
Now Loading
Di hari yang cerah di apartemen Rio, sedang terjadi perdebatan yang sangat panas. "Eh...lo coba backup gue dong..." ucap Rio dengan marah.
"Gue udah bilang ke lo...jangan asal maju…" Hanna menjawab dengan suara keras. "Biar gue bisa lindungi lo…" tambah Hanna lagi.
Dua orang yang tidak pernah akur kembali berantem. Memang tadinya mereka kelihatan akur bermain game, tapi pada saat Rio main tanpa mendengarkan arahan dari Hanna membuat Hanna sangat marah ke Rio. Itu diperparah dengan tim mereka yang kalah dengan telak.
Sementara Mirhan, Arif, dan Heri hanya melongo melihat ini dua orang berantem. Mirhan merasa kebiasaan buruk Rio dan Hanna kembali seperti semula. Sebenarnya bukan hanya Rio yang melakukan kesalahan, tapi yang lain pun juga melakukan kesalahan. Masalahnya kadang kesalahan yang Rio lakukan adalah kesalahan yang bisa dibilang bodoh. Seperti tidak berlindung saat zona merah yang mengakibatkan dia mati. Terus seperti seharusnya melempar smoke bomb, malah melempar granat, Dan banyak lagi kesalahan konyol lainnya.
Sudah gitu mereka melakukan itu saat live streaming di channel mereka masing-masing. Bukannya para fans mereka marah-marah, malah fans mereka senang dan tertawa melihat tingkah konyol Rio bermain game War of Battle Royale. Itu membuat saweran mereka bertambah banyak dengan cepat.
Heri melihat perkelahian antara Rio dan Hanna sama seperti perkelahian antara dua bocah yang sedang bermain game. "Mereka emangnya selalu berantem kayak gini?" tanya Heri pada Mirhan.
"Belakangan ini sih gak, tapi biasanya sering banget…" jawab Mirhan sambil nyengir.
"Lo berdua kayak pasangan suami istri yang sedang berantem karena hal yang gak penting deh…" ucal Arif yang sudah mulai kesal dengan Rio dan Hanna yang masih berantem.
"Mending gini aja, kalian berdua main lagi…" ucap Mirhan memberikan ide.
"Oke...tapi gue harap si Beban ini jangan bikin ulah lagi…" ucap Hanna kembali ke tempat duduknya.
"Siapa yang panggil si Beban?" tanya Rio dengan kesal. Dia juga kembali ke meja komputernya.
Mereka mengulang kembali permainan Battle Royale. Ini sejenis game survival tim yang mengharuskan kita membunuh tim lawan atau karakter lawan yang dalam satu map berisi 100 Player. Mereka baru pertama kali ini memainkan game ini.
Kali ini Rio bermain dengan serius di depan komputernya. Mirhan, Heri, dan Arif juga siap di depan komputer mereka masing-masing. Mereka memasuki lobby umum mempersiapkan skin untuk karakter mereka.
"Kita mau turun dimana?" tanya Mirhan bersemangat.
"Kita coba cari tempat yang banyak gedung nya...jawab Rio yang sudah siap.
"Oke...kalau gitu gue ngikutin lo aja…" ucap Mirhan juga sudah siap.
"Gue juga...tapi mainnya jangan berantakan kayak tadi ya?" Heri sudah menandai karakternya untuk mengikuti Rio.
__ADS_1
"Tenang…kali ini gue udah memahami segalanya di game ini…" jawab Rio dengan santai.
"Kali ini kalau lo bikin masalah lagi...sumpah bakalan gue hajar lo…" ucap Arif mengingatkan.
"Santai aja napa?" Rio terlihat santai.
"Gue gak pengen mati hanya gara-gara kelakuan konyol lo…" ucap Hanna dengan tegas.
"Ia...ia...cerewet banget dah…" ucap Rio menanggapi Hanna. "Kita turun di area gedung sekolah ya?..." tanya Rio pada teman-temannya.
"Lo udah gila!..." teriak Hanna kesal. "Itu area rame lho…" terlihat sekali dia kesal.
Tanpa memikirkan respon Hanna, karakter Rio langsung melompat, begitu juga karakter Hanna, Mirhan, Heri, dan Arif karena mereka sudah terlanjur memfollow karakter Rio. Terlihat wajah Hanna dan Heri sangat tidak senang dengan apa yang dilakukan Rio. Mereka berdua seperti ingin mencekek Rio
"Dasar goblok...lo pengen ini game cepat kelar?" Heri juga memarahi Rio.
"Kita masih belum punya senjata...ini bisa dipastikan kita pasti mati cepat…" ucap Hanna sangat kesal.
Karakter mereka berhasil turun ke area gedung sekolah. Tepat seperti yang dibilang Hanna, disana mereka sudah ditunggu player-player lain. Mereka sudah ditembaki sejak mereka turun. Mereka langsung berlarian menuju gedung untuk berlindung. Disana mereka langsung mendapatkan senjata api berupa M416 untuk serangan dekat. Sementara Rio hanya mendapatkan senjata panci dan pakaian anti peluru.
"Emang lo masih belum dapat senjata?" tanya Mirhan bingung.
"Gue cuman dapat panci sama pakaian anti peluru…" Rio menjawab pertanyaan Mirhan.
"Anjir...lo mau perang atau mau masak?" ejek Arif pada Rio.
"Oke...gue dan Hanna lindungi lo…" ucap Heri mengerti keadaan Rio saat ini.
"Kebetulan gue baru dapat Sniper," ucap Hanna bersemangat.
"Makasih bro...kayaknya gue ngeloot dari musuh aja…" ucap Rio lalu bersembunyi. Ngeloot, adalah kalimat disaat kalian sedang mengambil persediaan di rumah ataupun di mayat musuh.
Tepat prediksi mereka, player-player lain berdatangan mengepung mereka disana. Sementara Rio mencari waktu yang tepat untuk menghabisi player lain atau mengloot dari player musuh yang mati. "Yo sini…ini coba lo loot…" ucap Mirhan pada Rio. Dia berhasil membunuh satu player musuh.
"Good job bro…" ucap Rio dengan sangat bahagia. Disana dia mendapat M416 dan beberapa Smoke Bomb. "Ini ada yang mau kantong darah gak?" tanya Rio pada yang lain.
__ADS_1
"Gue mau...soalnya gue lagi miskin banget sekarang…" ucap Arif bersemangat.
"Aamiin…" ucap Rio, Heri, Hanna, dan Mirhan serentak.
"Anjir...bercandanya gak lucu…" ucap Arif dengan kesal.
Sementara teman-temannya tertawa puas menertawakan Arif. Setelah ini Rio bermain dengan serius menghadapi musuh. Dia berhasil menembak mati beberapa musuh. Disini terlihat perbedaannya saat Rio on fire, dibanding tadi saat pertama dia main.
Hingga mereka menyisakan beberapa musuh yang ada di map. Kali ini mereka lebih serius lagi mendengar pergerakan musuh mereka. Sementara di kolom Chat Live Rio dan Hanna semuanya harap-harap cemas melihat permainan mereka yang tambah seru.
"Anjir!..." teriak Arif. "Gue knock, tolong revive gue…" ucapnya kemudian pada teman-temannya. Knock atau knock out berarti kalian sedang di posisi terjatuh akibat lawan. Sedangkan revive artinya dibangunkan lagi untuk melanjutkan permainan.
"Oke gue datang…" seru Mirhan segera merevive Arif.
Sementata Rio berhasil meng knock musuh yang menembak Arif. "GG…" ucap Heri memuji Rio. GG, singkatan dari Good Game, bisa menjadi kata pujian, namun juga bisa jadi kata hinaan yang halus untuk rekan kalian.
"Paling musuhnya bot…" ucap Hanna seolah menghina Rio. Bot, hanya ada di game tertentu, kata-kata bot ditujukan untuk fitur game yang menyediakan bot di dalam gamenya.
"Sialan lo Na...itu orang…" tanggap Rio dengan kesal.
"Ia…ia...gue percaya…" Hanna menanggapi Rio sambil tertawa.
"Oke tinggal dua musuh lagi…" ucap Mirhan bersemangat.
"Naik mobil aja…" saran Heri langsung berlari ke mobil. Teman setimnya langsung mengikuti Heri kesana. Rio yang dipinta buat nyetir mobil itu.
Saat mereka melaju terdengar suara tembakan. Itu membuat Heri dan Arif knock dan terjatuh dari mobil. Mirhan yang melihat temannya knock langsung meloncat dari mobil. Saat Mirhan sampai kesana dia juga tertembak.
"Lo pada tinggalin kami aja…" ucap Heri pada Rio dan Hanna. Rio lalu kembali menyetir mobilnya membawa Hanna.
Saat dia melihat orang yang menembaki teman-temannya, dia langsung tancap gas untuk menabraknya. Sedangkan teman yang satunya berusaha me revive temannya tertembak oleh Hanna menggunakan Sniper.
"You are the Winner Battle…" tertulis itu pada layar mereka semua. Mereka semua tertawa puas begitu juga kolom chat live mereka. Ini adalah permainan yang luar biasa dari mereka.
Bersambung...
__ADS_1