Game Lover

Game Lover
Bab. 45 Surat Ancaman untuk Rio


__ADS_3

Now Loading…


"Akhirnya battle kali ini dimenangkan oleh tim Shark Station, dengan begini tim Shark Station akan melaju ke babak selanjutnya…" ucap Hime memberikan pengumuman. 


Erika terlihat terduduk lesu di depan komputernya. Saat itu juga Hanna berjalan menghampiri tim Blue Lion. Dia lalu mengulurkan tangan untuk membantu Erika berdiri. 


"Itu tadi adalah battle yang sangat luar biasa…" puji Hanna pada Erika. 


"Gak gue sangka tim Shark Station sehebat ini...meski saat ini Rio sedang absen bermain…" ucap Erika sambil menyambut tangan Hanna. 


"Gue harap bisa bermain dengan lo di lain hari…" ucap rasya yang juga datang menemui ketua tim Blue Lion itu. 


"Gue senang bisa bermain sepanas itu dengan tim kalian…" puji Heri sambil menyalami anggota tim Blue Lion yang lainnya. 


"Battle yang bagus sih...walaupun ujung-ujungnya gue tetap menjadi tumbal…" ucap Arif dengan kesal. Dia juga ikut menyalami lawannya.


Tiba-tiba handphone Hanna berbunyi dengan keras. Ternyata itu adalah telepon dari Rio yang sedang berada di rumah sakit. Rio sengaja menelpon Hanna melalui video call. Hanna lalu menjawab sambil handphonenya diarahkan ke depan. 


"Halo semuanya…" ucap Rio dari sambungan video call. Terlihat dia sedang duduk di tempat tidur. 


"Halo Yo...jawab Erika, dan timnya yang bermain pada battle tadi. 


"Mohon maaf teman-teman, gue gak bisa datang untuk battle sama kalian…tapi seriusan…itu tadi adalah battle yang sangat luar biasa...kalian menepati janji...untuk battle sepenuh hati hari ini…" ucap Rio sambil tersenyum pada tim Blue Lion.


"Tim Shark Station juga bermain hebat hari ini...gue rasa memang pantas tim kalian diprediksi menjadi juara…" ucap Erika membalas pujian Rio. Kemudian handphone Hanna dikembalikan pada pemiliknya. 


"Gimana battle Dotha 2 tanpa gue?..." tanya Rio sambil tersenyum. 


"Awalnya gue pikir bakalan sulit, tapi setelah gue denger lo juga ikut ngarahin tim, gue menjadi lebih bersemangat lagi…" jawab Hanna sambil tersenyum. 


"Terima kasih...selama gue gak ada, lo bermain dengan bagus bahkan kalau bukan karena lo, mungkin hari ini tim Shark Station gak bakalan bisa menang…" ucap Dio pada Hanna memuji calon istrinya itu. 


"Apaan sih?...lebay banget sih lo?..." Hanna menanggapi ucapan Rio, tapi mukanya memerah karena merasa tersanjung mendapat pujian dari calon suaminya. 


"Cie...mesra banget…" ledek Rasya yang tiba-tiba ikut nimbrung di video call mereka. 

__ADS_1


"Makasih ya Sya?...lo mau gantiin gue sementara…" ucap Rio pada Rasya yang berdiri di sebelah Hanna. 


"Santai...untung aja cewek lo GG...kalau gak...bisa habis tim kita hari ini…" ucap Rasya memuji skill Hanna. 


"Sya...setelah pulang ini tolong lo rekamin battle tim lain yang main...termasuk tim Thunderstorm dan tim Blue Star, bisa?..." tanya Rio dengan serius pada Rasya. 


"Waduh…dapat tugas lagi gue…hehehe…" jawab Rasya menggoda Rio. 


"Bisa gak sya?..." tanya Rio dengan serius. 


"Iya...iya...bisa kok…" jawab Rasya sambil tersenyum. "Udah dulu ya?...tim lain mau main nih…" ucapnya lalu menyerahkan handphone itu pada Hanna. 


"Dasar...gak berubah…" ucap Rio seakan menyindir Rasya. "Setelah ini lo jadi ke rumah sakit?..." tanya Rio pada Hanna.


"Jadi kok, lagian gue sudah minta ijin sama yang lain…" jawab Hanna sambil tersenyum. "Lo pengen gue beliin rokok kan?..." tanyanya seakan tau pikiran Rio. 


"Hehehe...udah lama gue gak ngerokok…bibir gue rasa gatal banget," ucap Rio mengakui.


"Yaudah...gue beliin...tapi pas sampai sana gantiin ya?..." ucap Hanna dengan kesal. 


"Iya…gue beliin…" ucap Hanna kemudian. "Yaudah…gue matikan dulu ya video callnya?...soalnya gue pengen siap-siap pulang…" ucap Hanna kemudian. 


"Hati-hati di jalan ya sayang…" ucap Rio dengan mesra pada pacarnya.


"Ih...apaan sih?..." tanggap Hanna seolah tidak suka padahal dia senang banget dipanggol sayang oleh Rio. Setelah itu video call Hanna dan Rio berakhir. Hanna lalu bersiap untuk pulang. 


Sementara itu Hanna tidak sadar sedang diperhatikan seorang cowok. Dia terlihat marah memperhatikan Hanna dan Rio bermesraan di video call. Dia kemudian membuang foto Rio yang sudah dirusak. 


"Harusnya gue yang mendapatkan cinta dari Hanna...bukan lo Yo…" ucapnya dengan penuh amarah pada foto Rio yang dia buang. "Gue akan merebut Hanna dari lo…"


***


Rumah sakit kali sangat sepi, tidak ada yang menemani Rio di kamarnya. Setelah dia video call sama Hanna, Rio langsung membuka laptopnya untuk mengecek musuh mereka selanjutnya. Dia tersenyum setelah mengetahui itu adalah tim esport Hanna dulu yaitu tim Final Fire. 


Dulu itu adalah tim esport untuk game FPS. Entah kenapa tim itu sekarang ikut dalam turnamen Dotha 2. Rio kemudian membaca data ketua tim itu, yaitu Yosef Wardana dengan nickname Palangcha.

__ADS_1


"Hem...menarik…" ucap Rio dengan tersenyum. 


Tidak lama kemudian masuk seorang suster ke kamar Rio. Dia membawakan sebuah kado berwarna merah dengan puta yang terikat berwarna hitam. Suster itu lalu mendekat ke arah Rio sambil tersenyum. 


"Sepertinya fans kamu memberikan sebuah kado untukmu…" ucap suster itu dengan ramah. Kemudian dia menyerahkan kado itu ke Rio. 


"Isinya apa?..." tanya Rio setelah menerima kado tersebut. 


"Kami juga tidak tahu, sebab kami dilarang membuka kado yang diberikan buat pasien…" jawab suster itu. "Tapi kalau dilihat dari kadonya, kemungkinan sebuah handphone atau apapun…" ucapnya menebak. 


"Siapa yang berniat memberi gue Handphone ya?..." tanya Rio dari dalam hati. 


"Kalau begitu saya keluar dulu...nanti siang kamu akan diperiksa lagi oleh dokter…" ucap suster itu berniat akan pergi. 


"Suster…" ucap Rio kemudian. 


"Iya…kenapa?..." tanya suster dengan ramah pada Rio. 


"Kapan kita-kira gue bisa pulang?..." tanya Rio kemudian. 


"Kamu sudah tak nyaman ya berada di rumah sakit?..." tanya Suster sambil tersenyum. "Tunggu hasil pemeriksaan mu dulu…setelah dirasa ada perkembangan...mungkin kamu akan segera diizinkan pulang…" jawab suster itu. 


"Oh…gitu ya…" keluh Rio kurang puas dengan jawaban suster. 


"Kamu santai aja di kamar ini…anggap saja kamar sendiri…" ucap suster mengajak bercanda. 


"Memang sekarang ini adalah kamar saya sus…" Rio menanggapi candaan suster dengan tersenyum. 


"Kalau begitu saya keluar dulu ya?...soalnya masih banyak pasien lain yang harus saya temani bicara…" ucap suster itu sambil tersenyum. 


"Iya...silahkan…" jawab Rio sambil tersenyum.


Kemudian Rio membuka isi kado itu dengan santai. Kado itu seukuran kotak handphone, wajar saja suster itu menebak isinya adalah handphone. Setelah Rio membuka ternyata berisi sebuah benda yang sangat vulgar. Rio langsung membuang benda itu ke tong sampah. Di dalam kotak kado itu ada tulisan yang ditulis dengan tinta merah. 


"Lo jauhin Hanna, atau lo akan menanggung akibatnya…" itulah bunyi tulisan itu. 

__ADS_1


Bersambung… 


__ADS_2