" Hanna terlihat bersemangat sekali bercerita pada Ayahnya.
"Tapi kamu harus ingat...jangan sampai turnamen mengganggu rencana pernikahanmu dan Rio," ucap ayahnya Hanna, kelihatannya beliau sangat ingin melihat anaknya dan Rio segera menikah.
"Iya yah...Hanna tau…" ucap Hanna terdengar seperti terpaksa. "Lagian...Rio juga sedang fokus dengan turnamen Dotha 2 yang tim Shark Station jalani…" tambahnya menjelaskan.
"Anak itu...dulu dia selalu datang ke rumah untuk menemuimu…" ucap ayahnya Hanna tersenyum saat dia mengenang saat Rio dan Hanna bermain di rumahnya.
"Memang dari dulu dia selalu bersemangat melakukan apapun yang berhubungan dengan game," ucap Hanna sambil tersenyum.
"Apakah kamu benar-benar mencintai Rio?" tanya ayahnya Hanna mendadak membuat Hanna terkejut.
__ADS_1
"Tentu saja Hanna sayang sama Rio, kalau enggak...ngapain Hanna mau berpacaran dan bertunangan sama Rio?" Jawab Hanna yang memang mengungkapkan apa yang dia rasakan.
"Ayah yakin...kalau saat ini kamu bicara jujur…" ucap ayahnya Hanna lalu kembali menonton televisi.
"Yah...Hanna mau ke dapur dulu ya?" ucap Helena minta izin pada ayahnya.
"Kamu mau apa?" tanya ayahnya.
"Mau bikin mie kuah...laper…" jawab Hanna sambil mengelus perutnya.
"Kenapa gak minta bikinin bibi aja?" tanya tanya ayahnya.
"Gak usah yah...aku bisa bikin sendiri kok…" jawab Helena sambil tersenyum.
Dia kemudian ke dapur menyiapkan sayur dan mie instan. Dengan cekatan dia menyajikan semuanya sendirian. Di dekatnya kebetulan ada bibi yang sedang memperhatikan Hanna. Saat dia sedang memotong sawi, tiba-tiba telunjuknya tidak sengaja teriris sehingga mengeluarkan darah segar.
"Au!..." teriak Hanna kesakitan.
"Aduh...kenapa neng?..." tanya bibi menghampiri Hanna.
"Keiris pisau bi…" jawab Hanna memegangi tangannya.
"Hanna gak pengen ngerepotin bibi…" ucap Hanna yang masih ngeringis kesakitan.
Bibi langsung mengobati telunjuk Hanna yang teriris pisau. Dia terlihat sangat hati-hati meneteskan obat merah di telunjuk anak majikannya. Kemudian memasangkan plester luka di jari Hanna.
"Sekarang biar bibi aja yang buatkan mienya…" ucap bibi kemudian. "Eneng duduk aja nungguin di meja makan…" ucap bibi sambil tersenyum.
"Terima kasih ya bi?..." ucap Hanna sambil duduk di kursi depan meja makan.
Hanna dengan sabar menunggu mie kuahnya dibuatkan oleh bibi. Dia sambil membuka handphonenya untuk melihat berita mengenai turnamen Dotha 2. Sejak di tim Shark Station membuat Hanna lebih bersemangat lagi mempelajari mengenai turnamen esport ini.
Sebelumnya dia memang sudah pernah menjuarai beberapa turnamen esport. Kali ini ada hal yang beda yang membuatnya tertarik dengan turnamen ini. Di tim Shark Station dia seperti memiliki keluarga baru.
Rasya dan Helena selalu memberi arahan kepadanya tentang game Dotha 2. Mereka selalu memberi saran yang bagus untuknya dalam bertanding. Sementara tunangannya Rio lebih banyak bekerja sendiri, kadang hanya memberikan META yang harus dipelajari.
__ADS_1
Belum sempat makanan yang dibuatkan bibi selesai, tiba-tiba handphonenya berbunyi dengan keras. Sesaat dia mengecek siapa yang sedang menghubunginya. Disana tertulis Rasya sedang menelponnya. Dia langsung saja mengangkat telepon itu, karena dia pikir ada sesuatu yang penting.
"Halo...ada apa Sya?" tanya Helena setelah dia mengangkat telepon.
"Hanna…buruan lo ke rumah sakit Sari Mulia…" ucap Rasya terdengar buru-buru.
"Bentar dulu...sebenarnya kenapa sih?" tanya Hanna minta penjelasan lengkap.
"Rio tadi baru aja ditusuk saat dia di taman bareng Mirhan, Gio, dan Hardi, sekarang dia sedang masuk di UGD," Rasya menjelaskan dengan buru-buru.
Mendengar kabar yang diucapkan Rasya mengenai Rio membuat Hanna terdiam. Tanpa sadar handphonenya terlepas dari tangannya. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi saat ini.
"Eneng...eneng kenapa?" tanya bibi pada Hanna.
Hanna langsung menangis dan memeluk bibinya. "Rio bi…" ucap Hanna kemudian.
"Eneng yang sabar…" ucap bibi berusaha menenangkan.
"Hanna harus ke rumah sakit buat mastiin keadaan Rio…" Hanna langsung berlari ke kamarnya, dia sudah tidak mikirin mie kuah yang dibuatkan bibi untuknya.
Di kamar Hanna hanya mengambil jaket dan tasnya. Dia sudah tidak memikirkan pakaiannya yang sedang memakai celana pendek dan atasan kaos. Dia terlihat khawatir dengan keadaan calon suaminya itu.
Setelah itu dia keluar kamar sambil memesan ojek online untuk mengantarkannya ke rumah sakit. Sebelum berangkat dia menemui ayahnya sekalian menunggu ojek online yang dia pesan. Ayahnya bingung dengan gelagat Hanna saat ini.
"Kamu kenapa nak?" tanya ayahnya Hanna.
"Rio masuk rumah sakit yah…" ucap Hanna dengan mata yang memerah karena menangis.
"Kenapa dia masuk rumah sakit?" tanya ayahnya Hanna juga ikut khawatir dengan calon minantu beliau.
"Dia ditusuk orang saat di taman, sekarang dia sudah di ruang UGD…" ucap Hanna menjelaskan. "Sekarang Hanna ingin kesana…" Hanna tidak bisa menutupi rasa khawatirnya saat ini. Tidak berapa lama kemudian akhirnya ojek online yang dipesan sudah datang. Sebelum berangkat dia sempat mencium tangan ayahnya. "Hanna pergi dulu ya yah?..." ucap Hanna setelah mencium tangan ayahnya.
"Kamu hati-hati ya?..." pesan ayahnya.
"Iya…" jawab Hanna buru-buru ke luar rumah.
__ADS_1
Dia sudah ditunggu ojek online pesanannya di depan pagar. Ojek online memberikan helm pada Hanna. Setelah memasang helm, Hanna lalu menaiki motor di belakang. Setelah itu motor ojek online itu sudah melaju meninggalkan rumah Hanna.
Bersambung...