Game Lover

Game Lover
Bab. 43 Janji Battle yang Serius antara Tim Shark Station Melawan Tim Blue Lion


__ADS_3

Now Loading… 


"Gimana keadaan lo Yo?" tanya Erika sambil membawakan apel segar yang dibungkus dalam plastik. 


"Bakalan bohong kalo gue bilang baik-baik saja…" jawab Rio dengan susah payah duduk di kasur, untungnya Hanna saat itu dengan sigap membantu Rio. "Makasih sayang…" ucapnya pada Hanna. Itu cukup membuat Hanna salting. 


"Apaan sih?..." tanya Hanna dengan kesal tapi wajahnya tidak bisa membohongi bahwa dia senang dipanggil sayang oleh Rio. 


Erika lalu memberikan bungkusan buah-buahan itu pada Rasya yang berdiri di sampingnya. Rasya lalu mengambilkan bungkusan buah-buahan itu lalu mencucinya. Sementara pemilik tim Blue Lion langsung menghampiri Dio. 


"Saya ingin berterima kasih karena kalian sudah menolong anak saya…" ucap ayahnya Erika dengan tulus. "Apa yang harus saya berikan untuk kalian?" tanyanya kemudian. 


"Aku ingin tim Blue Lion memberikan perlawanan yang terbaik besok saat berhadapan dengan tim Shark Station," jawab Rio sambil tersenyum. 


"Kenapa kamu tidak meminta tim kami mengalah?" tanya ayahnya Erika kebingungan dengan jawaban Rio. 


"Sebab aku ingin melihat kemampuan tim Shark Station sejauh apa saat aku tidak tidak ada di tim, dan saat mereka menghadapi tim yang bermain lebih bagus dari mereka," ungkap Rio menjelaskan. 


"Apakah kamu tidak takut tim mu akan kalah?" tanya ayah Erika sambil memandang serius ke Rio. 


"Anggap aja...kalau tim kami kalah...artinya mereka harus lebih keras lagi berlatih…" jawab Rio sambil menatap teman-temannya. "Mereka harus berkembang lebih baik selama, aku tidak ada…"


"Yo...maafin aku ya?..." Erika memohon dengan serius. 


"Kenapa lo minta maaf?..." tanya Rio sambil tersenyum. 


"Karena gue...lo ditusuk orang…" terlihat Erika benar-benar menyesal. 


"Yaelah...santai…" ucap Rio seperti menghibur Erika. "Semua ini hanya karena gue kurang hati-hati…" tambahnya kemudian. 


"Lo mengkhawatirkan Rio ya?..." tanya Hanna pada Erika, saat dia melihat wajah Erika terlihat sangat merasa bersalah. Erika mengangguk dengan pelan pada Hanna. "Lo gak perlu mikirin itu...meski tunangan gue ini terlihat seperti orang yang tidak berguna, tapi dia termasuk cowok yang kuat kok…" Hanna berusaha memenangkan Erika.


"Eh...siapa yang lo bilang gak guna?" tanya Rio dengan kesal. Suasana kembali cair karena semua orang yang ada di ruangan itu tertawa, termasuk Erika dan ayahnya. 

__ADS_1


"Yang gue mau...lo besok fokus sama turnamen tim Blue Lion melawan tim Shark Station…" ucap Rio pada Erika. 


"Sorry ya Ka…" ucap Heri dengan jentel minta maaf. "Gue kebawa emosi kemarin...harusnya gak menyalahkan lo atas apa yang dialami Rio…" ungkap Heri mengakui kesalahannya.


"Ini kedua kalinya Rio ditusuk orang di taman itu…" ungkap Arif mengingat saat masa mereka SMA. 


"Hah!...kapan?..." tanya Hanna terkejut. 


"Dulu...saat kami masih kelas satu SMA…" jawab Heri menjelaskan. "Saat itu Rio menolong Dicky yang sedang digebukin preman. 


"Saat itu lebih parah dari sekarang...udah gitu itu tepat di hari ultah Rio lagi…" Mirhan juga ikut bersuara. 


"Terus...kenapa Lo gak pernah cerita ke gue si Yo?...tanya Hanna pada Rio yang sedang duduk bersandar pada bantal yang ditegakkan. 


"Soalnya bukan hal yang harus gue banggain...sebab gue bukan artis yang bercerita atau menunjukkan semua kebaikannya…" jawab Rio dengan ketus. 


"Ucapan lo itu terlalu berlebihan…" ucap Heri mengomentari ucapan Rio. 


"Kalau lo nganggap ucapan Rio berlebihan, bagaimana dengan ucapan lo sendiri Her?..." Mirhan balik menyerang Heri. Heri terlihat kesal karena diserang balik oleh Mirhan. 


"Justru karena sifat Rio yang seperti inilah, yang bikin gue dulu sangat mencintainya…" ungkap Rasya sambil tersenyum. 


"Apakah lo menyesal pernah bucin sama Rio?..." tanya Helena menyindir Rasya yang dulu saat SMA sangat bucin pada Rio.


"Gak ada yang gue sesali dalam hidup gue, termasuk saat gue pacaran lalu putus sama Rio…" jawab Rasya sambil melirik Rio dan Hanna. "Tapi...gue pengen ngingetin satu hal buat lo Na…" ucapnya kemudian. 


"Apaan?..." tanya Hanna terlihat kesal karena Rasya dan yang lain bercerita tentang masa lalu Rio dan Rasya.


"Rio itu orangnya berantakan banget...lo harus banyak-banyak bersabar kalau jadi istrinya...sebab tiap hari lo harus bantu beresin kamarnya yang berantakan…udah gitu jorok banget lagi..." ungkap Rasya sambil tersenyum puas. 


"Berantakan apanya?...kamar gue sekarang lebih bersih…" ucap Rio tidak terima dikatain kamarnya berantakan dan jorok oleh Rasya. 


"Iya bersih...tapi karena Hanna yang bersihin…" ucap Arif ikut menyerang Rio. 

__ADS_1


"Ya...ampun...Yo...kamar lo masih berantakan kayak dulu pas di asrama?..." tanya mbak Manda yang dulu adalah guru dan pengawas asrama mereka. 


"Ya...nggak...mbak…" Rio terlihat sekali bersusah payah menahan serangan dari teman dan pengawas asrama tempat mereka dulu tinggal waktu SMA. 


Erika dan ayahnya yang tidak mengerti arah pembicaraan mereka hanya tersenyum. Begitu juga Gio, Yoda, dan Hardi yang tidak pernah sekelas dengan mereka di SMA. Sementara Hanna tertawa puas menertawakan Rio yang tidak bisa berkutik. 


"Eh, Gue lagi sakit lho...kenapa malah dibully sih?..." Rio terlihat sangat kesal. 


"Cup...cup...cup...kacian…" ledek Hanna sambil memegang pipi Rio seolah kasian dengan Rio. 


"Apaan deh sayang?…"ucap Rio sambil cemberut pada Hanna. 


"Gak apa-apa…" jawab Hanna sambil tersenyum puas pada Rio. 


"Udah...udah…kasian lho si Rio...pengen juga dia nafas dikit…" ucap Arif menyudahi. 


"Kok gue merasa dejavu ya?" Heri menambahkan.


Semuanya kembali tertawa karena mereka tau betul apa yang dimaksud oleh Heri. Sejak dulu mereka seperti saling membully teman mereka. Itu untuk mempererat persahabatan mereka. Diantara mereka tidak ada seorangpun yang terbawa emosi, karena mereka tau tujuan temannya hanya untuk bercanda.


Erika merasa di tim Shark Station ini bukan hanya sebuah tim esport. Dia merasa ini lebih tepat seperti sebuah keluarga. Dia merasa battle besok akan menjadi battle yang sangat luar biasa. 


Bersambung… 


Note :


Halo teman-teman yang membaca novel Game Lover dan membaca novel Mengubah Takdir Kita. Sebelumnya terima kasih banyak teman-teman. Tanpa semangat dari kalian semuanya mungkin aku sudah berhenti menulis dari kemarin. 


Disini aku sekalian bercerita bahwa karakter seperti Heri, Mirhan, Arif, dan Rasya itu berasal dari novel Asrama SMA Flower Garden dan Gio itu dari novel Aku Bukan Diriku. Buat kalian yang penasaran novel Asrama SMA Flower Garden seperti apa? Kalian bisa membacanya dengan mencari Asrama Flower Garden. Untuk novel Aku Bukan Diriku cari saja di profil Seryu Nagami. SMA Flower Garden itu adalah novel kerjasama antara aku dan seorang teman. 



__ADS_1



__ADS_2