
Now Loading…
Ini adalah hari pertama mereka berlatih di gedung pelatihan tim Shark Station. Hanna terlihat sangat berusaha keras agar bisa mengikuti META yang dibuat Dendi untuk tim. Dia berlatih ditemani Rasya yang juga sudah mulai berlatih dengan tim Shark Station.
Rio, Heri, Yoda, Mirhan, dan Arif bermain satu tim melawan Hanna, Rasya, Dendi, dan tim online. Mereka masing-masing mencatat kelemahan mereka setiap kali match berakhir. Hanna terlihat paling banyak melakukan kesalahan. Itu cukup membuatnya frustasi selama bermain game.
"Lo bisa gak lebih serius lagi kalau main?" Heri memarahi Hanna dengan keterlaluan.
"Maaf gue banyak buat kesalahan…" ucap Hanna kesekian kalinya.
Terlihat sekali dia sangat tertekan dengan skillnya yang belum ada peningkatan. Hanna kemudian pergi ke ruang ganti untuk bersantai. Rasya yang menyadari keadaan Hanna sekarang segera menemuinya.
"Lo kenapa Na?" tanya Rasya lalu duduk di sebelah Hanna.
"Gak apa-apa kok," jawab Hanna berusaha mengelak.
"Lo lagi bete ya?" tanya Rasya mencoba mencari tahu. "Lo cerita aja ke gue, siapa tau gue bisa bantu…" ucap Rasya lagi berusaha meyakinkan Hanna.
"Kayaknya gue gak bakalan bisa terus di tim Shark Station, sebab gue bakalan jadi penghalang tim ini buat maju," ungkap Hanna dengan pasrah.
"Kata siapa?" tanya Rasya. "Rio memilih lo masuk di tim ini pasti ada alasannya, yang gue tau, Rio gak pernah membuat sebuah keputusan tanpa berpikir dengan matang," ucap Rasya menjelaskan.
"Anggap aja gue adalah keputusan yang salah dari Rio," ungkap Hanna putus asa.
"Kenapa lo berpikir kayak gitu?" tanya Rasya pada Hanna.
"Gue gak seperti kalian yang sudah pernah bermain game Dotha dua dalam turnamen," ungkap Hanna. "Apa lagi lo yang melatih Rio bermain Dotha dua, sudah pasti posisi gue bisa digantikan oleh lo atau Yoda," tambah Hanna.
__ADS_1
"Kehadiran gue dan Yoda di tim hanya untuk beberapa META yang disiapkan bang Dendi untuk battle tertentu, tapi ada META yang hanya Lo dan Rio yang bisa ngelakuinnya," ungkap Rasya menjelaskan.
"Tapi lo liat sendirikan?" tanya Hanna dengan kesal. "Gue kayak gak ada perkembangan, gue selalu bikin kesalahan yang sama, bahkan Heri berapa kali ngomelin gue…" ungkap Hanna meluapkan emosinya.
"Lo pikir Heri gak pernah gue omelin?" tanya Rasya sambil tersenyum. "Dulu dia gak pernah bisa mengontrol emosinya dan gak pernah mengikuti META yang dibuat Rio dan bang Dendi, itu membuat tim kami selalu kalah," ungkap Rasya sambil tersenyum. "Akhirnya dia berusaha dengan keras bermain sebaik mungkin, bahkan dia berhasil menjadi MPV dalam beberapa match," Rasya berusaha meyakinkan Hanna.
Hanna hanya terdiam menerima nasehat dari mantan pacar Rio. Sebenarnya selain dia kesal karena skillnya yang segitu-gitu saja, dia juga cemburu dengan Rasya yang terlihat lebih dekat dengan Rio. Ego Hanna terlalu besar untuk mengakui bahwa dia cemburu pada Rasya.
"Lo tau gak?" tanya Rasya pada Hanna. "Rio terakhir memohon pada bang Dendi agar lo gak pernah diganti oleh siapapun saat turnamen nanti," ungkap Rasya membuat Hanna terkejut. "Dia pengen lo menjadi Player utama di tim Shark Station," tambah Rasya menjelaskan.
"Lo pasti ngarang…" ucap Hanna berusaha menyangkal.
"Apa untungnya buat gue?" tanya Rasya lalu menatap mata Hanna dengan lembut. "Yang dibutuhkan Rio di tim ini bukan gue dan Yoda, tapi lo yang bermain bersama dia sejak tim ini bangkit lagi," ungkap Rasya lagi. "Gue harap lo pikirin itu, dan lo tenang aja, gue gak bakal ngerebut Rio dari lo," tambah Rasya sambil tersenyum meninggalkan Hanna yang bengong.
Hanna terkejut dengan ucapan terakhir dari Rasya. Dari mana Rasya mengetahui bahwa Hanna cemburu padanya. Selama ini tidak ada yang tau kalau dia diam-diam mulai suka pada Rio.
Sementara itu Rio menemui Heri yang sedang duduk di depan komputer. Heri terlihat fokus memperhatikan match terakhir mereka. Rio berniat ingin mengajak Heri berbicara masalah omongannya pada Hanna.
"Her...ucapan lo ke Hanna tadi sepertinya berlebihan," Rio menegur Heri dengan ucapannya ke Hanna.
"Kenapa?...lo mulai suka sama Hanna?" tanya Heri sedikit menyinggung Rio.
"Dia itu cewek, masa lo gak bisa sedikit lembut sama dia?" Rio mulai terpancing dengan ucapan Heri.
"Seharusnya dia yang berusaha lebih keras lagi agar bisa main dengan benar, bukannya selalu melakukan kesalahan yang sama," jawab Heri menanggapi pertanyaan Rio.
"Lo dulu juga seperti Hanna kan?...apa saat itu gue pernah ngomong kasar ke lo?" tanya Rio mengungkit-ngungkit masa lalu.
__ADS_1
"Saat itu gue mikir, berusaha agar gue gak jadi beban, sementara dia saat ini selalu lo bela, gimana pengen berkembang?" ucapan Heri semakin membuat Rio tersulut emosinya.
"Sudah Yo…" ucap Mirhan berusaha menahan Rio yang seakan ingin menghajar Heri. "Ingat kita ini satu tim," ucap Mirhan.
"Kalau lo suka sama Hanna, bilang…jangan kayak orang bego," ucapan Heri yang terakhir ini membuat Rio ingin menonjok Heri.
"Cukup!..." seru Dendi dengan keras. "Gue tau lo pada saat ini sedang capek, tapi ini bukan sebuah alasan buat berantem," tambah Dendi lagi.
Rio dan Heri sama-sama diam tidak bicara lagi. Mereka berdua sadar kalau saat ini tim mereka sedang kacau. Mereka harus menyiapkan tim Shark Station agar bisa bersaing dengan tim yang sudah terlatih.
Dengan jentel Rio menghampiri Heri untuk meminta maaf. "Maafin gue Her...pikiran gue sedang kacau sekarang," ungkap Rio sambil mengulurkan tangan ke Heri.
"Maafin gue juga, mungkin gue terlalu fokus buat tim kita agar tahun ini bisa juara," ucal Heri sambil menyambut jabatan tangan dari Rio.
Hanna kemudian datang memasuki tempat latihan. Dia terlihat agak lebih baik dari sebelumnya. Perlahan tapi pasti dia menghampiri Heri.
"Gue pasti bakalan berusaha menjadi lebih baik lagi dan memperbaiki kelemahan gue, jadi tolong lo yang sabar buat ngelatih gue," ucap Hanna dengan serius.
"Gitu dong...kan kalau begini di tempat latihan jadi adem, " ucap Arif berkomentar sambil tersenyum.
"Gue yakin tim ini bakalan menjadi tim yang hebat, kalau lo pada selalu seperti ini," ungkap Yoda sambil tersenyum.
Mereka kemudian melanjutkan latihan mereka. Hanna sejak saat itu semakin dekat dengan Rasya. Dia seperti mempunyai seorang kakak yang baik dan membantu dia saat kesusahan.
Hanna bermain lebih baik kali ini dengan arahan dari Rasya. Dia berhasil memenangkan match melawan tim Rio, Heri, Yoda, Mirhan, dan Arif. Kali ini Rio yang ngamuk karena tidak bisa menghadang hero milik Hanna. Sementara Heri tersenyum puas melihat perkembangan yang sangat memuaskan dari Hanna.
Rio membuka handphonenya disana ada notifikasi dari Lia adiknya Rio. "Kak, kata papah mulai besok kakak harus mulai bersiap-siap buat acara pertunangan ka Rio dan ka Hanna," itulah isi pesan chat dari Lia.
__ADS_1
Bersambung…