
Now Loading...
Saat ini Rio dan Mirhan sedang bertemu dengan ayah dari Mirhan. Ini untuk penandatanganan kontrak Rio untuk menjadi Brand Ambassador. Alasan Rio setuju untuk menerima tawaran itu hanya karena dia ingin bertanding dengan Lawan Atena21. Dia sudah berlatih memainkan game ini semalaman. Itu hanya demi sebuah tujuan agar bisa mengalahkan cewek yang memiliki nickname Atena21.
Dia sudah sampai di perusahaan milik ayah dari Mirhan. Sesampainya disana dia langsung disambut oleh staf yang bekerja untuk project ini. Beberapa staf menyalami Rio dan meminta berfoto bareng karena mereka adalah salah satu fans dari Rio.
Dia dibawa Mirhan masuk menemui Ayahnya di ruang kerja ayahnya. Nama ayahnya Mirhan adalah pak Meriady Hermawan. Pakaiannya tidak menunjukan seorang bos dari perusahaan ternama. Beliau berpakaian dengan kaos dan celana pendek, meski keadaannya sekarang sedang di dalam kantornya.
"Rio...saya sangat senang saat Mirhan bilang kamu bersedia menjadi Brand Ambassador game Shooter of War kami," ucap beliau sambil menyalami Rio.
"Saya juga sangat senang diijinkan memainkan game yang sangat seru ini pak..." ucap Rio sambil bersalaman dengan pak Meriady.
"Kalau begitu saya akan menunjukan surat kontrak yang harus kamu tandatangani," ucap pak Meriady. "Oh ya silahkan duduk dulu," ucapnya lalu memberi kode ke sekretarisnya untuk menyerahkan surat kontrak kerja pada Rio yang baru saja duduk. "Silahkan kamu baca terlebih dahulu," ucapnya kemudian.
Rio membaca isi surat perjanjian yang ada beberapa halaman. Dia meneliti dengan serius poin-poin yang tertera di sana. Hingga dia terkejut dengan sebuah poin yang mengharuskan dia memiliki channel Utube. Utube adalah sebuah website atau aplikasi yang membebaskan usernya membagikan video atau live streaming.
"Tapi saya tidak memiliki channel Utube pak," ucap Rio dengan jujur. Itu wajar, sebab selama ini dia hanya fokus bermain game tanpa berpikir merekamnya apalagi live streaming.
"Soal itu biar gue bantu lo ngebuatin channel Utube lo," ucap Mirhan sambil meminjam handphone Rio.
Dia membuatkan dengan cepat channel Rio di Utube menggunakan email dari Rio sendiri. "Lo pengen kasih nama apa buat channel lo?" tanya Mirhan kemudian.
"Kasih nama sesuai nickname gue aja," jawab Rio tanpa pikir panjang.
__ADS_1
"Oke...gue akan menuliskan nama SuperSonic," ucap Mirhan kemudian. "Oke channel lo sudah jadi, tapi belum bisa mendapatkan penghasilan iklan di video lo, tapi lo bisa memasang donasi di dalamnya, entar di rumah gue bakalan ngajarin lo bagaimana menyambungkannya dengan komputer lo," ucap Mirhan menjelaskan.
"Oke, terimakasih..." ucap Rio sambil tersenyum.
Dia kembali membaca isi perjanjian dengan rinci. Disana tertulis bahwa dia melakukan foto shoot dengan Atena21. Dia sedikit keberatan dengan itu.
"Apa ini? Gue harus foto shoot dengan Atena21?" tanya Rio pada mirhan yang sedang mendesain logo channel Rio.
"Oh itu, wajar dong...karena ini untuk tampilan poster iklan yang nantinya akan dipajang," jawab Mirhan sambil terus mengedit logo. "Masa ia...lo menolak kontrok ini hanya karena ini? Lagian Atena21 juga sudah menandatangani kontrak ini kemarin," ucap Mirhan menjelaskan.
Semua penjelasan Mirhan cukup masuk akal buatnya. Dia kemudian menandatangani kontrak itu. Setelah itu ternyata Mirhan sudah menyelesaikan logo channel buatannya. Dari dulu Mirhan memang hobi menggambar dan mendesain. Itulah sebabnya dia diambil ke perusahaan ayahnya ini untuk bekerja.
"Malam ini gue akan mengajarkan lo bagaimana caranya melakukan live streaming bermain game di komputer lo," ucap Mirhan setelah keluar dari ruang kantor ayahnya.
Banyak sekali orang-orang yang menyaksikannya bermain game di sana. Rio bermain memakai karakter yang biasa saja. Dia bermain tidak terlalu serius, itulah sebabnya dia selalu menang dengan darah hampir habis.
Di antara penonton ada seseorang yang tiba-tiba bersuara. "Hah...Pro Player apanya?...yang seperti itu doang anak TK juga bisa," ucap seorang bocah yang umurnya mungkin sepantaran SMP. Rio dan Mirhan hanya tersenyum mendengar ocehan seperti itu. "Kalau lo berani main sama gue," ucap bocah itu menantang, dia pikir Rio tidak akan menanggapi tantangannya, tapi bukan Rio kalau diam saja saat ditantang.
"Oke gue terima," ucap Rio kemudian berdiri dari tempat duduknya.
"Wah menarik nih," ucap Mirhan lalu mengeluarkan handphonenya lalu merekam Rio dan si bocah. Terlihat sekali bocah itu tidak menyangka tantangannya diterima Rio.
"Lo mau main game apa?" tanya Rio dengan tatapan meremehkan.
__ADS_1
"Main game ini aja," ucap bocah itu langsung berusaha menutupi kegugupannya. "Tapi kalau lo kalah, lo harus bersujud dan menyerahkan title king lo ke gue, Gimana? " ucapnya berharap Rio akan takut.
"Oke...gak masalah..." jawab Rio dengan santai. "Tapi kalau lo kalah, lo harus mematuhi apapun yang gue mau, Bagaimana? Berani?" tanya Rio dengan serius.
"Berani..." jawab anak itu, terlihat sangat gugup.
Mereka berdua memulai pertandingan di game arcade itu. Rio memakai karakter yang sering dimainkan saat bermain serius yaitu Jerry Bugard, Qyu, dan Gyure. Ini adalah game yang memainkan tiga karakter dalam satu battle tag (battle berganti) . Pemain bisa mengganti karakter diantara yang tiga itu saat battle sedang berjalan. Di game ini selain skill, strategi juga penentu kemenangan dalam satu battle.
Sedangkan bocah itu memakai karakter Dewa Mabuk, Lim, dan Greg. Dia cukup pede memainkan karakter itu. Rupanya dia sering sekali bermain disini itulah sebabnya dia berani menantang Rio. Mirhan saat ini sangat fokus merekam pertandingan dadakan ini.
Di ronde pertama Rio bermain tidak banyak menggunakan skill karakternya. Dia hanya menghindar dan melakukan beberapa serangan balasan. Itulah sebabnya di ronde pertama dia kalah dengan mudah oleh bocah itu.
"Yes...ha ha ha ha...gue lah yang terbaik..." ucap bocah itu seakan pertandingan sudah pasti dia menangkan.
Di ronde kedua Rio bermain agak serius memakai karakter Qyu. Dia melakukan beberapa serangan combo. Saat dia ingin melakukan final attack tapi sayangnya berhasil digagalkan oleh bocah itu dengan cara tag karakternya yang hampir terkena Damage (kerusakan). Setelah itu anak itu berhasil menyerang balik. Rio juga melakukan tag karakternya berganti dengan Jerry membuat bocah itu kembali terdesak dan kalah.
"Sial!..." teriak bocah itu dengan mengucapkan kata-kata kotornya. Sedangkan Rio hanya tersenyum puas melihat semua itu.
Selama ronde selanjutnya bocah itu tak hentinya mengeluarkan kata-kata kasar. Itulah yang membuat Rio selanjutnya berhasil menang perfect (darah tidak berkurang sama sekali) sampai memasuki ronde penentuan. Rio menyisakan dua karakter sedangkan bocah itu menyisakan satu karakter. Rio melakukan combo kombinasi sehingga musuhnya tidak bisa berkutik lalu ditutup dengan Final Attack.
Bocah itu tertunduk di depan mesin arcade dengan wajah yang sangat malu. Dia sudah tidak bisa lagi mengeluarkan kata-kata kasarnya. Saat ini dia siap menerima apapun yang diperintahkan Rio sesuai perjanjian mereka sebelum bertanding.
"Lo termasuk bagus bermain game, tapi kalo cara lo bicara kayak gak bisa diatur, lo akan selamanya gak pernah bisa berkembang, gue mau hanya satu yaitu lo harus jaga sikap lo saat berhadapan dengan siapa saja, terlebih lagi sama orang yang lebih tua," ucap Rio pada bocah dengan serius. Setelah itu dia dan Mirhan meninggalkan tempat itu kembali ke rumahnya.
__ADS_1
Bersambung...