Game Lover

Game Lover
Bab. 38 Battle yang Sangat Panas


__ADS_3

New Loading… 


Setelah battle Rio langsung menyaksikan battle antara tim Blue Star melawan tim Roket King. Disana Erwin bermain dengan bagus dalam battle kali ini. Dia berhasil mengalahkan hero musuh dengan mudah. 


Rio beserta timnya senang melihat Erwin yang bermain sangat bagus. Sayangnya mereka tidak bisa langsung berhadapan dengan tim Blue Star kecuali di final. Sedangkan yang langsung berhadapan dengan tim Blue Star adalah tim Thunderstorm.


Tidak perlu waktu lama tim Blue Star sudah bisa mengalahkan lawan mereka. Erwin terlihat sangat senang berhasil melaju ke tahap selanjutnya. Tim Shark Station yang menonton battle itu ikut bertepuk tangan bersama penonton. 


Tim Shark Station langsung menemui tim Blue Star di belakang panggung. Erwin tersenyum saat melihat Rio dan seluruh anggota timnya. Dia senang bahwa tim Shark Station ternyata juga melaju ke babak selanjutnya. 


"Permainan yang sangat bagus…" puji Rio pada Erwin sambil bersalaman. 


"Gue kebetulan sedang on fire…" jawab Erwin merendah. "Tapi...permainan tim lo juga sudah berkembang dari battle kita terakhir kali…" Erwin memuji balik Rio beserta tim Shark Station. "Gue sempat terkejut saat lo merotasi posisi Hanna diganti dengan Mirha, walaupun saat bermain bareng lo, gue sudah sering merasakan perubahan strategi di tengah permainan…" ungkapnya melanjutkan lalu tersenyum. 


"Itu memang keahlian Rio...merubah strategi di tengah battle…" Heri menyetujui pendapat Erwin. "Tapi seandainya itu gak dia lakuin...kemungkinan tim kami akan kalah…" ungkapnya menjelaskan. 


"Gue cuman kebetulan memiliki tim yang hebat," ucap Rio berusaha merendah. 


"Lo gak pernah berubah Yo…" ucap Erwin sambil tersenyum. "Gue berharap lo tetap bermain seperti ini," dia menatap orang yang pernah bermain setim dengannya. 


"Harapan gue juga begitu…" jawab Rio sambil tersenyum. 


"Hai Win…" sapa Yoda sambil tersenyum. 


"Gue senang bocah ini masuk tim Shark Station juga," ucap Erwin sambil tersenyum bercanda pada Yoda. 


"Siapa yang lo bilang bocah?" tanya Yoda seakan tidak terima, tapi dia tau niat Erwin hanya untuk bercanda. "Paling gak gue pikir tim Shark Station gak seperti tim Thunderstorm," ucapnya sambil tersenyum


"Oh...ya...ngomong-ngomong tim Thunderstorm, setelah ini tim itu akan main kan?" Arif mengingatkan sambil melirik jam tangannya. 


"Benar juga…" ucap Helena yang berdiri di belakang Rio. 

__ADS_1


"Kalau gak salah tim Thunderstorm akan melawan tim Up Naxan…" ucap Rasya yang mengecek susunan turnamen. 


"Gue penasaran apa yang akan mereka lakukan di battle kali ini?" Yoda terlihat sinis membicarakan tim Thunderstorm. Dia memiliki kebencian pada tim itu, dan dia sangat ingin mengalahkan tim itu.


"Santai aja bro…" ucap Rio menenangkan Yoda. 


Panasnya para fans tim Thunderstorm langsung terasa saat Rio dan yang lainnya memasuki tempat duduk penonton. Para fans dari tim Thunderstorm tidak henti-hentinya mengolok-olok tim Up Naxan. Mereka dapat merasakan betapa tertekannya tim lawan saat bertanding saat ini. 


Bahkan olokan itu tidak berhenti saat tim Up Naxan masuk ke arena pertandingan. Namun tim Up Naxan berusaha untuk tetap tenang. Mereka berjalan memasuki arena pertandingan seperti biasanya


Fans dari tim Up Naxan tidak diam saja menerima tim kesayangan mereka diolok-olok fans tim Thunderstorm. Mereka juga membalas olok-olokan itu. Mereka mengatakan bahwa tim Thunderstorm menang karena bacotan fans mereka. 


Saat tim Thunderstorm masuk fansnya langsung bersorak gembira seperti seorang pahlawan. Rio melihat dari bangku penonton Mikel dan timnya masuk dengan santai ke arena pertandingan. Mikel melihat berkeliling dengan tatapan memburu. 


"Mulai sejak kapan lo berubah bro?" tak sadar Rio mulai berbicara. 


"Yang gue ingat sejak lo keluar dari tim Thunderstorm," jawab Erwin yang duduk di sebelah Rio. 


"Gue merasa keadaan di arena pertandingan ini tidak ubahnya seperti perang," ucap Hanna dengan serius melihat ke arena. 


"Bersiaplah Na...mungkin nanti kita akan merasakan atmosfer seperti ini," ucap Rasya yang duduk di sebelahnya. 


"Yang ingin gue lihat bagaimana Mikel bermain…" ucap Mirhan sambil tetap fokus ke arena pertandingan.


Akhirnya battle antara tim Thunderstorm melawan tim Up Naxan dimulai. Salah satu hero dari tim Up Naxan maju menyusuri area hutan. Dia berusaha menaikan level dengan membunuh beberapa Minion. 


"Gawat...dia akan disergap Mikel…" seakan Rio bisa menebak apa yang akan terjadi setelahnya. Teman-temannya langsung menengok ke arah Rio. 


Apa yang Rio ucapkan benar-benar terjadi, sebab setelah itu Erwin langsung mengejutkan hero itu. Tanpa membuang waktu Erwin langsung membantai hero milik lawannya itu. Dengan ini Erwin mendapat poin dan dia bisa dengan cepat menargetkan hero lawannya. 


Ini adalah salah satu kehebatan Rio yang bisa memprediksi pergerakan musuh. "Dari mana lo bisa tau semua itu?" tanya Hanna terlihat bingung. 

__ADS_1


"ini adalah salah satu kebiasaan Mikel bermain…dia memiliki hero yang bisa gak terlihat oleh musuh," jawab Rio menjelaskan. 


"Gue sendiri gak nyadar Yo kalau dia akan muncul disana," ucap Erwin yang juga terkejut. 


"Lo lebih sering liat permainan Mikel dalam beberapa battle...gue yakin lo akan bisa membaca pergerakan heronya…" ucap Rio menjelaskan. 


"Gue tau kenapa lo selalu bilang dalam setiap tim memiliki kebiasaan yang selalu berulang," ucap Heri ikut berbicara. 


"Setelah kita mengetahui itu, belajarlah untuk beradaptasi…" ucap Rio kemudian.


Turnamen di depan mereka terlihat kurang menarik lagi. Sejak Mikel berhasil membunuh hero musuh, sejak saat itu tim Thunderstorm semakin leluasa untuk membantai musuhnya. Itu membuat sepertinya tim Thunderstorm akan menang mudah saat ini. 


Sesaat Rio kembali menyadari sesuatu yang menarik dari battle kali ini. Dia melihat hero musuh sudah mulai bisa membaca pola permainan Mikel. Saat Mikel akan menyergapnya dari hutan, hero musuh langsung teleport ke base. Saat itu juga hero yang lain berhasil memojokan hero milik Mikel. Sampai akhirnya hero milik mikel dibunuh dengan mudah. Melihat itu Rio seperti menemukan sebuah emas atau berlian. 


"Mereka berhasil menemukan titik kelemahannya…" ucap Rio bersemangat. 


"Dimana-mana?" tanya Arif terlihat kebingungan dengan ucapan Rio. 


"Oh...jadi itu ya?" tanya Hanna uang juga menyadarinya. 


"Kalian berdua bisa memakai META kalian untuk memanfaatkan celah itu," ucap Dendi yang ternyata ada disana. 


"Bang Dendi juga menonton?" tanya Mirhan yang terkejut melihat keberadaan Dendi. 


"Tentu saja seorang pelatih harus melihat battle semua tim dari dekat," jawab Dendi sambil tersenyum. "Jadi apa menurut kalian dengan battle kali ini?" tanyanya kemudian. 


"Kita harus siapkan diri oleh fans dan META mereka," jawab Heri sambil terus melihat jalannya battle. 


Battle antara tim Thunderstorm melawan tim Up Naxan berakhir. Kali ini tim Thunderstorm benar-benar menjadi tim yang tak terkalahkan. Mereka dengan mudah melaju ke babak selanjutnya. Sementara ketua dari tim Shark Station yaitu Rio dan ketua tim Blue Star yaitu Erwin sudah mulai menentukan META untuk menghadapi tim Thunderstorm.


Bersambumg… 

__ADS_1


__ADS_2