
Now Loading...
"Udah gila kali!..." teriak Rio setelah ngebaca isi email yang dikirim ayahnya Mirhan. "Masa lo pengen gue dan itu cewek sialan gabung dalam satu event..." ucapnya sembari menyandarkan kepalanya ke kursi.
"Perusahaan bokap gue pengen menggaet fans lo dan fans dia, agar event ini lebih rame," ucap Mirhan menjelaskan. "Lagian disini bukan lo bermain satu tim dengan dia, tapi kalian battle game FPS," tambah Mirhan. Game FPS bisa berarti first person shooter yang biasanya istilah dalam game.
"Biar gue pikirin dulu ya?" ucap Rio pada Mirhan. Rio menyalakan kembali rokok untuk bisa berpikir tentang tawaran Mirhan. Sebenarnya dia butuh tawaran itu buat mengirim uang pengobatan ayahnya yang sedang sakit-sakitan.
"Kalau gitu ini buat lo coba," ucap Mirhan sambil menyerahkan kaset fisik game FPS yaitu Shooter of War. "Gue sangat berharap lo mau menjadi Brand Ambassador di game ini," tambah Mirhan.
"Oke...malam ini akan gue coba..." ucap Rio sambil memasukan game itu ke tas selempangnya. "Sekarang gue cape banget...gue pengen istirahat," ucap Rio sembari berdiri dari tempat duduknya.
"Okelah...kebetulan gue juga pengen istirahat, masih banyak pekerjaan yang harus gue selesaikan malam ini," ucap Mirhan sembari berdiri. "Buat minuman yang lo minum biar gue yang bayar," tambahnya lagi. "Tapi gue masih berharap lo terima pekerjaan ini," ucapnya lagi dengan penuh harap.
"Oke...bakalan gue pikirin malam ini," ucap Rio sambil tersenyum. "Oke...gue pulang duluan ya? Terimakasih sudah traktir," ucap Rio sambil berjalan mendahului keluar ruangan.
"Sama-sama," jawab Mirhan sembari berjalan mengikuti Rio.
Rio pulang naik motor kesayangannya, walaupun dia seorang Pro Player, itu tidak lantas membuatnya sombong dan membeli semua yang dia butuhkan. Semua penghasilannya menjadi Pro Player dikirimkan kepada ibunya untuk biaya pengobatan ayahnya yang sudah sakit-sakitan. Dia tidak pernah bercerita mengenai ini kepada siapapun. Dia merasa ini adalah masalah pribadinya.
Dia tinggal disebuah rumah kontrakan yang didiami sejak pertama kali kuliah. Sekarang dia tidak melanjutkan kuliahnya karena dia merasa harus menafkahi keluarganya. Ditambah lagi sejak ayahnya sakit-sakitan nilai akademiknya semakin menurun.
Rumah kontrakan yang dia tinggali bukan rumah yang besar. Rumah itu selayaknya rumah kompleks yang standar, berbeda dengan rumah Pro Player lainnya. Satu rumah kecil dengan 1 kamar, sedangkan kamar mandi dan WC jadi satu, lalu 1 dapur. Mungkin seandainya orang lain datang ke rumah itu, tidak akan ada yang menyangka itu rumah seorang Pro Player yang dijuluki sebagai King.
Sesampainya di rumah dia langsung menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Dia merasa sangat lelah dengan rutinitasnya hari ini. Sesaat dia memandangi sebuah konsol jadul yang diberikan oleh sahabatnya di masa kecilnya.
__ADS_1
Meskipun konsol itu bisa dibilang konsol jadul, tapi masih bersih dan masih bisa dimainkan. Rio setiap hari selalu memainkan dan membersihkannya. Dia berharap bisa memainkan konsol itu bersama teman masa kecilnya suatu saat nanti.
Saat dia ingin mengambil handphone dari tasnya. Tanpa sengaja dia menyentuh kaset fisik sebuah game yang diberikan Mirhan di cafe tadi. Dia kemudian membolak-balik kaset itu untuk membaca mengenai game itu. Jelas sekali itu adalah game FPS, sebuah genre game yang ga terlalu susah untuk dikuasai.
Dia kemudian memasukan DVD game itu ke PC untuk menginstalnya. Setelah diinstal, dia mengkoneksikan dengan akunya yang di Megawave. Itu adalah software yang bisa memainkan game secara online. Ini dipakai untuk main bareng orang lain atau main solo.
Dia memakai nickname SuperSonic yaitu nickname yang biasa dimainkan saat bermain game online. Awalnya dia bermain solo melawan Bot yaitu musuh yang digerakan komputer, biasanya bergerak sesuai program dari gamenya. Dia menguji beberapa trik yang yang dia pakai untuk menang. Setelah dianggap berhasil, kemudian dia main lagi mencari tau Bug dalam game itu. Bug adalah kesalahan program dalam game yang bisa menguntungkan atau merugikan player. Setelah bermain melawan Bot, dia kemudian bermain online.
Game ini belum rilis di Indonesia, itu sebabnya belum ada player indonesia yang bisa memainkannya kecuali dia. Musuhnya kali ini kebanyakan dari player luar. "Ah!...sial!..." teriaknya memaki. Dia tertembak sniper. Karakternya muncul lagi dan siap melanjutkan permainan. "******!..." teriaknya setelah dia lagi-lagi mati karena sniper. Dia benar-benar ngamuk oleh user ini. Berbagai cara dia lakukan agar tidak tertembak sniper, tapi tetap saja mati lagi karena sniper. Akhirnya dia mati hanya karena musuh yang sedang camping memakai sniper. Camping adalah strategi player berkemah di suatu lokasi, biasanya dilakukan di area-area strategis.
"Sialan!..." teriaknya dengan kesel banget.
Dia kemudian mengecek siapa nickname yang membunuhnya beberapa kali. Dia terkejut karena disana tertulis nickname yang sangat dia kenal. Nickname itu adalah Atena21 milik seorang cewek yang hari ini telah menyiramnya dengan air.
Kemudian masuklah Chat dari Atena21.
SuperSonic: Itu tadi hanya pemanasan, gue minta rematch (pertandingan ulang).
Atena21: Hahaha mau ngulang berapa kali pun hasilnya tetap sama, dasar noob. " itulah isi chat mereka berdua dalam game.
Kali ini Rio bermain lebih serius dari sebelumnya. Dia harus berhutang beberapa kali mati karena sniper dulu untuk mencari posisi cewek yang memiliki nickname Atena21. Area lokasi permainan berada di daerah gedung. Dia menebak Atena21 berada di salah satu gedung yang ada disana.
Dia harus mengalami beberapa kali mati dulu, sebelum berhasil menemukan posisi Atena21 camping. Dia menebak Atena21 berada di beberapa gedung. Tetap saja dia tidak bisa menemukan persembunyian Atena21. Hingga dia harus kalah lagi melawan Atena21.
"Sialan!..." teriaknya lagi dengan penuh emosi. Dia kemudian menelepon Mirhan temannya yang tadi memberikannya kaset game ini.
__ADS_1
"Halo...ada apa sih bro nelpon malem-malem?" tanya Mirhan yang terdengar sudah ngantuk.
"Bilang sama bokap lo bahwa gue menerima tawaran dia," jawab Rio lalu menutup teleponnya.
Dia kembali melanjutkan permainan melawan Atena21. Beberapa kali pun dia tetap kalah dan emosi banget dibuatnya. Rio adalah tipikal orang yang tidak bisa menerima kekalahan. Dia akan terus mencoba sampai dia berhasil mengalahkan musuhnya, Walau untuk itu dia harus begadang semalaman.
Akhirnya mereka bermain game itu sampai Atena21 udah cape ngeladenin Rio yang selalu minta rematch.
"SuperSonic: Rematch...
Atena21: Lo mau berapa kali pun hasilnya tetap sama...lo ga bakalan bisa ngalahin gue.
SuperSonic: Kali ini gue pasti ngalahin lo...
Atena21: Bye...gue ngantuk…
SuperSonic: Tunggu...sekali lagi…
Atena21 is offline.
SuperSonic : woy... Jangan kabur lo…
SuperSonic : Sial!..."
Rio setelah teriak-teriak tidak jelas di kamarnya, dia kembali melanjutkan permainan itu untuk berlatih melawan user-user lain dari luar negeri. Dia terus bermain sampai malam berubah menjadi pagi. Setelah dia berhasil mengalahkan tim lawan, akhirnya dia bisa tidur dengan nyenyak.
__ADS_1
Bersambung...